
hari ini adalah hari yang begitu di nanti oleh pasangan ini yaitu yana dan abaz menantikan hari yang paling di nanti kelahiran anak pertama mereka seorang putri kecil nan cantik telah hadir di kehidupan mereka
hari ini setelah di rawat seminggu di rumah bersalin mereka pulang dengan si kecil di sambut oleh kedua keluarga besar
seisi rumah penuh ucapan selamat
yana dan abaz sangat berbahagia menyambut semuanya
beberapa minggu kemudian kehidupan mereka berjalan semestinya
yana sejak kehadiran puteri kecil mereka namai zara nampak sibuk dari memandikan si kecil menyusui dan menidurkan si kecil zara
hingga abaz merasa perhatian yana teralihkan ke puterinya saja sedangkan dirinya terabaikan di layani oleh asisten rumah tangga, awalnya abaz anggap itu suatu hal yang wajar karena zara puterinya lebih membutuhkannya, abaz mulai cemburu dengan puterinya sendiri merasa terabaikan
pulang kerja abaz menghela napas panjang merasa rindu kala istrinya yana menyambutnya dengan senyum hangat dan melayani dan menemaninya makan tapi sekarang abaz di sambut oleh asisten rumah tangga saat memasuki kamar yang terlihat yana dan zara sedang tertidur pulas
kali ini abaz makan sendiri lagi hening itu yang di rasa
ingin bermain dengan zara setiap momentumnya kalo sedang di susui atau tidur
__ADS_1
pas hari libur kerja pun begitu selalu tidak ada kesempatan dirinya bersama mereka berdua
abaz merasa sendiri merasa di asingkan
kali ini abaz sangat kesal dan memilih menghindar dan memilih tidur di rumah temanya
tidak mungkin tidur di rumah orang tuanya yang ada perkara baru
seusai menidurkan kan zara yana keluar kamar ia baru menyadari dirinya terlalu sibuk dengan zara hingga untuk berbincang-bincang dengan suaminya seakan tidak ada waktu karena terlalu lelah mengurus zara
mas azam *yana merasa heran ko jam segini mas azam belum pulang dari kantor
yana terduduk diam apa dirinya salah mengabaikan suaminya tapi kan seharusnya mas azam mengerti semua ini terjadi karena mengurus zara puterinya
yana menghembuskan napas dan merenung jika dirinya merindukan suaminya
yana mengambil benda pipihnya dan menghubungi nomor suaminya namun sayangnya nomor yang di tuju sedang tidak aktif
apakah mas azam marah pada dirinya
__ADS_1
yana sadar dirinya terlalu fokus dengan zara dan membiarkan dirinya sibuk sendiri mengurus zara sedangkan mas azam tidak di beri nya waktu bersama dirinya ataupun bersama zara
mas azam meminum secangkir kopi di teras rumah temannya dan melihat sepasang suami-istri yang sedang mendorong kereta bayi ia sangat iri dengan pemandangan itu
kemudian mobil taxi berhenti di luar pagar nampak seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak berdiri di luar pagar
abaz nampak tidak percaya istrinya beserta puterinya datang menemuinya
abaz bisa melihat wajah istrinya yang nampak menangis
abaz lalu menghampiri satu kata yang keluar dari bibir yana maaf
maaf yana terlalu egois tidak membiarkan mas untuk mencintai zara dan mengabaikan mas yana menyesal mas
abaz memeluk keduanya dan berucap mas sangat merindukan kalian berdua
kemudian abaz mengambil zara dari yana dan bermain dengan zara dan zara tersenyum hangat menyambut guyonan dari ayahnya
abaz pun tidak henti henti nya menciumi puterinya zara
__ADS_1