KAYA DALAM SEMALAM

KAYA DALAM SEMALAM
BAB 46


__ADS_3

Bab 46 Tunjukkan Keberanianmu


"Kakak Xu, anggap saja hari ini Anda memberiku muka dan lupakan saja, aku akan mentraktir makanan kalian hari ini..."Manajer tahu jika Zhong Yu adalah gadis yang baik, dia tidak tega membiarkan Xu Gao menghancurkannya.


"Bukk..." Tanpa menunggu manajer selesai bicara, Xu Gao sudah meninju hidung manajer.


Manajer membungkuk sambil memegang hidungnya, darah segar mengalir dari sela jarinya.


"Apakah kamu tidak mengerti kataku?" Xu Gao berkata dengan sombong kepada manajer, dia memasukkan tangannya ke sakunya dan merendahkan tubuhnya sedikit, "Kamu masih ingin mengatakan apa sekarang?"


"Kakak Xu, bagaimanapun juga dia adalah karyawan restoranku..." Manajer berkata dengan serba salah.


Pada saat ini, Xu Gao mengangkat kaki kanannya dan menendang kepala manajer itu.


Manajer langsung jatuh karena tendangan itu dan memuntahkan dua gigi dari mulutnya, mulut dan kepalanya berlumuran darah.


Xu Gao tidak menahan dirinya, dia mengangkat kakinya tinggi-tinggi sekali lagi dan bersiap menendangnya sekali lagi, meskipun mematahkan dagu manajer itu, Xu Gao juga tidak takut.


"Kakak Xu, aku lepaskan, aku lepaskan..." Manajer berkata dengan panik, dia tidak mungkin membiarkan dirinya terluka parah demi melindungi Zhong Yu.


"Hehe, kamu termasuk pintar!" Xu Gao menurunkan kakinya dan tersenyum dengan bangga.


"Cepat bawa Zhong Yu keluar dan cucikan baju Kakak Xu." Manajer berdiri dan berkata kepada satu pelayan pria.


Pelayan itu hendak ke arah dapur tapi seseorang menghadang jalannya.


Qin Lang mendorong pelayan itu keluar dengan pelan.


"Aduh, bukankah dia orang gila tadi?" Xu Gao mencibir ketika dia melihat Qin Lang, beberapa pengikutnya juga tertawa keras.


"Melihat kamu orang bodoh maka cepat pergi, aku akan membiarkanmu!" Xu Gao melihat ke arah pelayan itu, "Kamu masih tunggu apa lagi? Cepat bawa Zhong Yu keluar!"


Hanya saja Qin Lang masih menghadang di depan pelayan itu.


"Kamu mau cari mati ya? Maju kamu!" Xu Gao berteriak marah kepada Qin Lang.


Qin Lang tersenyum datar sambil berjalan ke arah Xu Gao, dia sekalian mengambil sebotol anggur merah dan juga gelas anggur dari meja di sampingnya.


"Orang bodoh ini banyak kemajuan, barusan dia takut ketika Xu Gao berteriak padanya tadi, tapi berani datang sekarang."


"Kamu jangan bilang dia bodoh, kamu tidak melihat dia hendak menuangkan anggur untuk Kakak Xu, kamu lihat dia pengertian sekali."


"Menuangkan anggur akan mengurangi dua tamparan, dengan kekuatan yang dimiliki Xu Gao, jika memukul kepalanya bukan bodoh juga akan menjadi bodoh, bukankah begitu Kakak Xu?"


Xu Gao disanjung oleh pengikutnya, dia tidak begitu marah lagi melihat Qin Lang saat ini, dia akan menampar Qin Lang dua kali setelah Qin Lang menuangkan anggur untuknya dan menjadikan dia bawahannya, lumayan juga jika ada pengikut orang bodoh...


Ketika Xu Gao sedang berkhayal, Qin Lang sudah berada di depannya dan menuangkan gelas anggur penuh dengan anggur merah.

__ADS_1


"Orang bodoh memang bodoh, kamu menuangkan sepenuh itu, bagaimana aku meminumnya?" Xu Gao berkata dan hendak meraih gelas yang ada di tangan Qin Lang, tapi belum sempat tangannya menyentuh gelas itu, terlihat 'air terjun' merah menyemprot ke arahnya.


Segelas anggur merah penuh dituangkan Qin Lang ke wajah Xu Gao, cairan anggur masuk ke dalam mata dan hidung sehingga membuatnya kepedasan dan merasa tidak nyaman, tanpa sadar dia membungkuk.


"Bruk" Tangan Xu Gao menyeka anggur di wajahnya, dia ingin membuka matanya tapi karena pedas, maka dia sama sekali tidak bisa membuka mata, dia hanya bisa menyipitkan matanya, "Kamu mau cari mati ya..."


Belum selesai dia berkata, hatinya terkejut, di dalam pandangan matanya yang samar, sebuah sosok hitam segera mengarah ke arahnya, dia masih belum sempat bereaksi tapi Xu Gao langsung merasa dahinya sakit dan pada saat bersamaan 'Plak', ada lebih banyak cairan anggur yang mengalir di kepalanya, di antaranya juga ada pecahan kaca.


"Ah..." Xu Gao berteriak tragis dan jatuh di lantai, dia memegang dahi dengan tangannya dan dia melihat ada darah.


Pada saat ini tangan Qin Lang masih memegang setengah botol anggur merah dan pecahan botol berserakan di lantai pada saat ini.


"Kenapa kalian masih diam saja? Habisi dia!" Xu Gao berteriak marah kepada anak buahnya lalu beberapa anak buahnya melihat Xu Gao, terlihat serba salah dan mereka tidak berani beraksi.


Penampilan tidak terduga Qin Lang mengagetkan semua orang, mereka masih terkejut saat ini. Hati semua orang kagum dan takut kepada Qin Lang, mereka bahkan tidak berani sembarang bernapas.


"Bukkk"


Qin Lang melempar sisa botol di tangannya, hanya sebuah gerakan yang sederhana tapi membuat kaget semua orang.


Qin Lang tersenyum dingin dan selangkah demi selangkah berjalan ke arah Xu Gao, Xu Gao sangat ketakutan, dia bergeser ke belakang dan sama sekali tidak memedulikan penampilannya di depan anak buahnya.


"Aku merasa aneh, orang sepertimu bagaimana bisa menjadi ketua?" Qin Lang menginjak wajah Xu Gao sambil melihatnya dengan dingin dan berkata, "Jika aku melihatmu lagi ke depannya, maka aku akan mengasah pisau dan menargetkan kakimu."


Qin Lang menginjak wajah Xu Gao dengan kuat, dia memberinya pelajaran dan bersiap melepaskannya.


"Sobat, kamu jangan pergi dulu, tinggalkan namamu." Kata Xu Gao ketika Qin Lang baru berjalan dua langkah, Qin Lang berpaling dan melihat Xu Gao menatapnya dengan 'hormat'. Dia melihat sekilas para anak buah Xu Gao dan menemukan senyum licik di wajah mereka.


"Kamu masih tidak menyerah ya?" Qin Lang melihat wajah orang-orang ini, dia bisa menebak maksud Xu Gao, dia ingin melihat batasannya dan mencari orang untuk menghajarnya. Qin Lang menghela napas dalam hati, dia memikirkan dengan terlalu sederhana, jika tidak membuat Xu Gao menyerah sepenuhnya, maka bukan hanya dia saja, Zhong Yu dan restoran ini juga akan ikut terlibat masalah.


Karena kamu mau main jadi aku akan menemanimu.


"Namaku Qin Lang dan mahasiswa di Universitas Jinling, ada apa?" Qin Lang berkata dengan sangat santai dan matanya terlihat penuh cibiran.


"Hei, aku pikir kamu ada dukungan besar apa, kamu hanya seorang mahasiswa, berani sekali kamu menyinggungku!" Xu Gao pada awalnya berpura-pura mau menyerah lalu mencari tahu identitas Qin Lang. Tapi tidak diduga begitu cepat bisa membuat Qin Lang mengungkapkan dirinya, apa dia masih perlu berpura-pura setelah mendengar Qin Lang adalah seorang mahasiswa?


"Jika kamu masih tidak bisa bicara dengan baik, aku bahkan tidak bisa menahan sepatuku ini mencium wajahmu." Qin Lang tersenyum datar.


"Pukul saja kalau berani? Seberapa parah kamu memukulku, maka aku akan membalasmu beberapa kali lipat kepadamu, aku ingin tahu apakah kamu bisa meninggalkan tempat ini dengan baik-baik saja atau tidak!"


Wajah Xu Gao penuh darah, dia tersenyum jahat dan terlihat mengerikan.


Dia melihat anak buahnya sendiri, "Aku akan menelepon Bos Shen sekarang dan memintanya mengirimkan beberapa pemukul handal ke sini!"


Mendengar Xu Gao ada hubungan dengan Bos Shen, semua orang yang ada di sini menghela napas dan melihat Qin Lang penuh kekhawatiran.


"Siapa? Bos Shen?" Kenapa Qin Lang merasa nama ini agak familiar.

__ADS_1


"Bocah, Bos Shen adalah pemilik Hotel Berkeley, Shen Wanqian, kata Bos Shen bahkan lebih berguna daripada kata polisi di sini."


"Bagaimana jika kamu memohon kepada Kakak Xu, ketika orang pemukul dari Bos Shen datang, maka akan benar-benar akan terjadi sesuatu, bahkan tidak berguna juga jika kamu telepon polisi."


...


Orang-orang di sekitar berbisik kepada Qin Lang.


Ketika mendengar Bos Shen adalah Shen Wanqian, hati Qin Lang sangat senang sekali.


"Orang bodoh, apakah kamu sudah takut sekarang? Kamu berani menyentuhku, kamu juga tidak lihat siapa dirimu..." Xu Gao berpikir Qin Lang pasti akan kaget sekali ketika mendengar kata-katanya, "Kamu berlutut untukku sekarang dan 'bersujud 300 kali dan mengatakan 300 kali 'kakek, cucu sudah tahu salah', lalu membersihkan lantai dengan lidahmu, maka aku bisa mempertimbangkan untuk melepaskanmu."


"Aku sudah memperingatkanmu supaya tidak berkata sembarangan." Qin Lang berkata sambil berjalan ke depan Xu Gao, dia menendang mulut Xu Gao dua kali seperti menendang bola.


"Kamu..." Xu Gao kaget karena ditendang Qin Lang, "Aku akan menelepon Bos Shen sekarang, kamu tunggu saja..."


Qin Lang melipat tangannya, seolah-olah sedang menunggu pertunjukan bagus.


Teleponnya terhubung, wajah Xu Gao yang penuh darah terlihat tersenyum bangga.


"Bos Shen, aku Xu Gao, aku bukan Xu Gao yang menjual mainan ****... Xu Hao menjual mobil, aku adalah Xu Gao, bukan Xu Hao, benar, Xu Gao, Anda sudah lupa, malam setengah bulan yang lalu, aku pergi ke tempat Anda sambil membawa sebuah koper..." Setelah waktu yang lama, akhirnya Xu Gao bisa membuat Shen Wanqian ingat siapa dirinya.


"Maaf mengganggu Anda hari ini, aku bertemu sedikit masalah, aku harap kamu mengirimkan dua orang datang ke sini... siapa orangnya?". Xu Gao mengirimkan sejumlah uang untuk Shen Wanqian akhir-akhir ini sehingga dia punya koneksi dengannya, jika dia berhubungan dengan orang besar, maka Shen Wanqian pasti akan membantunya, tapi kali ini..., Xu Gao melirik Qin Lang sekilas lalu tersenyum licik, "Bukan orang besar, hanya seorang mahasiswa Universitas Jinling yang bernama Qin Lang."


Qin Lang melihat Xu Gao dengan santai, mendengar Xu Gao menyebutkan namanya membuatnya dia tertawa kencang.


"Kamu masih tertawa! Sebentar lagi kamu harus berlutut dan menjilat sepatuku." Xu Gao melihat Qin Lang dengan dingin dan dia seperti orang bodoh.


Sewaktu Xu Gao terlihat sombong, terdengar suara raungan di telepon, "Kamu bajingan dan memukul Tuan muda! Kamu bajingan, cari mati ya..."


Telinga Xu Gao seperti tuli, hatinya berdetak kencang dan dia hampir mati ketakutan.


"Bos Shen... ada apa ini..." Otak Xu Gao sangat kacau, hatinya merasa tidak tenang.


Pada saat ini Qin Lang mengambil ponsel yang ada di tangan Xu Gao dengan santai.


"Hah..." Xu Gao melihat Qin Lang dengan bingung tapi tidak tahu harus mengatakan apa.


"Tuan Shen, kamu tenang saja, aku tidak terluka." Qin Lang berkata datar dengan orang di ujung telepon, tapi hati Shen Wanqian merasa takut dan tidak tenang.


"Xu Gao ini baru saja mengajukan saran dan aku merasa sangat bagus, dia bisa mencobanya." Mata Qin Lang melirik Xu Gao sekilas dan tanpa sadar seluruh tubuhnya bergetar, tatapan mata anak muda ini tajam, dan sangat dingin.


"Dia mengatakan berlutut dan bersujud 300 kali, lalu memanggil 300 kali 'kakek, cucu tidak berani lagi' kemudian terakhir menjilat lantai sampai bersih, cara ini sangat cocok untuknya..." Qin Lang mengatakan kata Xu Gao sekali lagi.


"Kamu, Bos Shen mau bicara denganmu..." Qin Lang memberikan telepon kepada Xu Gao seperti pengemis.


Xu Gao meletakkan telepon di telinganya dengan takut, "Halo, Bos Shen..."

__ADS_1


Selanjutnya, Bos Shen mengatakan satu kata, Jantung Xu Gao melompat seolah-olah jiwanya hendak terbang keluar, setelah Shen Wanqian selesai berbicara Xu Gao merasa jiwanya sudah hilang setengah.


Dia perlahan-lahan melihat ke arah Qin Lang, sudut matanya bergetar, mulutnya bergetar serta kedua kakinya bergetar, terasa lemas, "bruk", dia berlutut seperti seorang budak, "Tuan muda Qin, maaf, aku pantas mati karena berani menyinggungmu. Aku babi dan tidak punya mata, aku mohon kamu berbelas kasih untuk memaafkan keledai bodoh sepertiku..."


__ADS_2