
di peluknya bingkai fhoto yang bergambar ibu tercinta yang telah pergi meninggalkan nya
ibunya yang tercantik menderita cancer stadium tiga
dan akhirnya pergi meninggalkan orang-orang terkasih
zara sangat merindukan sosok idola
sosok ibunya yang begitu ia rindukan
masih di ingatan zara bagaimana ibunya bertahan melawan sakitnya
berbagai macam obat ibunya memakannya
berbagai macam kemoterapi yang begitu menyakitkan di lalui ibunya
impian ibunya hanya ingin melihat zara menikah
namun sayang mimpi itu hanya mimpi
zara memasuki kamar ibunya masih terasa harum mawar kesukaan ibunya
sedangkan ayah zara telah pergi dulu sebelum zara lahir jadi zara tak sebegitu mengenal sosok ayahnya itu
kini hanya zara bersama abangnya azam
di rumah ini zara tinggal sendiri bersama bibi asisten rumah tangga yang zara anggap ibu keduanya
sedangkan azam telah berkeluarga dan memiliki seorang puteri kecil
sepeninggal ibunya azam menyuruh zara agar mau tinggal dengannya namun zara menolak alasannya tidak ingin rumah yang begitu banyak kenangan bersama ibunya itu terlantar
zara tidur di kamar mendiang ibunya tanpa sengaja menemukan sepucuk surat dari ibunya tertulis untuk zara dan azam
#teruntuk anak-anak ku zara dan azam
mungkin saat kalian baca surat ini ibu sudah tidak ada di sisi kalian lagi
ibu harap jangan terlalu bersedih
untuk anak ku azam kamu sebagai abang jaga adik mu zara
__ADS_1
jangan biarkan dia sendiri kesepian
apalagi membuat zara merasa sendiri di dunia ini
carikan adikmu pendamping yang baik yang bisa melindungi zara
ibu titip zara padamu bang
salam rindu dari bunda
zara rindu ibu zara menangis lagi
zara sayang ibu
beberapa minggu kemudian
zara beraktivitas seperti biasanya paginya kuliah siangnya kerja di kafe milik abangnya azam
zara yang sedang sibuk melayani pelanggan
seorang teman lama azam bernama ali terus memperhatikan zara dari jarak yang cukup jauh sambil meminum kopi nya
kemudian azam tiba-tiba berdehem
ali berkelit tidak mengakui jujur ali sangat malu saat ketahuan diam-diam curi pandang
azam pun berkata kalaupun kamu suka zara sebagai abangnya zara aku gak mau adik ku nikah sama kamu yang sudah kayak om-om gitu
tiba-tiba ali cemberut tidak Terima
azam ketawa keras bercanda kali kan jodoh gak ada yang tau
kalau aku sih terserah zara nya kalau zara mau ya aku sebagai abangnya setuju-setuju aja
hari ini zara berada di rumah abangnya sedang ingin bermain dengan keponakan nya yang lucu tiba-tiba azam ingin berbicara serius dengan zara
sesuai dengan amanah ibu
abang ingin menikah kan mu segera
apakah kamu bersedia?
__ADS_1
ya mau aja tapi kan zara belum ada calon emang abang udah ada calon buat zara
ada!
siapa?
ali "zara hampir tersedak dan tidak menyangka nama ali yang abangnya sebut
gimana mau gak?
emangnya bang ali mau sama zara?
bukan mau saja mala sangat ingin nikah sama kamu selama ini ali suka sama kamu cuma kamunya kurang peka
ohhh emang abang setuju kalau zara nikah sama bang ali
abang sih tergantung zara nya lah
zara mau nggak sama bang ali?
wajah zara tersipu malu dan berkata zara mau
alhamdulillah
hari ini zara sedang duduk di kamar seorang diri setelah di tinggal pergi oleh kakak iparnya dan keponakan lucunya
zara berdebar hebat kala suara salam mengetuk pintu zara menjawabnya dengan pelan namun terdengar oleh ali
boleh kah abang masuk dek zara
iya bang zara tergagap-gagap
salam pun ali lontarkan lagi
zara pun menjawabnya lagi
keduanya nampak kaku dan tiba-tiba azam masuk bersama istrinya dan anaknya mereka mentertawakan kedua pengantin yang lagi malu-malu
azam pun berkata hayo cepat turun tamu undangan sudah menunggu
emang kalian berdua nggak lapar
__ADS_1
alhamdulillah
zara dan ali