Kasih Sayang Ibu

Kasih Sayang Ibu
kisah kasih ibu season22


__ADS_3

hari ini adalah hari yang begitu di nanti oleh pasangan ini yaitu yana dan abaz menantikan hari yang paling di nanti kelahiran anak pertama mereka seorang putri kecil nan cantik telah hadir di kehidupan mereka


hari ini setelah di rawat seminggu di rumah bersalin mereka pulang dengan si kecil di sambut oleh kedua keluarga besar


seisi rumah penuh ucapan selamat


yana dan abaz sangat berbahagia menyambut semuanya


beberapa minggu kemudian kehidupan mereka berjalan semestinya


yana sejak kehadiran puteri kecil mereka namai zara nampak sibuk dari memandikan si kecil menyusui dan menidurkan si kecil zara


hingga abaz merasa perhatian yana teralihkan ke puterinya saja sedangkan dirinya terabaikan di layani oleh asisten rumah tangga, awalnya abaz anggap itu suatu hal yang wajar karena zara puterinya lebih membutuhkannya, abaz mulai cemburu dengan puterinya sendiri merasa terabaikan


pulang kerja abaz menghela napas panjang merasa rindu kala istrinya yana menyambutnya dengan senyum hangat dan melayani dan menemaninya makan tapi sekarang abaz di sambut oleh asisten rumah tangga saat memasuki kamar yang terlihat yana dan zara sedang tertidur pulas


kali ini abaz makan sendiri lagi hening itu yang di rasa


ingin bermain dengan zara setiap momentumnya kalo sedang di susui atau tidur

__ADS_1


pas hari libur kerja pun begitu selalu tidak ada kesempatan dirinya bersama mereka berdua


abaz merasa sendiri merasa di asingkan


kali ini abaz sangat kesal dan memilih menghindar dan memilih tidur di rumah temanya


tidak mungkin tidur di rumah orang tuanya yang ada perkara baru


seusai menidurkan kan zara yana keluar kamar ia baru menyadari dirinya terlalu sibuk dengan zara hingga untuk berbincang-bincang dengan suaminya seakan tidak ada waktu karena terlalu lelah mengurus zara


mas azam *yana merasa heran ko jam segini mas azam belum pulang dari kantor


yana terduduk diam apa dirinya salah mengabaikan suaminya tapi kan seharusnya mas azam mengerti semua ini terjadi karena mengurus zara puterinya


yana menghembuskan napas dan merenung jika dirinya merindukan suaminya


yana mengambil benda pipihnya dan menghubungi nomor suaminya namun sayangnya nomor yang di tuju sedang tidak aktif


apakah mas azam marah pada dirinya

__ADS_1


yana sadar dirinya terlalu fokus dengan zara dan membiarkan dirinya sibuk sendiri mengurus zara sedangkan mas azam tidak di beri nya waktu bersama dirinya ataupun bersama zara


mas azam meminum secangkir kopi di teras rumah temannya dan melihat sepasang suami-istri yang sedang mendorong kereta bayi ia sangat iri dengan pemandangan itu


kemudian mobil taxi berhenti di luar pagar nampak seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak berdiri di luar pagar


abaz nampak tidak percaya istrinya beserta puterinya datang menemuinya


abaz bisa melihat wajah istrinya yang nampak menangis


abaz lalu menghampiri satu kata yang keluar dari bibir yana maaf


maaf yana terlalu egois tidak membiarkan mas untuk mencintai zara dan mengabaikan mas yana menyesal mas


abaz memeluk keduanya dan berucap mas sangat merindukan kalian berdua


kemudian abaz mengambil zara dari yana dan bermain dengan zara dan zara tersenyum hangat menyambut guyonan dari ayahnya


abaz pun tidak henti henti nya menciumi puterinya zara

__ADS_1


__ADS_2