Kasih Sayang Ibu

Kasih Sayang Ibu
kisah kasih ibu seasons 21


__ADS_3

di peluknya bingkai fhoto yang bergambar ibu tercinta yang telah pergi meninggalkan nya


ibunya yang tercantik menderita cancer stadium tiga


dan akhirnya pergi meninggalkan orang-orang terkasih


zara sangat merindukan sosok idola


sosok ibunya yang begitu ia rindukan


masih di ingatan zara bagaimana ibunya bertahan melawan sakitnya


berbagai macam obat ibunya memakannya


berbagai macam kemoterapi yang begitu menyakitkan di lalui ibunya


impian ibunya hanya ingin melihat zara menikah


namun sayang mimpi itu hanya mimpi


zara memasuki kamar ibunya masih terasa harum mawar kesukaan ibunya


sedangkan ayah zara telah pergi dulu sebelum zara lahir jadi zara tak sebegitu mengenal sosok ayahnya itu


kini hanya zara bersama abangnya azam


di rumah ini zara tinggal sendiri bersama bibi asisten rumah tangga yang zara anggap ibu keduanya


sedangkan azam telah berkeluarga dan memiliki seorang puteri kecil


sepeninggal ibunya azam menyuruh zara agar mau tinggal dengannya namun zara menolak alasannya tidak ingin rumah yang begitu banyak kenangan bersama ibunya itu terlantar


zara tidur di kamar mendiang ibunya tanpa sengaja menemukan sepucuk surat dari ibunya tertulis untuk zara dan azam


#teruntuk anak-anak ku zara dan azam


mungkin saat kalian baca surat ini ibu sudah tidak ada di sisi kalian lagi


ibu harap jangan terlalu bersedih


untuk anak ku azam kamu sebagai abang jaga adik mu zara

__ADS_1


jangan biarkan dia sendiri kesepian


apalagi membuat zara merasa sendiri di dunia ini


carikan adikmu pendamping yang baik yang bisa melindungi zara


ibu titip zara padamu bang


salam rindu dari bunda


zara rindu ibu zara menangis lagi


zara sayang ibu


beberapa minggu kemudian


zara beraktivitas seperti biasanya paginya kuliah siangnya kerja di kafe milik abangnya azam


zara yang sedang sibuk melayani pelanggan


seorang teman lama azam bernama ali terus memperhatikan zara dari jarak yang cukup jauh sambil meminum kopi nya


kemudian azam tiba-tiba berdehem


ali berkelit tidak mengakui jujur ali sangat malu saat ketahuan diam-diam curi pandang


azam pun berkata kalaupun kamu suka zara sebagai abangnya zara aku gak mau adik ku nikah sama kamu yang sudah kayak om-om gitu


tiba-tiba ali cemberut tidak Terima


azam ketawa keras bercanda kali kan jodoh gak ada yang tau


kalau aku sih terserah zara nya kalau zara mau ya aku sebagai abangnya setuju-setuju aja


hari ini zara berada di rumah abangnya sedang ingin bermain dengan keponakan nya yang lucu tiba-tiba azam ingin berbicara serius dengan zara


sesuai dengan amanah ibu


abang ingin menikah kan mu segera


apakah kamu bersedia?

__ADS_1


ya mau aja tapi kan zara belum ada calon emang abang udah ada calon buat zara


ada!


siapa?


ali "zara hampir tersedak dan tidak menyangka nama ali yang abangnya sebut


gimana mau gak?


emangnya bang ali mau sama zara?


bukan mau saja mala sangat ingin nikah sama kamu selama ini ali suka sama kamu cuma kamunya kurang peka


ohhh emang abang setuju kalau zara nikah sama bang ali


abang sih tergantung zara nya lah


zara mau nggak sama bang ali?


wajah zara tersipu malu dan berkata zara mau


alhamdulillah


hari ini zara sedang duduk di kamar seorang diri setelah di tinggal pergi oleh kakak iparnya dan keponakan lucunya


zara berdebar hebat kala suara salam mengetuk pintu zara menjawabnya dengan pelan namun terdengar oleh ali


boleh kah abang masuk dek zara


iya bang zara tergagap-gagap


salam pun ali lontarkan lagi


zara pun menjawabnya lagi


keduanya nampak kaku dan tiba-tiba azam masuk bersama istrinya dan anaknya mereka mentertawakan kedua pengantin yang lagi malu-malu


azam pun berkata hayo cepat turun tamu undangan sudah menunggu


emang kalian berdua nggak lapar

__ADS_1


alhamdulillah


zara dan ali


__ADS_2