
Bab 58 Apakah Bisa Melontarkan Satu Kata Yang Jujur?
Ketika tangan Xie Wenjing membelai tangan Qin Lang, Qin Lang segera menyangkalnya.
Xie Wenjing pun tertegun sejenak, ini benar-benar tidak seperti yang dia bayangkan, dia berpikir Qin Lang akan senang ketika dia membelai tangannya dan rencana akan berjalan lancar.
Xie Wenjing melirik Qin Lang dan hanya melihat Qin Lang sedang tersenyum menatapnya.
Lalu, Xie Wenjing hanya bisa tersenyum canggung.
Tampaknya ekspresi Qin Lang saat ini tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi padanya terhadap Zhu Junwen, padahal itu selalu menggantung di dalam hatinya.
Pria ini bahkan tidak membiarkanku untuk menyentuh tangannya, pasti dia menginginkan lebih, dia memang terlihat polos, padahal dia sendiri yang tahu seperti apa dirinya.
Sudahlah, siapa suruh saat ini aku menginginkan uangnya? Aku akan memberikan sesuatu yang lebih manis untuknya.
"Mungkin kamu tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan, tapi ketika aku jalan bersama dengan Zhu Junwen, hatiku selalu ada kamu, aku terus merasa hubunganku dengan Zhu Junwen bukanlah kemauan dari diriku sendiri, hanya saja aku tidak bisa mengendalikan tubuhku..." Xie Wenjing menatap mata Qin Lang dan berkata dengan 'tulus'.
Apa kamu mengidap Skizofrenia? Tidak bisa mengendalikan tubuhmu sendiri, kamu juga bisa memikirkan perkataan gila seperti ini, bahkan masih mengatakan 'mungkin kamu tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan', seharusnya kamu langsung buang saja kata 'mungkin' itu.
"Kalau begitu kamu juga merasa terpaksa saat diajak memesan kamar dengan Zhu Junwen?" Qin Lang mengesap minumannya dan berkata dengan senyum datar.
Raut wajah Xie Wenjing terlihat jelas tercengang, sepertinya Qin Lang masih mempedulikan masalah dia dengan Zhu Junwen, otak Xie Wenjing berputar dengan cepat.
"Aku tahu kamu tidak peduli dengan hal ini, tapi jika aku berpikir kembali, aku juga merasa diriku sungguh bodoh, kenapa aku bisa memesan kamar dengan orang menjijikkan seperti dia, aku sungguh bodoh, terlalu murahan!" Xie Wenjing mulai mengeluarkan jurusnya, merendahkan dirinya untuk maju, agar Qin Lang bisa semakin mengasihani dirinya, Xie Wenjing pun dengan 'sukarela' melayangkan beberapa tamparan ke wajahnya sendiri.
"Hentikan." Qin Lang meraih tangannya sambil mengerutkan keningnya, dia melihat pukulannya cukup keras.
Hehe, tidak rela, bukan? Sakit hati? Kamu sudah jatuh ke dalam genggamanku Qin Lang, aku ingin tahu bagaimana kamu bisa keluar dari genggamanku!
Lalu, Xie Wenjing memanfaatkan situasi untuk meraih pergelangan tangan Qin Lang.
"Qin Lang, kuberitahu satu rahasia padamu, meskipun aku dan Zhu Junwen telah membuka kamar, tapi dia sama sekali tidak menempel di tubuhku, apa kamu tahu mengapa?" Mata Xie Wenjing berbinar-binar menatap Qin Lang, "Karena dia memiliki penyakit, jangan kamu lihat dia tampak begitu gagah, tapi dia sungguh tidak berguna, setiap kali aku baru melepaskan bajuku, dia sudah tidak tahan, belum sempat dia menyentuhku, dia sudah layu."
Xie Wenjing begitu menghina Zhu Junwen, tapi dia juga bisa merasakan kenikmatan itu.
"Aku sebenarnya belum pernah disentuh olehnya." Kata Xie Wenjing dengan tersipu malu.
Qin Lang tersenyum dingin dalam hatinya.
Xie Wenjing mungkin tidak kepikiran bahwa dia telah melihat pertengkarannya dengan Zhu Junwen, Zhu Junwen bahkan melontarkan bahwa dia sudah merasa bosan dengan apa yang ada di tubuh Xie Wenjing dan sekarang dia mengatakan bahwa dia tidak pernah disentuhnya?
Xie Wenjing, Xie Wenjing, apakah mulutmu tidak bisa melontarkan satu patah kata yang jujur?
Xie Wenjing menatap Qin Lang dengan tenang, dia sudah mengutarakan semuanya dengan jelas, seharusnya seorang pria memahami apa maksudku, tapi kenapa Qin Lang tidak bereaksi sama sekali? Bahkan dia juga tidak melontarkan sepatah kata pun?
Mungkin pria seperti Qin Lang merasa rendah hati ketika menghadapi wanita cantik sepertiku, sekalipun dia sudah memberikan isyarat padanya, pria seperti Qin Lang juga tidak akan berani bertindak.
Tampaknya tidak akan berhasil menarik Qin Lang kalau tidak melakukan usaha yang lebih keras.
__ADS_1
"Sebenarnya selama ini aku terus merasa bersalah padamu." Xie Wenjing berdiri sambil menatap mata Qin Lang, lalu berjalan ke sisi Qin Lang dengan mempesona, kemudian mencondongkan tubuhnya hingga memperlihatkan sebuah belahan, dia mendekatkan wajahnya ke arah Qin Lang dan berbisik, "Sudah minum begitu banyak, aku pikir kamu pasti ingin ke toilet, kebetulan aku juga ingin ke toilet dan toilet di sini lumayan luas, meskipun dua orang masuk ke dalam, itu juga tidak akan merasa sempit..."
Di bawah cahaya remang-remang, kulit wajah Xie Wenjing yang seputih salju ini mulai merona padam, dia bahkan menggunakan jarinya yang lentik menyentuh wajahnya Qin Lang.
"Ayo, Qin Lang..." Sambil menggigit bibirnya,matanya memancarkan cahaya keinginan yang begitu kuat.
Jika ini terjadi pada orang biasa, mungkin sudah tidak perlu bertele-tele lagi dan langsung menarik Xie Wenjing masuk ke dalam toilet.
Tapi Qin Lang malah menarik tangan Xie Wenjing, lalu berkata dengan acuh tak acuh, "Aku masih tidak ingin ke toilet, kamu pergi saja sendiri."
Xie Wenjing tercengang setelah medengarkannya, dia merasa sangat marah, apa maksud Qin Lang ini, dia sudah bertindak sejauh ini, tapi dia masih tidak puas. Ataukah wanita secantik dia sudah tidak mampu untuk menggodanya?
Terlepas apa pun alasannya, Xie Wenjing sama sekali tidak bisa menerimanya.
"Qin Lang, apa maksudmu?" Raut wajah Xie Wenjing berubah seketika.
"Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya berharap kamu bisa sedikit menghargai dirimu sendiri." Qin Lang merasa sangat jijik setelah memikirkan perkataan Xie Wenjing, dia bahkan berpikir kenapa dirinya dulu bisa menyukai manusia seperti ini?
"Kamu benar-benar sudah tidak menyukaiku lagi,selama kamu bersedia untuk memulai kembali, sekarang juga aku bersedia untuk kembali padamu." Xie Wenjing berterus terang.
Qin Lang kembali merasa mual.
"Maaf, aku sudah memiliki Zhong Yu." Akhirnya, dia memiliki kekuatan untuk melontarkan kata ini.
Xie Wenjing merasa dirinya seperti setumpuk kotoran yang membuat semua orang menutup hidung padanya.
Dia merasa sangat sedih, air mata mulai menggenang di matanya, tapi Xie Wenjing menahannya dengan sekuat tenaga.
Bukankah dia akan terlihat lemah jika menangis di depan Qin Lang? Itu akan membuat Qin Lang menertawakan dirinya sendiri.
Dia tidak boleh menangis di depan Qin Lang,manusia sepertimu tidak tertarik denganku? Aku lebih tidak tertarik lagi denganmu! Kamu pikir aku bertindak seperti tadi karena tidak bisa melupakanmu dan ingin balikan denganmu? Salah! Aku hanya ingin menipu uangmu saja!
Apakah kamu pikir aku bisa menyukaimu dengan apa adanya? Mimpi saja kamu!
Xie Wenjing ingin segera meninggalkan Qin Lang, tapi begitu dia teringat akan uang, dia kembali menelan segala ego yang ada di dalam dirinya, dia kembali duduk di hadapan Qin Lang dan menyilangkan kedua kakinya.
"Baiklah, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa tadi, meskipun kita berdua sudah putus, tapi kita masih berteman, bukan? Aku ingin meminta bantuanmu, apa kamu bersedia?" Kata Xie Wenjing sambil menatap mata Qin Lang.
"Katakan saja." Qin Lang mengangkat bahunya, dia sudah bisa menebaknya kalau Xie Wenjing ingin memintanya untuk membayar 350. 000 yuan itu, lagi pula dulu pernah bersama, jadi ya tidak ada salahnya.
"Aku sudah putus dengan Zhu Junwen sialan itu,tapi dia bersikeras untuk memintaku menggantikan uangnya sebesar 500. 000 yuan, jika aku tidak menggantikannya, dia akan menyuruh orang untuk menyeretku masuk ke dalam hutan. Dia ingin berbagi kesusahannya denganku, jadi… aku ingin meminjam uang 500. 000 yuan denganmu, kamu tenang saja, aku akan meminta ayahku untuk mengembalikan uang ini tahun depan." Kata Xie Wenjing.
500. 000 yuan? Begitu Qin Lang mendengarnya, Qin Lang hanya bisa tertawa dalam hatinya, jelas-jelas Zhu Junwen mengatakan 350. 000 yuan saat di kantin tadi, tapi sampai di mulutnya malah jadi 500. 000 yuan?
Tadinya Qin Lang sudah berniat untuk memberikan uang 350. 000 yuan secara cuma-cuma padanya, tapi pada saat ini dia menyadari bahwa Xie Wenjing masih mempermainkannya bagai boneka. Qin Lang merasa dirinya sangat konyol, kebaikan dan ketulusan hatinya ibarat penghinaan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak punya uang sebanyak itu." kata Qin Lang dengan datar.
"Bagaimana mungkin? Bukankah kamu mendonasikan uang sebesar 1 juta yuan lebih?" Kata Xie Wenjing dengan panik, Qin Lang memang sedang mempermainkannya.
"Semua sudah didonasikan, jadi sudah habis."
"Kamu..." Melihat senyum di wajah Qin Lang, amarah Xie Wenjing meledak, "Bukankah kemarin kamu mendapatkan kalung berlian senilai 880. 000 yuan? Pinjamkan kalung itu padaku, aku janji, ayahku segera mengembalikannya."
"Kalung itu sudah kuberikan kepada Zhong Yu dan bukan lagi menjadi milikku, bagaimana mungkin meminta kembali barang yang sudah kuberikan kepada kekasih?"
"Bodoh ya kamu, minta kembali untukku!" Bola mata Xie Wenjing hendak melompat keluar.
"Xie Wenjing!" Qin Lang berteriak dengan keras hingga membuat gendang telinga Xie Wenjing kesakitan, tatapan Qin Lang saat ini penuh dengan ejekan melihatnya, "Meminjamkan uang karena merasa kasihan padamu, tapi jika tidak meminjamkan uang padamu, apa yang bisa kamu katakan? Apakah ada peraturan yang mengharuskan Qin Lang meminjamkan uang pada Xie Wenjing?"
Perkataan ini membuat Xie Wenjing tidak berkutik.
"Baiklah, sudah kuduga kenapa kamu begitu mudah untuk diajak keluar, ternyata kedatanganmu bukan untuk membantuku, melainkan untuk menertawakanku, iya kan?" Kata Xie Wenjing dengan kesal, dia mengambil gelas yang ada di atas meja, lalu menyiramnya ke wajah Qin Lang, "Qin Lang, Bajingan kamu!"
Selesai berkata, Xie Wenjing mengambil tasnya dan langsung pergi dari sana.
Qin Lang hanya bisa menyeka wajahnya yang basah sambil menatap bayangan Xie Wenjing yang berlalu. Sorotan matanya penuh dengan rasa kecewa, dia mengangkat gelasnya dan meneguk semua isinya.
Setelah Qin Lang membayar semua tagihannya, dia pun mengobrol sejenak dengan pelayan yang ada di sana. Tiba-tiba, dia mendengar bahwa Bar Youruo akan diakuisisi oleh orang lain, dia sangat terkejut, pasalnya bar ini ramai dikunjungi oleh mahasiswa dan pastinya sangat menghasilkan, tapi mengapa tiba-tiba pemiliknya malah mengakuisisikan bar ini?
"Hei, kamu tidak tahu, dulu bar kami ini didukung oleh Asosiasi Naga Biru, tapi bulan kemarin Asosiasi Naga Biru telah dihancurkan oleh orang lain dan bar kami telah kehilangan pelindung, pastinya rintangan ke depan pasti akan sangat banyak, terlebih lagi pemilik kami adalah seorang wanita, jika ingin mencari pelindung yang baru, 80% pasti ingin memanfaatkan pemilik kami, oleh karena itu, pemilik kami menyerah dan berniat untuk menjualnya dalam waktu dekat ini." Kata pelayan dengan pelan kepada Qin Lang.
Ternyata seperti itu ceritanya, Qin Lang pun berjalan keluar, dia cukup menyukai bar ini. Selain itu, dia cukup merasa sedikit bersalah, setelah dia mendengar karena berhubungan dengan Asosiasi Naga Biru yang menyebabkan Bar Youruo harus tutup.
Kalau begitu aku saja yang mengambil bar ini, aku akan memberikan uang lebih ketika membeli bar ini, hitung-hitung sebagai kompensasi untuk sang pemilik.
Ketika Qin Lang memikirkan hal ini, dirinya telah tiba di pintu keluar.
Dan pada saat ini, sebuah mobil Porsche berwarna merah terang berhenti di depan pintu, lalu terlihat seorang wanita cantik dengan postur tubuh jenjang turun dari sana, kemudian seorang penjaga pintu segera menghampirinya dengan ramah.
Wanita cantik itu menyodorkan kunci padanya, dengan kakinya yang begitu jenjang serta putih, dia pun melangkah ke dalam bar. Wanita ini terlihat sangat elegan dan bermartabat, cara jalannya bak model yang sedang berjalan di atas panggung, dia bahkan tidak perlu dengan sengaja untuk menggoyangkan pinggulnya, tapi auranya yang begitu kuat itu secara alami menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitar sana.
Qin Lang bahkan juga ikut tertegun.
"Presiden Wu."
"Presiden Wu." Beberapa penjaga pintu menyapa wanita cantik itu dan wanita ini hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Permisi." Ketika wanita ini hendak masuk ke dalam, dia mendapati Qin Lang sedang menghalangi jalannya.
Qin Lang pun tersadar, lalu segera menyingkir setelah melirik wanita itu sekilas, "Maaf." Wanita itu tersenyum datar dan kemudian berjalan masuk.
"Cantik sekali." Gumam Qin Lang pelan saat menatapi bayangan wanita itu yang kian menjauh, wajahnya putih mulus, tapi tatapan matanya mengandung hawa dingin, sangat elegan, seluruh fitur wajahnya tampak sempurna. Qin Lang merasa dia jauh lebih cantik dibanding dengan Fan Bingbing, seperti itulah kesan pertamanya.
Bersambung...
__ADS_1