
Diruangan paling atas perusahaan
Kegiatan yang dilakukan Diandra ternyata tak luput dati perhatian Daniel, melalui cctv Daniel terus memperhatikan apa saja yanh dilakukan Diandra bahkan pekerjaan nya tidak di hiraukan sedikitpun sehingga membuat asisten dan sekretaris nya kewalahan
Terkadang Daniel akan tersenyum bahkan tertawa keras, ada saat dia gemas sendiri bahkan kesal dan marah disaat saat tertentu
Namun asisten bahkan sekretaris yang notaben si sahabat tak berani mendekati nya karna merasa aneh dan takut dengan yang ia lihat...
"sebenarnya dia kenapa? Semenjak masuk ke ruangan mata nya tak lepas pada monitor komputer itu..?" tanya Damar pada Laras
"emh, entahlah... Tapi sepertinya kita harus menyiapkan psikiater, aku takut dia kenapa2" jawab Laras dengan penuh nada cemas khawatir
"Begitu kah? Haruskah ku katakan pada kak Tasya bahwa Daniel harus berobat?" tanya Damar lagi juga mulai cemas melihat tingkah teman sekaligus bos nya itu
Tapi seketika pemikiran mereka berubah saat mendengar suara geram yang tak lain dan tak salah lagi berasal dari orang yang mereka ceritakan
__ADS_1
"Aku baik2 saja, kalian pikir aku gila apa?" Kata Daniel dengan penuh penekanan, tentu saja Damar dan Laras menjadi salah tingkah karena sempat berpikir bahwa Daniel sakit
Damar sudah sangat lama mengenal Daniel dia tau bahwa Daniel menyukai Laras, tapi mengalah karna Laras tampak bahagia bersama Bastian sehingga Damar berpikir Daniel perlu pelampiasan
Tapi karna tidak menemukan nya dia menjadi sakit jiwa apalagi selama beberapa minggu ini mood Daniel sangat mudah berubah2 karna itu lah dia setuju dengan anjuran Laras
Apalagi setelah kak Tasya melahirkan dan mendengar Laras kembali dengan Bastian, Daniel semakin aneh menurutnya
Pernah beberapa waktu yang lalu tidak sengaja Damar melihat mobil Daniel di depan sebuah minimarket tanpa berpindah atau apa pun selama berjam2 dan setelah diselidiki ternyata itu adalah salah satu minimarket milik Bastian
Belum lagi saat setelah makan siang beberapa bulan yang lalu, Damar yang baru selesai meeting di perusahaan lain menggantikan Daniel yang harus meeting di kantor begitu selesai dan kembali ke kantor mendapat banyak amukan tidak jelas dari Daniel
Ditambah hari ini hanya melihat monitor cctv dan tidak melupakan pekerjaan nya Daniel tersipu malu, marah, geram, tertawa sendiri membuatnya mulai bergidik ngerih
(lupakan Daniel ayo kita berpaling ke Diandra)
__ADS_1
Jam makan siang telah selesai, Diandra melakukan 2 pekerjaan sekaligus dalam 1,5 jam di dalam kubikel nya yaitu makan dan belajar
Walau bagaimana pun, dia bersyukur meski lelah. Bekerja di kantor ternyata tidak seenak yang dibayangkan tapi ini lebih baik dari pada harus terus bergantung pada orang lain
Bukan maksud hati tidak menghargai apa yang telah diberikan kak Bastian, hanya saja hati ku harus berhenti bergantung dan menyadari bahwa aku bukan pemilik nya
Cinta memang tidak bisa di perkirakan pada siapa akan berlabuh, namun sebisa mungkin Diandra menghentikan tumbuhnya sehingga duri yang telah hadir tidak menusuk nya semakin dalam
Bersambung....
Hai-hai reader tersayang😍😍...
maaf sudah lama gak up soalnya dirimu terlalu banyak kejadian yang terjadi di dunia nyata..
kan jangan kaget dengan judul yang baru, karna Mas Bule kita akan diganti..
__ADS_1
Jadi kamu, ayo semangati author nya dengan banyak like, favorit dan koment saran yag membangun agar author nya juga semangat💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Terimakasih😍😘