
Bab 42 Berkencan Dengan Yang Siqi
Mengetahui Xia Qing sama sekali tidak menyadari Qin Lang adalah keturunan generasi kedua kaya, maka Yang Siqi tidak terlalu memperhatikan kata-kata Xia Qing, dia mengeluarkan kotak rias yang dibawanya dan memperbaiki dandanannya di depan cermin.
"Kakak Sepupu, demi memberi Zhao Wei sebuah kejutan hari ini, kamu cukup berusaha keras, jika kamu berdandan lagi bahkan Fan Bingbing (artis) akan iri denganmu." Xia Qing berkata menggodanya. Kakak sepupu sudah mendiskusikan dengannya hari ini, dia juga akan meminta Zhao Wei datang nanti, berkencan dengan Qin Lang adalah cara untuk memancing emosi Zhao Wei.
"Tentu saja, aku akan memanfaatkan kesempatan hari ini." Yang Siqi berkata sambil memperbaiki bulu matanya, adik sepupu, apakah kamu pikir aku akan berdandan seperti ini demi Zhao Wei? Aku melakukan semua ini demi menarik perhatian Qin Lang dan mendapatkannya.
Tapi Xia Qing sama sekali tidak tahu dengan tujuan tersembunyi kakak sepupunya.
"Waktunya masih pagi, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu di mal sekarang?" Xia Qing merangkul lengan Yang Siqi dan hendak berbelanja di mal.
"Jangan, Qin Lang akan tiba sebentar lagi, tidak sopan jika dia datang tapi tidak melihat kita." Yang Siqi tidak bergerak, hal penting hari ini baginya adalah menemani Qin Lang dengan baik.
"Orang miskin seperti itu, apakah perlu begitu dipedulikan?" Xia Qing mencibir.
20 menit kemudian, Qin Lang turun dari taksi dan melihat dua wanita cantik berjalan ke arahnya dan mata Qin Lang terlihat bersinar.
Yang Siqi hari ini cantik sekali, rambut panjang bergelombang, tubuh tinggi yang halus, bagian belahan rok panjangnya memperlihatkan kakinya yang panjang, dengan ditemani dandanan yang cantik, sehingga membuat pria yang melihatnya tanpa sadar akan mengkhayal.
"Kamu telat sekali, membiarkan kami dua wanita cantik menunggumu, kamu pikir kamu Wang Sicong (Seorang pengusaha sukses di Tiongkok)?" Xia Qing memukul punggung Qin Lang beberapa kali karena dia kesal menunggu lama.
"Xia Qing, kamu tidak keterlaluan? Sekolah kalian begitu jauh, 20 mudah sudah termasuk cepat." Yang Siqi membela Qin Lang lalu berkata kepada Qin Lang, "Maaf, kamu juga tahu sikap adik sepupuku agak buru-buru."
Kakak sepupu, aku memarahi si miskin, mengapa kamu malah membalikkannya padaku? Xia Qing merasa kesal, tapi ketika memikirkan kakak sepupu sedang membohongi Qin Lang, maka kemarahannya langsung hilang.
"Qin Lang, bukankah terakhir kali kamu membawa Mercedes-Benz G? Kenapa naik taksi hari ini?" Xia Qing melipat tangannya sambil menatap Qin Lang.
"Masuk ke bengkel." Setelah kejadian kemarin, Qin Lang juga tidak mau menutupi jika dia adalah keturunan generasi kedua yang kaya.
Tapi kata ini cukup mengagetkan Yang Siqi, mengapa Qin Lang mengakuinya, gawat, adik sepupu akan tahu dengan identitas Qin Lang!
"Apa benar masuk ke bengkel?" Xia Qing mencibir, mental orang miskin ini kuat sekali dan wajahnya tidak berubah sewaktu berbohong, "Kamu jangan berpura-pura lagi di depanku, Ran Ying sudah memberitahuku jika itu bukan mobilmu! Kamu sengaja berpura-pura di depan kami hari itu!"
"Oh? Coba kamu katakan, jika itu bukan mobilku, kenapa aku tidak menyuruh Xie Hao ganti rugi? Aku hanya orang miskin dan tidak mampu membayar begitu banyak uang." Ekspresi Xia Qing terlihat menyebalkan dan membuat Qin Lang teringat kejadian kemarin, hatinya merasa emosi.
Xia Qing masih tidak mengerti dan dia langsung marah ketika Qin Lang berkata seperti itu.
"Itu karena kamu ingin berpura-pura di depan kami, pokoknya kamu adalah si miskin yang kantongmu bahkan lebih bersih dari wajahmu, mungkin saja sebelumnya kamu sudah banyak utang, makanya tidak ada bedanya jika ditambah 100 ribu yuan, lagi pula kamu tidak mampu membayarnya."
__ADS_1
Xia Qing berkata dengan kesal, setelah selesai dia tidak memberi Qin Lang kesempatan untuk menjelaskan, dia langsung menarik baju Qin Lang dan menendang bokong Qin Lang beberapa kali, "Kamu sudah berani ya, kamu berani adu mulut denganku, kamu rasakan..."
Tendangan Xia Qing sama sekali tidak sakit, Qin Lang hanya menganggapnya sebagai pijatan gratis dan malas perhitungan dengannya.
"Kakak Sepupu, kamu lihat, orang ini terlihat polos tapi sebenarnya dia licik, kamu harus hati-hati." Demi membalas Qin Lang, Xia Qing sengaja berkata seperti ini kepada Yang Siqi.
"Sudahlah, kamu tidak perlu urus masalah kami berdua, Xia Qing, bukankah kamu ada janji dengan orang?" Yang Siqi memberikan isyarat kepada Xia Qing.
Sebelum datang mereka sudah membahasnya, Xia Qing akan pergi setelah Qin Lang datang, lalu menelepon Zhao Wei untuk datang, memancing kecemburuannya.
Menyuruh Zhao Wei datang agar Xia Qing tidak curiga, karena jika Yang Siqi berkencan dengan Qin Lang maka akan terasa sangat aneh.
Tentu saja, Yang Siqi tidak akan membiarkan Zhao Wei datang merusak kencannya dengan Qin Lang, dia hanya perlu mencari sebuah tempat tersembunyi, maka Zhao Wei tidak bisa menemukannya lalu sembarang mencari sebuah alasan untuk menjelaskannya kepada Xia Qing.
Yang Siqi sangat percaya diri dengan rencananya, tidak mungkin ada kesalahan.
"Oh, benar, aku dan sahabatku janjian untuk diet bersama." Mata Xia Qing berputar sambil melihat Qin Lang dengan licik, "Qin Lang, kamu tinggal di sini dan temani kakak sepupuku dengan baik."
Sebentar lagi Xia Qing akan datang membawa Zhao Wei dan Qin Lang akan merasa canggung nantinya, dengan sikap yang dimiliki Zhao Wei, maka mungkin saja dia akan memukul Qin Lang.
Xia Qing pada saat ini merasa mempermainkan Qin Lang, Qin Lang bukankah kamu si miskin ini melawanku? Aku akan lihat apa yang akan kamu lakukan nanti, kamu pikir dirimu bisa membuat kakak sepupuku begitu tertarik padamu, mimpi saja kamu.
Dia pamit dengan kakak sepupu dan Qin Lang, Xia Qing pura-pura pergi, dia berjalan sejauh belasan meter dan Xia Qing diam-diam berpaling, dia melihat Yang Siqi merangkul lengan Qin Lang dan masuk ke sebuah restoran barat yang tidak jauh darinya.
"Kakak sepupu benar-benar, hanya sebuah sandiwara saja tapi dia merangkul Qin Lang, bukankah ini menguntungkan dirinya?" Dia bergumam sambil mengeluarkan ponsel dan menelepon Zhao Wei setelah menemukan nomornya.
"Zhao Wei, ada waktu sekarang... kalau begitu datang jemput aku di Zhong Yang Square, ada orang yang merebut taksiku, menyebalkan... baik, aku tunggu kamu di sini, kamu cepat datang ya."
Xia Qing merasa puas dengan penampilannya setelah dia menutup teleponnya.
Dia cukup pintar, jika langsung mengatakan Yang Siqi berkencan dengan si miskin maka mungkin akan ketahuan oleh Zhao Wei dan merusak rencananya. Jika membiarkan Zhao Wei secara ‘tidak sengaja’ melihat Yang Siqi bersama si miskin itu maka hasilnya akan berbeda, pasti bisa memancing kecemburuannya.
Setengah jam kemudian, mobil Audi A5 datang ke Zhong Yang Square.
Seorang pria berumur 28 tahun turun dari mobil, dia berpakaian rapi, memakai kacamata hitam dan rambutnya juga rapi.
"Zhao Wei, kamu sudah datang." Xia Qing menghampirinya sambil tersenyum, Xia Qing pernah bertemu beberapa kali dengan Zhao Wei ketika ikut dengan Yang Siqi. Mereka lumayan akrab, menurut Xia Qing, Zhao Wei adalah orang yang baik, jika tidak, dia dan kakak sepupunya tidak akan memikirkan jurus ini.
__ADS_1
"Ya, aku sibuk urusan bisnis dua hari ini, dan juga tidak ada waktu bertemu kakak sepupumu, bagaimana kabar kakak sepupumu?" Zhao Wei bertanya sambil tersenyum.
"Kamu ini, setiap kali bertemu selalu mengungkit kakak sepupuku, telingaku sudah hampir keluar asap." Xia Qing menggodanya, lalu dia berpikir di dalam otaknya dan berkata, "Belakangan ini kakak sepupuku lumayan sibuk, tapi sepertinya bukan hanya urusan pekerjaan saja, tapi aku juga tidak tahu dengan jelas dia sedang sibuk apa."
Xia Qing sengaja memberinya petunjuk, tapi semakin tidak jelas, sehingga Zhao Wei semakin penasaran dan juga semakin cemas, jika seperti ini maka emosinya akan semakin besar sewaktu melihat kakak sepupu berkencan dengan Qin Lang nanti.
"Seperti itu ya?" Benar saja, Zhao Wei mulai curiga.
Sewaktu kencan buta dulu, dia sudah tertarik kepada Yang Siqi saat pertama kali melihatnya.
Hanya saja dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya secara jelas dengan Yang Siqi, hubungan mereka terus menggantung. Dia berpikir dalam masalah percintaan, siapa yang menyatakan perasaan terlebih dulu, maka akan dianggap pihak yang lemah, oleh karena itu, dia terus menunggu Yang Siqi menyatakan perasaan padanya. Tapi siapa sangka, pikiran Yang Siqi juga sama dengannya dan yang paling penting sekarang adalah Yang Siqi tidak peduli padanya lagi sekarang.
"Kamu mau pergi ke mana, aku akan mengantarmu sekarang." Zhao Wei berpikir sejenak dan berkata kepada Xia Qing.
"Kamu lihat, sekarang sudah siang hari, aku masih belum makan. Begini saja, aku traktir kamu makan hari ini dan anggap sebagai ongkos mobilnya." Xia Qing berkata dengan aneh. Melihat ekspresi Zhao Wei tadi, dia merasa pasti bisa melihat adegan bagus hari ini.
Zhao Wei juga tidak menolaknya, dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk lebih memahami Yang Siqi.
Xia Qing merasa senang, dia berjalan sambil tertawa dengan Zhao Wei ke arah restoran yang dituju Yang Siqi dan Qin Lang tadi.
Hanyaa saja, Xia Qing tidak melihat sosok Yang Siqi di dalam restoran.
"Lebih baik kita ke restoran lain saja, restoran ini kurang bagus!" Xia Qing dan Zhao Wei berjalan keluar, dia kehabisan akal sekarang, sudah sepakat akan berada di restoran ini, tapi kenapa kakak sepupu tiba-tiba berubah? Sekarang harus mencarinya di mana?
Xia Qing juga tidak menelepon Yang Siqi, dia menghubungi Yang Siqi di WeChat tapi Yang Siqi tidak membalasnya.
Tidak ada pilihan lain, Xia Qing hanya bisa membawa Zhao Wei jalan-jalan di mal dan mencarinya satu per satu.
"Xia Qing, kamu mau makan apa sebenarnya?" Zhao Wei tidak sabar lagi, dia bertanya dengan nada marah.
"Ah..." Xia Qing sedang berpikir di dalam otaknya, pada saat ini, dia melihat dua orang melalui kaca jendela sebuah restoran, bukankah itu Yang Siqi dan Qin Lang.
"Restoran ini terlihat lumayan, makan di sini saja?" Xia Qing berdiri di depan Zhao Wei, dia ingin Zhao Wei melihat kakak sepupunya sewaktu dia masuk ke restoran sehingga emosinya lebih tersulut.
"Aduh, aku sakit perut dan mau ke toilet dulu, Zhao Wei, kamu masuk dan pesan makanan dulu!" Xia Qing memegang perut dan terlihat sakit sambil bicara dengan Zhao Wei.
Zhao Wei tidak bicara apa-apa dan masuk ke restoran seorang diri.
Xia Qing melihat Zhao Wei masuk. Dia bersembunyi di sudut untuk memperhatikan semua yang terjadi di restoran, dia menunggu reaksi Zhao Wei marah dan mengamuk kepada Qin Lang.
__ADS_1
"Kakak sepupu, kakak sepupu, kamu mengubah tempatnya tiba-tiba juga tidak memberitahuku, sampai aku harus mencarinya dengan susah payah! Untung saja aku bisa menemukannya, jika kamu dan Zhao Wei sudah jadian, kamu jangan melupakan adik baikmu ini, apakah kamu tidak merasa bersalah padaku jika tidak memberiku angpao besar?" Mata Xia Qing terlihat senang dan mulutnya bergumam.