Karna Itu Kamu

Karna Itu Kamu
episode 7


__ADS_3

Biasanya dia selalu ada, tidak pernah absen


'apa dia sakit? atau sudah pulang? tapi masih jam segini, berarti waktu kerja nya belum selesai. Kemana dia?' tanyaku dengan wajah dan pikiran yang mulai khawatir..


Tak lama ku lihat teman kerja nya sedang terburu datang dengan membawa plastik putih yang bisa ku pastikan itu dari apotek terdekat.


Kulihat dia memasuki ruangan yang tak jauh dari tempat ku berdiri, sekitar 5 menit kemudian dia keluar dan kembali ke tempat kerjanya.


akupun mendekati nya, "Apakah ada yang sakit?" tanyaku denga membawa barang yanh asal ku ambil.


"oh, maaf tadi saya tinggalkan tempat sebentar, teman saya sedang tidak enak badan. Tadi dia hampir pingsan makanya saya ke apotek terlebih dahulu" jelas wanita itu.


"Apakah parah? Atau saya antar ke RS?" tanyaku dengan nada khawatir yang tidak bisa kututupi.


"aku pun sudah menyarankan seperti itu tapi dia tidak mau, oh iya ini semua Rp, 50.000 tuan" katanya sambil menyodorkan barang belanjaan ku.


Aku masih tidak bergeming, aku sangat khawatir takut sakitnya akan parah sampai suara penjaga itu menyadarkan ku, aku segera membayar dan melihat kearah pintu pegawai minimarket sebelum akhirnya keluar dari minimarket itu.


Sesampainya di mobil, aku tidak langsung menyalakan mobil tapi duduk dan terus memperhatikan minimarket itu dari jauh..


sudah 1 jam aku menunggu tapi tidak ada yang berbeda dari tadi, aku masih terus mengawasi minimarket itu. Hingga ku lihat wanita itu berdiri di depan teman nya yang berada di depan mesin kasir.


Tak lama mobil yang ku kenal pun datang melewati mobilku dan berhenti di depan Minimarket itu..


Ku lihat Bastian keluar dari mobilnya di ikuti Laras dari belakang mereka mendekati wanitaku (belom apa2 dah wanitaku😑).


Laras tampak mendekati dan memapah wanitaku ke mobil Bastian yang sudah dibuka pintunya, setelah semua masuk mereka pun meninggalkan minimarket itu.


Tidak ingin kehilangan moment itu, aku pun menhidupkan mesin mobil dan mulai mengikuti mobil mereka, hingga konsentrasiku buyar oleh dering telpon ku.

__ADS_1


' kakak, tumben sekali telpon jam segini. Apa mau titip makanan ngidam nya lagi?' dengan malas aku pun mengangkat telpon itu..


"hallo kak.." setuju


" Niel, pulang... seper..tinya...kak..kak... mau.. melahirkan.." katanya putus2 seperti menahan sakit


kaget mendengarnya hingga tidak kusadari aku mengerem tiba2


"kakak bertahan, sekarang aku pulang.. tahan sebentar.. jangan matikan telpon nya" dengan nada khawatir ku lakukan mobil dengan cepat


" hallo kak, tahan sebentar lagi aku sampai"


" Niel, sakit.."


" iy ini aku hampir sampai.."


" ingat tenang jangan panik"


si bungsu ikut menangis melihat sang mama kesakitan, dan terlihat kak Tasya menenangkan anaknya, ku lihat pembantu ku keluar dengan membawa tas perlengkapan kkk dan bayinya selama masa persalinan..


aku menitipkan 2 keponakan ku dan mengendong kak Tasya ke mobil menuju RS anak dan ibu..


Sesampainya disana, aku menggendong kak Tasya keluar dan berteriak dengan lantang " dokter, suster tolong kkk ku mau melahirkan" teriakku dengan panik apa lagi sudah dari di mobil tadi ku lihat ada air yang keluar dari bagian bawah kakak ku..


Setelah ditangani oleh dokter, aku menghubungi bang Raka abang ipar ku yang sedang ada di luar kota, mendengar kabar ini dia langsung menanyakan keadaan dan tempat kami sekarang juga mengatakan akan segera pulang.


Ini memang kelahiran ke 3 kakak ku tapi tetap saja membuat aku kalang kabut, apalagi sebenarnya yang aku tau seharusnya kelahiran kak Tasya sebulan lagi..


untuk sesaat, aku hanya bisa berdoa untuk kebaikan kakak dan keponakan ku yang akan segera lahir....

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


apa yang akan terjadi selanjutnya???

__ADS_1


yuk tinggalkan jejak biar authornya semangat update😁😘


__ADS_2