KAYA DALAM SEMALAM

KAYA DALAM SEMALAM
BAB 56


__ADS_3

Bab 56 Wanita Yang Menjual Panekuk


Mendengar perkataan dari kepala polisi tersebut, hati Xie Wenjing seperti tertimpa batu besar, sekujur tubuhnya gemetaran, di bawah alam sadarnya, Xie Wenjing seperti telah mempercayai Zhu Junwen adalah pelakunya, 2 juta yuan itu nominal yang sangat besar, jika dia diminta untuk menggantikan uang itu, bagaimana mungkin dia bisa melakukannya, Xie Wenjing benar-benar merasa hancur.



Mendengar Zhu Junwen yang masih berdebat dengan keras, Xie Wenjing yang telah sedikit lebih tenang ini pun berteriak dengan suara serak, "Bukan kami, kalian sudah salah, lepaskan kami, Qin Lang sialan itu yang mencurinya..."



Suaranya sangat keras seolah-olah bukan mereka pelakunya.



"Bawa pergi!"



Kepala polisi menggelengkan kepalanya dengan tak berdaya dan beberapa polisi juga telah membawa membawa Xie Wenjing serta Zhu Junwen pergi.



Dulu, Xie Wenjing tidak pernah memperlihatkan betapa menyedihkannya di depan Qin Lang, dia selalu bertekad bahwa dirinya harus lebih baik dari Qin Lang dan meninggalkan Qin Lang adalah suatu pilihan yang paling bijak baginya, tapi saat ini, Xie Wenjing seperti benar-benar lupa akan keberadaan Qin Lang, dia berteriak dengan keras untuk membebaskan dirinya sendiri.



Keduanya telah ditarik oleh petugas polisi hingga keluar aula hotel.



Qin Lang dan Zhong Yu saling bertatap wajah untuk sekilas, mereka tampak sangat lega, sudah sebulan lebih lamanya dan akhirnya nama mereka telah dibersihkan.



Di akhir perjamuan, di sebuah sudut ruangan, Qin Lang menepuk pundak Gu Jianming, tindakan ini mengisyaratkan bahwa dia sangat puas dengan acara hari ini, dia juga menyemangati Gu Jianming dalam melaksanakan segala tugas keluarga agar semua orang bisa melihat kerja kerasnya.



Sepatah kata tersebut membuat Gu Jianming merasa sangat tersanjung.



Meskipun acara perjamuan ini belum berakhir sepenuhnya, tapi Qin Lang telah membawa Zhong Yu untuk keluar dari Hotel Grand View.



Keduanya menaiki sebuah mobil dan langsung menuju Universitas Jinling.



Di dalam mobil, Qin Lang menelepon Kong Lingxian. Saat ini Zhong Yu juga telah mengetahui identitas aslinya dan dia juga tidak perlu menyembunyikannya lagi.



"Tuan Kong, terima kasih atas pertemuan ini." Kata Qin Lang sambil tersenyum datar, Zhu Junwen tertangkap di hari di mana dirinya kembali ke Kota Jinling dan ini merupakan suatu kebetulan yang tidak terduga.



"Tuan muda besar terlalu sungkan." Kata Kong Lingxian dengan hormat. Ketika Qin Lang dibawa ke Pulau Bai Hua, Kong Lingxian langsung berkomunikasi dengan penanggung jawab tim ketiga dan beberapa hari kemudian mereka telah berhasil menemukan bukti kuat kejahatan yang dilakukan oleh Zhu Junwen, tapi dia menyimpannya dengan sendiri dan tidak melaporkannya ke polisi, hal ini dilakukan agar Qin Lang bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri proses penangkapan Zhu Junwen.



"Aku mengetahui hal ini dari tim ketiga, mereka telah menghancurkan Organisasi Naga Biru, bahkan di hari itu juga pergerakan tim ketiga ditekan, di samping itu, melalui sebuah proses, aku juga telah mengembalikan status pelajar Nona Zhong Yu, Anda bisa membawa Nona Zhong Yu untuk kembali bersekolah seperti biasa."



"Kamu memang sangat perhatian." Qin Lang sangat puas, Kong Lingxian lebih bijaksana dibanding dirinya dan ini membuatnya jauh lebih tenang.



Di pintu selatan sekolah mereka turun dari mobil, Zhong Yu ingin mengajak Qin Lang untuk menyantap makanan ringan di sepanjang jalan yang menjual makanan ringan. Karena sebelumnya, di perjamuan tadi Qin Lang dan Zhong Yu tidak makan banyak.



Jalanan yang menjual makanan ringan itu berada tepat di sebrang jalan pintu selatan sekolah, Qin Lang dan Zhong Yu dengan cepat tiba di sana.



Tahu busuk, mie dingin panggang, liangpi atau biasa yang disebut dengan mie dingin semua ada di sini...



Dan saat ini adalah waktunya para mahasiswa keluar untuk mencari makanan, sungguh ramai.



Pemilik dari warung ini sebagian besar petani penduduk setempat, usia mereka berkisar dari 4 hingga 50 tahun, kulit wajah mereka lebih gelap dan bagi mereka, meskipun hanya bisa menghasilkan uang sedikit, itu sudah lebih dari cukup.



"Ayo, kita makan panekuk gandum." Qin Lang dan Zhong Yu berjalan ke warung yang menjual panekuk gandum. Semua warung yang ada di sana terlihat sangat ramai dan hanya ada satu warung yang tidak memiliki satu pelanggan di depannya.



Sepertinya makanan yang disajikan tidak begitu enak, tapi Qin Lang dan Zhong Yu memiliki hati nurani yang sangat baik, tidak mudah untuk membuka warung, oleh karena itu, selama bisa membantu, maka mereka akan membantunya.



"Apa ada yang ingin ditambahkan di atas panekuknya? Ada sosis, rumput laut..." Pemilik bertanya dengan senang hati saat melihat Qin Lang dan Zhong Yu mendekat, hingga saat ini pemilik warung belum menjual satu pun dagangannya.

__ADS_1



"Satu tambah sosis, satu tambah potongan cabe ..." Ketika Qin Lang sedang berbicara kepada pemilik warung, Zhong Yu yang sedang berdiri di sampingnya tampak memundurkan satu langkah kakinya.



"Dia!" Ketakutan terpancar dari mata Zhong Yu, wajah pemilik warung tadi tidak terlihat dengan jelas saat berdiri di belakang gerobak, namun saat ini ketika mendekat Zhong Yu bisa melihat dengan jelas, dia adalah Zheng Yan!



Qin Lang memeluk Zhong Yu, lalu menenangkannya dengan pelan, bayangan Zheng Yan yang menekannya ke dalam air sangat menghantui pikirann Zhong Yu.



"Maaf, Zhong Yu. Aku sudah salah, aku pantas mati, aku mohon kamu mau memaafkan aku..." Zheng Yan langsung berlari keluar dari belakang gerobaknya dan berlutut di hadapan Zhong Yu.



Hari di mana dia memukul Zhong Yu memang suatu mimpi buruk baginya, padahal apa yang dilontarkan Qin Lang hanyalah untuk menakut-nakutinya, bagaimana mungkin bisa membuat keluarga untuk putus hubungan dengannya?



Hanya saja, pada akhirnya, Organisasi Naga Biru milik pamannya rata dalam satu malam, belum sempat menunggunya pulang, ayahnya telah meneleponnya dan mengatakan untuk mengakhiri hubungan dengannya, bahkan juga mengambil semua uang yang dia miliki.



Sejak hari itu, Zheng Yan tidak memiliki pemasukan dana, dia masih harus bersekolah, tapi jika tidak memiliki uang bagaimana dia bisa hidup? Bahkan dia sempat berpikir untuk menjadi wanita panggilan, tapi pada akhirnya, dia memilih untuk meminjam uang dan membeli sebuah gerobak untuk menjual panekuk.



Sudah 20 hari lebih dia berjualan dan dagangannya sangat sepi, bahkan sebagian besar panekuk yang dia buat dimakan sendiri.



Baru saja dia merasa sangat bahagia bisa mendapatkan dua pelanggan dan berpikir bahwa akhirnya dia bisa mendapatkan uang sebesar 10 yuan, tapi siapa sangka mereka ternyata adalah Zhong Yu dan Qin Lang.



Dan saat ini Zheng Yan sangat ketakutan, kekuatan Qin Lang dalam membasmi pamannya terlihat sangat mudah dan jika sampai dirinya membuat Qin Lang marah, apa dia masih bisa hidup?



"Kamu masih belum bisa melupakannya dan sangat membencinya? Baiklah, aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan." Kata Qin Lang dengan santai di depan telinga Zhong Yu sambil memeluknya.



Qin Lang mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk menelepon Kong Lingxian. Setelah tinggal di pulau untuk beberapa saat, Qin Lang juga perlahan-lahan telah memulihkan temperamennya sebagai anak dari keluarga kaya. Seorang Zheng Yan baginya tidak jauh beda dengan sehelai rumput yang ada di tanah.



Ah! Hati Zheng Yan berdebar dengan kencang, kali ini Qin Lang sepertinya akan membunuhnya, dia sudah menjadi seperti seorang pengecut, tapi Qin Lang tetap tidak mau melepaskannya.




Saat berada di pulau, Qin Lang juga sudah memberi tahu Zhong Yu bahwa dia akan membuat Zheng Yan kehilangan tempat tinggal dan setelah melihatnya berlutut seperti ini dengan pakaiannya yang penuh dengan cipratan minyak dan tubuhnya yang bau dengan aroma telur, Zhong Yu merasa hukuman ini sudah cukup untuk Zheng Yan.



"Baiklah." Qin Lang memasukan kembali ponselnya.



"Terima kasih, terima kasih atas kebaikan Anda yang begitu besar ini, aku akan membalasnya..." Zheng Yan berlutut sambil menganggukkan kepalanya dengan bahagia. Pada saat ini, dia sama sekali tidak memiliki sedikit pun niat untuk membalas dendam kepada Zhong Yu dan Qin Lang, dia sudah jera.



Qin Lang meminta Zheng Yan untuk segera bangun, karena bagaimanapun juga tidak enak jika dilihat banyak orang. Zheng Yan segera bangun, lalu dengan secepat kilat membuatkan pesanan kepada Qin Lang dan Zhong Yu, dia berencana untuk memberikan panekuk ini secara percuma kepada mereka, tapi pada akhirnya Qin Lang tetap memberikan uang sebesar 20 yuan padanya.



Menggenggam uang senilai 20 yuan sambil memandangi bayangan Zhong Yu dan Qin Lang pergi, air mata Zheng Yan pun tidak bisa dibendung. Jika bukan karena dirinya sendiri yang mencari gara-gara, bagaimana mungkin dia akan berada di titik seperti ini.



Zheng Yan memasukkan uang tersebut ke saku bajunya, kemudian kembali merapikan ember-ember serta menunggu pelanggan yang datang.



Qin Lang berkeliling satu putaran di sekolah, lalu segera kembali ke vila Perumahan Pulau Cui, Qin Lang juga membantu Zhong Yu untuk membeli keperluan sehari-harinya dan membiarkan Zhong Yu untuk tinggal di vila.



Qin Lang juga tinggal di sana, tentu saja mereka tidak tidur dalam satu kamar, melainkan pisah kamar.



Dan pada saat yang bersamaan, Xie Wenjing dan Zhu Junwen juga telah keluar dari kantor polisi.



Ayah dari Zhu Junwen sepakat untuk mengeluarkan uang jaminan atas kebebasannya, begitu juga dengan pemimpin sekolah, beliau juga setuju jika dalam setahun ini Zhu Junwen bisa mengembalikan uang yang dicuri olehnya, maka sekolah tidak akan meminta pertanggung jawabannya lagi.



"Dasar bedebah, bagaimana aku bisa mempunyai anak sepertimu?" Ayah Zhu Junwen menendang pantatnya hingga membuatnya tersungkur, lalu melayangkan dua tamparan keras ke wajahnya.


__ADS_1


"Bukankah kamu hebat? Cari sendiri uang itu, aku tidak akan mengeluarkan sepeser pun untukmu!" Ayah Zhu Junwen melontarkan kata yang begitu menyakitkan, lalu mengendarai mobilnya dan melaju pergi.



"Ayah, ayah..."



Zhu Junwen berteriak memanggil ayahnya sambil memegang wajahnya yang membengkak dan hanya suara knalpot dari mobil ayahnya yang membalasnya.



"Kalian berdua pikirkan saja bagaimana caranya agar bisa mengembalikan uang itu, kami sudah memposting berita ini di situs resmi sekolah, jika sampai sehari kalian tidak membayarnya, maka wajah kalian akan terpampang di situs itu." Kata beberapa pimpinan sekolah sambil mengerutkan keningnya dan langsung pergi meninggalkan mereka.



Zhu Junwen hampir tak berdaya dan Xie Wenjing juga menangis histeris karena masalah ini, 2 juta yuan, bagaimana caranya agar bisa dibayar?



"Apa yang kamu tangisi!" Zhu Junwen memarahi Xie Wenjing dengan keras.



"Aku tidak akan menangis lagi, sekarang sudah hampir jam 10, ayo kita pesan satu kamar di hotel untuk menginap?" Kata Xie Wenjing sambil menyeka air matanya.



"Xie Wenjing, kamu ini tidak punya otak? Uangku hanya tersisa beberapa ratus yuan saja dan kamu masih ingin menginap di hotel? Oke, kamu saja pergi, pergi sana!" Zhu Junwen mendorong Xie Wenjing.



Xie Wenjing tidak mempunyai uang sama sekali, pada hari biasanya dia hanya menghabiskan uang Zhu Junwen.



"Maaf, aku salah. Kalau begitu kita naik taksi kembali ke sekolah saja." Xie Wenjing juga tahu bahwa perasaan Zhu Junwen saat ini sedang tidak baik.



"Naik taksi? Apa kamu tahu berapa biaya yang harus dibayar dari sini ke sekolah? 100 yuan lebih, apa kamu punya uang itu? Jika kamu bisa membayarnya, maka sekarang juga aku akan panggil taksi!" Zhu Junwen melototkan matanya ke arah Xie Wenjing. Ekspresinya terlihat marah besar.



Bibir Xie Wenjing bergetar sambil menatap Zhu Junwen, dia merasa sangat menderita saat ini dan dia juga merasa Zhu Junwen sangat jahat.



"Ayo, pergi… naik sepeda sewa bersamaku!" Zhu Junwen menarik pergelangan tangan Xie Wenjing, lalu berjalan ke arah sepeda yang terparkir rapi.



Tiba-tiba Xie Wenjing melepaskan genggaman tangannya, lalu berlari hingga pinggir jalan dan melambaikan tangan untuk menghentikan mobil taksi, dia ingin segera kembali ke sekolah.



Zhu Junwen merasa sangat kesal setengah mati, dia pun berteriak dengan marah dan memanggil Xie Wenjing dengan panggilan '\*\*\*\*\*\*'.



Keesokan harinya, Zhong Yu telah berangkat ke sekolah pagi harinya, dalam bulan ini, dia telah ketinggalan banyak sekali mata kuliahnya dan dia harus menebusnya.



Sedangkan Qin Lang, dia terbangun pada jam 8, lalu perlahan-lahan berjalan ke kantin sekolah untuk mencari sarapan, kemudian pergi ke asrama untuk menemui Ren Hao dan lainnya.



Sambil menyantap sarapannya Qin Lang melihat ponselnya. Di situs resmi sekolah wajah Zhu Junwen telah terpampang di atas sana dan tertulis juga berita mengenai dia yang telah mencuri uang sebesar 2 juta yuan, semuanya tertulis dengan jelas di sana.



Qin Lang tersenyum datar.



"Bukankah itu Zhu Junwen?"



"Benar! Dia sudah seperti anjing, bagaimana bisa melakukan hal seperti ini, sungguh tidak tahu malu."



Beberapa mahasiswa yang sedang menyantap sarapan mulai berbisik, Qin Lang pun melirik ke arah mereka dan terlihat Zhu Junwen sedang berjalan masuk dari luar menuju meja yang ada di depannya, terlihat Xie Wenjing sedang menyantap semangkuk bubur dengan santai.



Sekarang Zhu Junwen telah berhutang sejumlah uang besar senilai 2 juta yuan dan Xie Wenjing masih tetap setia dengannya, sepertinya cintanya pada Zhu Junwen benar-benar sejati dan membuat orang-orang sangat menghargainya, pikir Qin Lang dengan santai.



"Brakk!"



Baru saja Zhu Junwen tiba di depan meja, dia langsung menggebrak meja dengan keras, lalu berkata sambil menunjuk Xie Wenjing, "Xie Wenjing, nyalimu sudah kuat ya? Berani sekali kamu meninggalkan aku tadi malam! Sudah hebat kamu, naik taksi langsung kabur, apa kamu tahu bagaimana aku pulang tadi malam? Naik sepeda, dua kakiku sudah mau patah, kalau sampai hari ini kamu tidak memijatku, akan kupukul kamu..."


__ADS_1


Xie Wenjing hanya tersenyum datar melihat Zhu Junwen yang sedang marah, setelah menunggu dia selesai berbicara, dia pun berkata dengan perlahan, "Kita putus saja ya."


Bersambung...


__ADS_2