
hujan sangat lebat zara kecil berlari memungut jemuran irisan singkong yang mengering
zara sangat bersyukur telat sedikit saja maka singkong tersebut tidak bisa di goreng untuk di jual besok
zara yang berusia delapan tahun hidup bersama nenek sarmi yang kini tidak bisa berjalan lagi akibat penyakit yang ia derita
zara dengan telaten membersihkan tubuh nenek nya dengan air hangat dan menggantikan pakaiannya kemudian menyuapi nya bubur karena nenek tidak bisa lagi memakan makanan keras
zara tidak sendiri merawat neneknya banyak juga tetangganya ikut merawat dan menjaga neneknya saat zara bersekolah
hujan yang cukup lebat banyak tetesan air di bak dan ember ini adalah kesempatan zara menyimpan banyak air hujan di gentong buat kebutuhan sehari-hari dari minum dan memasak
__ADS_1
zara mulai lapar dengan gesit zara membuat masi goreng dengan telur ayam yang ia dapat dari ternak ayamnya alhamdulillah zara masih bersyukur bisa makan nikmat hari ini kemudian menggoreng singkong dengan dua rasa, rasa asin dan rasa pedas jualan zara cukup banyak peminat
zara sangat tidak ingin bergantung pada rasa iba orang lain, zara sangat berusaha mandiri zara pun tidak menolak jika banyak orang sekitar membantu dirinya dan neneknya zara sangat bersyukur banyak orang baik yang suka rela membantunya termasuk menjaga neneknya di kala ia bersekolah
hujan mulai reda setelah membungkus keripik di pelastik dan merapatnya dengan lampu minyak setelah selesai zara mengerjakan pekerjaan sekolah kemudian mengajak neneknya berbincang bincang walaupun neneknya tidak bisa membalas nya hanya senyuman khas nenek sebagai jawabannya
zara sedari bayi telah di tinggal pergi orang tuanya ibunya pergi TKW namun tak kunjung pulang dan tanpa kabar sedangkan ayahnya pun pergi tanpa kabar pula seakan dirinya tidak berarti buat mereka
namun zara tidak membenci mereka karena bagaimana pun mereka kedua orang tua zara dan zara yakin mereka punya alasannya
pagi ini zara seperti biasanya membuat bubur untuk neneknya dan menyuapi nya dan memberi minum dengan sedotan
__ADS_1
kemudian menggantikan alas tidur nya yang telah basah oleh air seni neneknya kemudian mencuci pakaian neneknya dan dirinya setelah selesai menjemur zara menyapu rumah yang beralas lantai tanah liat kemudian pergi mandi dan berpakaian seragam sekolah kemudian sarapan dengan telor mata sapi setelah itu berpamitan kepada neneknya dan seperti biasa menitip neneknya ke bibi yang tidak jauh dari rumahnya untuk menengok neneknya dan memberinya minum jika neneknya haus
zara mengusap keringat di pelupuk matanya berkeliling menjual keripik singkong dengan berteriak menawarkan dagangannya ke tiap orang yang zara jumpa
zara duduk karena lelah dan mata kecilnya menelusuri tiap arah di saksikan nya keluarga kecil yang sedang memberi makan dedek bayi dalam hati kecil zara ingin sekali merasakan perhatian orang tuanya membayangkan saja tanpa sadar air mata zara seketika menetes
zara memutuskan pulang ke rumah walaupun dagangan nya masih bersisa ada rasa rindu akan neneknya di rumah sesampainya di rumah nampak banyak orang berkumpul di rumahnya salah seorang warga mengatakan kalau neneknya telah tiada alangkah terkejutnya zara seakan mimpi zara kecil jatuh pingsan
setelah sadar zara kembali menangis mencari keberadaan neneknya namun neneknya sudah di makamkan
ketua rt rw dan beberapa warga membahas bagaimana solusi untuk zara karena tidak mungkin membiarkan zara seorang diri
__ADS_1
namun zara bersikukuh tidak ingin pergi dari rumah neneknya dengan terpaksa semua warga menyetujui nya tetapi tetap dalam pengawasan