Kasih Sayang Ibu

Kasih Sayang Ibu
kisah kasih ibu season11


__ADS_3

dua bersaudara ini kompak ingin membelikan sandal baru untuk ibunya yang terkasih


hidup serba sulit dan kekurangan tidak mengurangi rasa bahagia di hati keluarga kecil ini


inem beberapa hari ini jatuh sakit batuk tiada henti hingga rutinitas sebagai tukang cuci panggilan terhenti


suaminya sebagai tukang becak penghasilan nya hanya cukup untuk makan saja tapi inem sangat bersyukur apalagi kedua anak laki-laki nya begitu patuh dan berbakti


putera pertama bernama abo berumur sembilan tahun dan putera kedua bernama ali berumur delapan tahun


pagi-pagi abo merebus singkong hingga lunak agar ibunya mudah memakannya dan merebus air panas untuk membuat teh hangat buat ibunya dan ali menyapu dan mencuci sedangkan ayahnya telah pergi ke pasar mencari rezeki


abo melihat sandal ibunya yang usang dan berlainan warna pula dalam benaknya ingin membelikan hadiah sandal cantik buat ibunya yang cantik


namun uang dari mana mereka berdua berpikir dan akhirnya ketemu ide sepulang sekolah mencari barang rongsokan saja kemudian kita jual


sesuai rencana mereka berdua bergilir menjaga ibunya karena tidak mungkin membiarkan ibunya sendiri yang sedang sakit

__ADS_1


sepekan sudah banyak rongsokan terkumpul kemudian di jual hasil yang di dapatkan hanya lima ribu mana cukup buat beli sandal cantik


kita harus lebih berusaha mencari lebih banyak lagi


abo lebih pagi bangunya karena ini adalah hari libur jadi waktu mencari rongsokan lebih banyak lagi dan seperti biasanya abo menyiapkan sarapan kali ini nasi dan tempe goreng alhamdulillah bisa makan nasi hari ini


kali ini kondisi inem mulai membaik setidaknya batuknya mulai berkurang


kali ini mereka menghitung hasilnya baru terkumpul lima belas ribu masih kurang untuk membeli sandal cantik


di malam hari keluarga kecil itu berbincang-bincang di luar rumah banyak cerita yang di bicarakan dan yang terlucu cerita ayahnya mendapatkan penumpang yang super besar hingga dirinya tak kuat mengayuh sambil menikmati ubi bakar mereka tertawa terbahak-bahak bukan menertawakan penumpangnya yang besar tapi kaki ayahnya yang kaya capung kata ali


abo dan ali terus berpikir gimana caranya agar uangnya cepat kumpul


ucap ali gimana esok kita mancing terus ikan nya kita jual


ide bagus

__ADS_1


keesokannya keduanya pergi memancing namun ikan yang di dapat cuma dua ekor itupun kecil jadinya untuk santapan malam


di hari minggu keduanya mencari rongsokan secara terpisah dan Alhamdulillah ibunya telah sembuh dari sakit dan beraktivitas seperti biasa jadi waktu untuk mencari rongsokan lebih banyak dan alhamdulillah hari ini keduanya mendapatkan banyak dan kali ini mendapatkan luma bekas ribu jadi terkumpul tiga puluh ribu


keesokan nya lagi mereka terus mencari dan mencari di kumpulkan dan di jual hingga terkumpul enam puluh ribu


kayaknya ini sudah cukup deh buat beli sandal cantik keduanya sangat senang dan rencana mereka berdua sebentar lagi terwujud


namun rasa bahagia mereka pudar kala ayah mereka pulang dengan membawa banyak barang -barang terutama yang di lihat mereka sandal cantik untuk ibu mereka dari ayah mereka sendiri


merasa heran dengan wajah putra- putra nya inem bertanya ada apa dengan kalian ini bukanya seneng dapat baju baru malah masam


keduanya menangis dan menceritakan rencana meka yang ingin memberi kejutan untuk ibunya


inem dan ayahnya tertawa sekaligus terharu dengan niat baik putra-putra nya


maafkan ayah ya rencana kalian gagal karena ayah tapi ini rezeki tadi di pasar ada bazar dan ayah mendapatkan ini semua geratis sebagai imbalan ayah membantu mereka

__ADS_1


inem pun berkata ibu terharu jadi uang tersebut simpan saja ya semuanya tertawa lepas hikmahnya "bahagia itu sederhana jadi jangan di persulit dengan banyak keinginan


__ADS_2