Kasih Sayang Ibu

Kasih Sayang Ibu
kisah kasih ibu season14


__ADS_3

di kesendirian irma menanti datangnya sosok ibunya yang tak kunjung pulang dari pagi hingga menjelang sore


apakah jualannya belum habis hingga kini belum pulang juga


irma gadis belia berusia sebelas tahun


hujan pun turun membuat irma semakin khawatir


di gubuk yang kecil hanya mereka berdua saja sedang sang ayah telah lama pergi entah kemana


dari kejauhan ibu irma maya berlari kecil sambil membawa nampah di atas kepalanya dan di tangannya pelastik besar berwarna merah


dengan senyuman yang manis irma menyambut ibunya


di sambut pula dengan senyuman


kemudian masuk untuk mandi


kemudian ibunya menceritakan yang membuatnya telat tadi di karenakan telah menolong wanita yang akan melahirkan di dalam angkot


keduanya bercengkrama menceritakan keseharian mereka masing-masing


bagi irma ibunya adalah segala-galanya begitu pula sebaliknya irma adalah permata penyemangat bagi hidupnya


irma anak yang rajin selain tugas sebagai pelajar ia juga membantu pekerjaan rumah


irma termasuk anak yang mandiri


seperti pagi ini irma membantu ibunya menggoreng adonan yang akan di jual oleh ibunya


semua jenis gorengan


irma pun pamit untuk ke sekolah dan tak lupa membawa cangkingan yang berisi gorengan yang akan ia jual di sekolah


irma tak merasa malu sama sekali malah bangga


kemudian maya pun pergi berkeliling desa menawarkan gorengannya

__ADS_1


panas tak jadi penghalang


hujan pun tak jadi soal


demi hidup


demi anak


ia akan berjuang semampunya


dan siang ini maya pun pulang karena gorengan nya telah laku semu


alhamdulillah


melihat sepatu puterinya menandakan puterinya telah pulang dari sekolah


maya selalu berpesan jika ia sendirian di rumah lekas kunci pintu rumah jika ada tamu yang datang intip dulu dari sela jendela


bukanya apa-apa karena waspada itu penting


hari menjelang sore tanda malam akan datang suara air terdengar tanda telah turun hujan


suasana semakin dingin keduanya berpelukan sambil bercerita masa lalu pertemuan dirinya dengan ayah irma


maya sendiri sampai saat ini tak mengerti kenapa suaminya itu tak pernah kembali


malam pun semakin larut


mati lampu itu yang sering terjadi


seakan terbiasa dengan kegelapan dan ada sedikit cahaya dari kilatan -kilatan di atas langit


paginya maya jatuh sakit untuk bangun saja kepalanya pusing seakan akan rumahnya berputar dengan terpaksa hari ini tidak jualan


namun irma tetep kekeh ingin menggantikan dirinya saja yang jualan apalagi hari ini hari libur dengan terpaksa maya mengijinkan tapi dengan syarat jangan banyak-banyak bikinnya dan jangan jauh-jauh jualanya di sekitar desa aja jangan berkeliling di jalan raya


irma pun menurutinya

__ADS_1


dengan semangat irma membuat adonan dan menggoreng kemudian di tata


irma berpamitan dan sebelum pergi maya berpesan walaupun masih banyak langsung pulang saja ya irma pun mengiyakan


irma berkeliling desa menawarkan gorengan nya awalnya sepi tak ada satupun yang membelinya kemudian salah satu warga memborong nya katanya ada tamu banyak


alhamdulillah gorengan yang irma bawa habis semua jadi sebelum Dzuhur irma bisa pulang ke rumah dan menemani ibunya yang sakit


dengan semangat irma tersungkur lututnya berdarah


irma langsung bangkit dan kembali berjalan dengan senyum yang tidak pudar


asalamualaikum


waalaikumsalam


irma tersenyum dan berkata alhamdulillah bu habis semua gorenganya


alhamdulillah ucap ibunya


itu lutut mu berdarah


tidak mengapa bu tadi jatuh di jalan


sini ibu lihat


dengan telaten ibunya mengobati luka irma


begitu pula irma mengecek suhu ibunya yang sudah turun panasnya


masih pusing bu


alhamdulillah mendingan


keduanya menghabiskan waktu bersama


hikmahnya "sederhana asal berkah

__ADS_1


__ADS_2