
seorang ayah berjuang sendiri merawat dua putra dan puterinya
di karenakan saat melahirkan anak keduanya sang istri mengalami komplikasi hebat dan nyawanya tak tertolong
amira gadis kecil baru berusia setahun dan abangnya yang baru berusia lima tahun
masih sangat kecil
bisa saja wahyu menikah lagi namun untuk menemukan sosok itu tak segampang itu pula yang terpenting harus juga menyayangi kedua anaknya
untuk saat ini wahyu lebih memilih sendiri
hari ini adalah hari libur waktunya ia habiskan bersama kedua anaknya
wahyu masih bersyukur setidaknya masih ada keluarga nya dan keluarga istrinya membantunya dan ikut menyaksikan perkembangan buah hatinya
wahyu menggendong amira dan satu tangannya memegang tangan putranya yang sangat aktif tak berhenti berceloteh
duduk di taman di atas rumput sambil memberi susu pada amira sambil menyaksikan putranya adam bermain berputar dan tertawa bahagia
sungguh itu nikmat yang tiada tara bagi wahyu
melihat Anak-anaknya sehat saja itu sudah cukup bagi wahyu
mata wahyu menangkap pemandangan di sana ada sebuah keluarga yang lengkap yang sedang berpiknik bersama Anak-anaknya bedanya di sana ada sesosok ibu
Tiba-tiba wahyu mengingat istrinya yang tiada
ia sangat merindukan sosok itu
senyum itu
dan semuanya tentang dia
hingga tanpa di sadari amira tertidur di pangkuannya
adam pun mendekat
papah lapar ucapnya
keduanya pun menikmati santapan yang ada
angin sepoi-sepoi
pemandangan taman yang indah
penuh dengan pohon besar yang rindang
__ADS_1
sungguh nikmat dunia yang teramat indah
wahyu membatin menikmatinya
hingga mata yang hampir terpejam itu terbuka kala mendengar suara tangisan azam
namun ia begitu terkejut dengan pemandangan yang ia lihat
azam sedang di peluk oleh seorang wanita
kemudian azam tersenyum
katanya itu papah azam
seketika wanita itu melihat ke arah ku mata kami bertemu sesaat
azam dan wanita itu mendekat
wanita itu berkata
oh iya tadi anak bapak tiba-tiba memeluk saya
saya pun jadi bingung
katanya mama?
tiba-tiba wanita itu berkata
adek kecil ini lucu imut sekali
masya Allah sangat menggemaskan sambil menoel pipi gembul amira
amira pun seakan mengerti ingin di gendongnya
wanita itu berkata apa boleh?
akupun membalasnya dengan tersenyum
amira pun berpindah tangan
ku lihat amira sangat senang dan terdengar suara tawa saat wanita itu mengajaknya berbicara
sedangkan azam terus menempel padanya memegang ujung kerudungnya yang panjang
setelahnya ia pamit menyerahkan amira kembali
sedangkan azam entah mengapa dengan anak itu seakan tidak rela melepaskan kepergian wanita itu
__ADS_1
wanita itu memperkenalkan dirinya
dia bernama aisyah
dan ia aisyah dengan kata-kata lembut membujuk azam agar mau melepasnya
InsyaAllah kita ketemu lagi di sini pekan nanti
oh iya tante aisyah juga bakal bawa es cream untuk azam
azam pun menurut
melihat kepergian aisyah terlihat azam bersedih
kutanya langsung "azam sayang sama tante aisyah
azam bilang ia
saya pun heran padahal baru ketemu tapi seakan akan kenal lama
saya akui ia sosok yang baik hati karena hati tidak bisa menipu apalagi menipu hati anak kecil begitu pula dengan hati amira yang kecil ini saja seakan paham mana yang tulus mana yang tidak
wahyu menidurkan kedua anaknya
kemudian duduk di depan rumah sambil menikmati secangkir kopi dan singkong goreng yang masih hangat
entah mengapa aisyah yah nama aisyah selalu terngiang-ngiang dalam ingatanya
apalagi kala adegan mata mereka bertemu
wahyu kemudian beristighfar tidak baik memikirkan wanita yang tak halal baginya
waktu pun berlalu
seperti yang di janjikan aisyah
aisyah datang dengan membawa es cream dan mainan lucu untuk amira
dan bermain sebentar bersama kedua anaknya
tanpa di duga
wahyu melamar aisyah'.... maukah kamu menerima mereka dan diri ku
aisyah tersipu malu dan berucap
datang ke rumah tanya langsung ke ayahku
__ADS_1
pernikahan pun terjadi karena jodoh itu datangnya misterius