
Setelah semua itu Zavi kembali lagi ke kamar nya saat sudah sampai ia langsung duduk diatas ranjang nya kemudian mengambil ponsel nya yang ada di atas nakas kemudian ia menghubungi seseorang.
Drrrtt Drrtt Drrttt
" Hallo tuan , ada yang bisa saya bantu "
" Tolong periksa jadwal untuk besok padat apa tidak " ucap Zavi
" Baik tuan saya periksa dulu " ucap Arman sekertaris pribadi Zavi yang selama ini membantu nya menjalan kan bisnis sang ayah .
" Bagaimana sudah belum ? " Tanya Zavi
" Untuk besok seperti biasanya tuan ada beberapa rapat penting yang harus tuan Zavi sendiri yang menghadiri nya " ucap Arman mendengar hal itu Zavi menghembuskan napas panjang .
" Kapan ada jadwal kosong nya ? " Tanya Zavi tak bersemangat .
" Waktu saya periksa tadi hanya lusa saja tuan setelah itu akan ada rapat lagi " ucap Arman.
" Baik lah terimakasih ya, maaf sudah mengganggu waktu nya " .
" Iya tuan tidak papa saya mengerti " ucap Arman memaklumi nya. Kemudian Zavi memutus sambungan telpon nya kemudian ia meletak kan kembali ponsel nya di atas nakas setelah itu ia merebahkan tubuh nya berbaring di atas ranjang sembari memikir kan sesuatu.
" Hanya lusa ,aku harus gunakan hari itu dengan sebaik baik nya " batin Zavi.
Saat malam hari semua sudah berkumpul di ruang makan untuk makan malam mereka semua tinggal menungu Zavi saja yang sejak tadi belum keluar dari kamar nya.
" Adnan panggil Zavi ke sini untuk makan " ucap Alvi .
" Baik ayah " ucap Adnan ia kemudian bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan menuju kamar nya Zavi.
Tok Tok Tok
" Dek ini kakak , kakak boleh masuk kan "
" Masuk aja kak pintu nya gak di kunci kok " jawab Zavi dari dalam kamar ,Adnan pun membuka pintu nya saat masuk ia melihat Zavi yang sedang rebahan di atas kasur sedang kan Zavi yang melihat sang kakak datang ia pun langsung bangu dan duduk.
" Malah tiduran ,ayo cepat turun semua udah pada nunguin kamu tu "
__ADS_1
" Iya maaf " ucap Zavi ia langsung bangkit dan berdiri lalu menghampiri sang kakak .
" Kamu kenapa ? Lagi sakit ? " Tanya Adnan
" Gak kak cuma agak capek aja " ucap Zavi.
" Ya udah ayo makan "
" Iya " mereka berdua pun turun dan berjalan menuju ke ruang makan ,tak berselang lama mereka pun sudah sampai dan langsung duduk di kursi masing masing.
" Kakak lama banget si Nayla udah laper dari tadi " ucap Nayla .
" Maaf ya gara gara kakak kamu jadi kelaparan gini " ucap Zavi sembari mengelus puncak kepala Nayla dengan lembut.
" Udah udah ayo kita makan sekarang " ucap Laura ,Mereka semua pun mulai mengambil makanan nya masing masing . Mereka semua pun mulai memakan makanan tersebut namun sejak tadi Zavi hanya diam saja bahkan makana nya masih utuh .
" Zavi "
" Iya ayah "
" Tidak ada ayah semua baik baik aja kok " ucap Zavi
" Kamu itu tidak pandai berbohong jadi jangan membohongi ayah katakan dengan jujur ada ayah "
" Iya Zavi jika kamu ada masalah cerita kan pada kami jangan di pendem sendiri itu gak baik untuk kesehatan kamu " ucap Haris.
" Sungguh ayah ,paman ada ada apa apa tidak perlu khawatir " ucap Zavi.
" Bagaimana aku akan memulai nya ,aku sangat merindukan istriku " gumam Zavi tanpa sadar ia mengucap kan hal itu sembari menunduk kan kepala nya dan tanpa Zavi sadari mereka semua mendengar nya sehingga semua ora ng saling pandang dan melihat ke arah Zavi dengan mata yang membulat sempurna karna terkejut sedang kan Zavi yang tersadar pun langsung menutup mulut nya dan perlahan mulai mengangkat kepala dan benar saja semua orang sedang memperhatikan nya ,Zavi pun menjadi gugup.
" Bukan bukan kalian salah dengar !! " Ucap Zavi dengan cepat supaya mereka tidak salah paham.
" Kamu tadi bilang apa ! " Tanya Adnan
" Tidak Zavi tidak mengatakan apapun "
" Kamu pikir kami tuli tidak mendengar ucapan mu tadi " ucap Haris.
__ADS_1
" Iya jelas jelas kakak tadi mengatakan kalau kakak sangat merindukan istri kakak ,itu maksud nya apa " tanya Nayla
" Apa benar kamu sudah menikah ? " Tanya Laura penasaran karna yang ia tau Zavi selama ini bekum menikah bahkan banyak gadis yang ingin menjadi istri nya namun Zavi selalu menolak nya bahkan Kiyai Abdullah juga sudah sering ingin menjodoh kan Zavi dengan salah satu santri terbaik nya tapi Zavi selalu menolak nya .
" Katakan Zavi kenapa kamu diam saja " ucap Alvi .
" I...tu ti..dak benar ayah , kalian semua pasti salah dengar " ucap Zavi gugup .
" Tidak kakak kami mendengar nya dengan jelas kok apa yang kakak ucap kan tadi " ucap Nayla.
" Iya Zavi katakan yang sejujur nya pada kami apa benar kamu sudah menikah " ucap Adnan.
" Zavi , ayah tidak suka dengan kebohongan jika memang kamu sudah menikah katakan pada kami yang sebenar nya " ucap Alvi dengan serius dan menatap Zavi dengan intens sedang kan Zavi yang di tatap sang ayah hanya menunduk kan keplaa nya saja.
Keheningan pun terjadi di ruang makan tersebut ,menunggu Zavi mengatakan yang sebernarnya sampai akhirnya Zavi menghembuskan napas panjang dan memberanikan diri untuk menceritakan semua nya kepada sang ayah .
" Maaf ayah " ucap Zavi sembari mengangkat kepala nya dengan perlahan.
" Sebenar nya Zavi memang sudah menikah ,Zavi minta maaf karna sudah menyembunyikan hal sebesar ini kepada kalian semua selama ini " ucap Zavi
" Lalu ? " Ucap Alvi ,mereka semua pun menjadi penasaran dengan siapa Zavi menikah namun saat Zavi ingin menceritakan semua nya tiba tiba ponsel Alvi berdering dan terpaksa menunda hal tersebut.
Drrttt Drrttt Drrrttt
" Tunggu " ucap Alvi menghentikan Zavi yang ingin menceritakan semua nya ,kemudian Alvi mengambil ponsel nya dari dalam saku celana nya saat ponsel tersebut sudah ada di tangan nya ia mengerut kan dahi nya karna melihat panggilan yang masuk adalah nomor yang tidak di kenal, karna penasaran dan ia berpikir siapa tau itu penting Alvi langsung mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo " ucap Alvi tidak ada sautan dari sebrang sana
" Hallo ,maaf ini siapa ya " ucap Alvi namun tetap saja tidak ada yang berbicara ,Alvi berpikir itu hanya orang jail saja namun saat akan di matikan seseorang berbicara di sebrang telpon sana Alvi lalu mendekat kan ponsel tersebut di telinga nya kembali saat itu juga kedua mata Alvi membulat sempurna saat mendengar apa yang di bicara kan oleh orang tersebut pada Alvi hingga tanpa sadar ponsel yang ia pengang pun terjatuh sehingga membuat semua orang khawatir.
" Ayahh !!! " Ucap Adnan ,Zavi , dan Nayla serempak ,mereka semua pun terkejut sekaligus khawatir saat melihat perubahan sang ayah .
" Al ,kamu kenapa " tanya haris panik .
" Ayah ada apa " tanya Zavi cemas namun Alvi hanya diam saja tidak merespon mereka lalu Zavi mengambil ponsel sang ayah dan melihat siapa yang telah menelpon nya barusan namun saat ia periksa hanya ada nomor baru dan tidak tau dari siapa itu ,saat Zavi mencoba menghubungi kembali nomor tersebut tidak di angkat membuat semua orang menjadi bingung sekaligus khawatir dengan Alvi.....
BERSAMBUNGGGGGG......
__ADS_1