
dua bersaudara ini kompak ingin membelikan sandal baru untuk ibunya yang terkasih
hidup serba sulit dan kekurangan tidak mengurangi rasa bahagia di hati keluarga kecil ini
inem beberapa hari ini jatuh sakit batuk tiada henti hingga rutinitas sebagai tukang cuci panggilan terhenti
suaminya sebagai tukang becak penghasilan nya hanya cukup untuk makan saja tapi inem sangat bersyukur apalagi kedua anak laki-laki nya begitu patuh dan berbakti
putera pertama bernama abo berumur sembilan tahun dan putera kedua bernama ali berumur delapan tahun
pagi-pagi abo merebus singkong hingga lunak agar ibunya mudah memakannya dan merebus air panas untuk membuat teh hangat buat ibunya dan ali menyapu dan mencuci sedangkan ayahnya telah pergi ke pasar mencari rezeki
abo melihat sandal ibunya yang usang dan berlainan warna pula dalam benaknya ingin membelikan hadiah sandal cantik buat ibunya yang cantik
namun uang dari mana mereka berdua berpikir dan akhirnya ketemu ide sepulang sekolah mencari barang rongsokan saja kemudian kita jual
sesuai rencana mereka berdua bergilir menjaga ibunya karena tidak mungkin membiarkan ibunya sendiri yang sedang sakit
__ADS_1
sepekan sudah banyak rongsokan terkumpul kemudian di jual hasil yang di dapatkan hanya lima ribu mana cukup buat beli sandal cantik
kita harus lebih berusaha mencari lebih banyak lagi
abo lebih pagi bangunya karena ini adalah hari libur jadi waktu mencari rongsokan lebih banyak lagi dan seperti biasanya abo menyiapkan sarapan kali ini nasi dan tempe goreng alhamdulillah bisa makan nasi hari ini
kali ini kondisi inem mulai membaik setidaknya batuknya mulai berkurang
kali ini mereka menghitung hasilnya baru terkumpul lima belas ribu masih kurang untuk membeli sandal cantik
di malam hari keluarga kecil itu berbincang-bincang di luar rumah banyak cerita yang di bicarakan dan yang terlucu cerita ayahnya mendapatkan penumpang yang super besar hingga dirinya tak kuat mengayuh sambil menikmati ubi bakar mereka tertawa terbahak-bahak bukan menertawakan penumpangnya yang besar tapi kaki ayahnya yang kaya capung kata ali
abo dan ali terus berpikir gimana caranya agar uangnya cepat kumpul
ucap ali gimana esok kita mancing terus ikan nya kita jual
ide bagus
__ADS_1
keesokannya keduanya pergi memancing namun ikan yang di dapat cuma dua ekor itupun kecil jadinya untuk santapan malam
di hari minggu keduanya mencari rongsokan secara terpisah dan Alhamdulillah ibunya telah sembuh dari sakit dan beraktivitas seperti biasa jadi waktu untuk mencari rongsokan lebih banyak dan alhamdulillah hari ini keduanya mendapatkan banyak dan kali ini mendapatkan luma bekas ribu jadi terkumpul tiga puluh ribu
keesokan nya lagi mereka terus mencari dan mencari di kumpulkan dan di jual hingga terkumpul enam puluh ribu
kayaknya ini sudah cukup deh buat beli sandal cantik keduanya sangat senang dan rencana mereka berdua sebentar lagi terwujud
namun rasa bahagia mereka pudar kala ayah mereka pulang dengan membawa banyak barang -barang terutama yang di lihat mereka sandal cantik untuk ibu mereka dari ayah mereka sendiri
merasa heran dengan wajah putra- putra nya inem bertanya ada apa dengan kalian ini bukanya seneng dapat baju baru malah masam
keduanya menangis dan menceritakan rencana meka yang ingin memberi kejutan untuk ibunya
inem dan ayahnya tertawa sekaligus terharu dengan niat baik putra-putra nya
maafkan ayah ya rencana kalian gagal karena ayah tapi ini rezeki tadi di pasar ada bazar dan ayah mendapatkan ini semua geratis sebagai imbalan ayah membantu mereka
__ADS_1
inem pun berkata ibu terharu jadi uang tersebut simpan saja ya semuanya tertawa lepas hikmahnya "bahagia itu sederhana jadi jangan di persulit dengan banyak keinginan