KAYA DALAM SEMALAM

KAYA DALAM SEMALAM
BAB 72


__ADS_3

Bab 72 Aku Datang Mencari Pacar


"Bagus, dilihat dari tampangmu yang lucu, aku seorang wanita pun bisa menyukaimu, aku yakin para penonton akan lebih menyukaimu." Kata Chen Jingyi sambil memegang tangan Zhong Yu.



"Karena kamu setuju, kalau begitu sekarang ikut aku pergi ke perusahaanku untuk menandatangani kontrak, di saat yang sama, kita akan menilai tingkat keahlian bernyanyi dan menarimu, untuk memfokuskan latihan untukmu ke depannya."



"Iya." Zhong Yu menganggukkan kepalanya dengan serius, saat ini dia sudah memutuskan di dalam hati, karena sekarang dia ada jalan untuk menampilkan seni, dia harus memanfaatkan kesempatan ini.



Walaupun Zhong Yu sekarang sudah tahu, Qin Lang kaya raya, tapi dia sama sekal tidak pernah memikirkan dirinya akan bersama Qin Lang dan tidak melakukan apa-apa, dirinya masih ingin berusaha seperti sebelumnya.



"Bagus kalau begitu, kita sekarang pergi, dia tidak perlu ikut, grup idola yang kita bikin ini masih dalam tahap rahasia, perusahaan tidak memperbolehkan orang luar untuk masuk."



"Kamu di kampus saja, nanti selesai aku akan datang menjemputmu." Kata Zhong Yu menatap Qin Lang.



Tadinya Qin Lang ingin ikut, tapi karena Zhong Yu berkata seperti itu, dia juga hanya bisa menurutinya, Qin Lang menanyakan lokasi perusahaan Chen Jingyi dan berjanji akan menjemput Zhong Yu setelah urusannya selesai.



Chen Jingyi memanggil taksi lalu pergi ke perusahaannya bersama Zhong Yu.



"Dia benar-benar pacarmu?" Chen Jingyi teringat akan perkataan yang menjijikkan dari Qin Lang kepada dirinya, hatinya pun agak kesal: "Barusan dia berkata padaku, aku diam-diam menyukai dia, juga tidak tahu keberaniannya datang dari mana, dilihat dari pakaiannya, aku sudah bekerja di dunia hiburan selama bertahun-tahun, di mataku, dia hanya seperti orang tua."



Zhong Yu mendengar Chen Jingyi mengeluh, tapi tidak marah, malah tertawa. Barusan dia juga cemas Chen Jingyi sedang menatapi Qin Lang, tidak mengira di mata Chen Jingyi, Chen Jingyi hanya seperti orang tua.



"Sebenarnya dia orang yang sangat baik."



"Zhong Yu, kamu hanya seorang mahasiswi, mungkin merasa dia lumayan baik, tapi setelah kamu bisa menjadi bintang terkenal, reputasi dan kekayaanmu akan berkembang pesan, dia nantinya tidak pantas denganmu lagi." Kata Chen Jingyi dengan serius kepada Zhong Yu.



"Nanti kita bicarakan lagi saja." Zhong Yu tersenyum datar, meskipun kalau dirinya menjadi bintang terkenal seperti Fan Bingbing, bisa menghasilkan uang, apakah dia bisa menghasilkan uang sebanyak keluarga Qin Lang?



Tidak lama kemudian, mereka sampai ke cabang perusahaan Dream Music yang ada di Jinling, Chen Jingyi menuntun Zhong Yu ke ruang latihan, untuk menilai keahlian menyanyi dan menarinya, tidak mengira hasil penilaian Zhong Yu melampaui ekspektasi yang dimiliki Chen Jingyi.



"Zhong Yu, tidak mengira, kamu bukan hanya cantik, keahlian bernyanyi dan menarimu juga sangat bagus, setelah latihan profesional dari kita, nantinya kamu pasti akan menjadi bintang yang hebat dalam bernyanyi dan menari." Chen Jingyi sangat senang dengan Zhong Yu, merasa dirinya menemukan harta karun.



Setelah menandatangani kontrak dengan Zhong Yu, hari sudah siang, Chen Jingyi membawa Zhong Yu pergi makan.



"Sekarang kamu sudah menjadi artis di bawah naungan perusahaan kita, kamu itu mahasiswi, kamu selain harus belajar dengan benar, kamu juga harus memperhatikan perkembanganmu dalam dunia industri, harus berusaha lebih dibandingkan orang lain, sore ini kebetulan kamu tidak ada kelas, langsung latihan di kantor saja, di saat yang sama, nanti sore beberapa anggota lain dari grup juga akan datang, nantinya aku akan memperkenalkan kalian kepada satu sama lain." Saat makan, Chen Jingyi sudah menganggap Zhong Yu sebagai artis bawahannya.



"Iya." Zhong Yu menganggukkan kepalanya dengan serius, Chen Jingyi begitu memandang tinggi dirinya, dirinya sendiri pun harus berusaha lebih, tidak boleh mengecewakan Chen Jingyi, lebih tidak boleh lagi menyia-nyiakan masa mudanya.



Zhong Yu menelepon Qin Lang, mengatakan sore ini dirinya akan latihan di kantor, meminta dia untuk tidak mencemaskan dirinya, nanti latihan selesai, dia baru akan menelepon Qin Lang lagi.



Jam setengah lima sore, Qin Lang baru selesai kelas dan sedang berjalan kembali ke asrama.



Saat ini, Xia Qing dari tim pemandu sorak menelepon dia.



"Qin Lang, kamu ada di mana, sekarang langsung datang ke lapangan barat untuk memindahkan barang, tim basket sedang ada pertandingan, kamu tidak tahu..." Kata Xia Qing di telepon dengan marah.



"Baiklah, aku akan segera pergi." Qin Lang sudah terbiasa dengan sikap Xia Qing, tim pemandu sorak bertanggung jawab untuk menyemangati, dia adalah satu-satunya pria di tim pemandu sorak, tanpa dirinya, tidak ada yang bisa memindahkan barang, Qin Lang juga merasa bersalah, setelah menutup teleponnya, dia langsung bergegas pergi ke lapangan barat.



Sesampainya di lapangan barat, para wanita dari tim pemandu sorak sudah mengenakan pakaian yang terbuka, terlebih lagi Xia Qing, postur tubuh yang tinggi dan ramping, pinggang yang kecil, paha putih,wajah yang terlihat seperti bintang, membuat orang yang sekali melihatnya pun merasa sangat cantik.



Saat ini ada tujuh sampai delapan wanita cantik yang berdiri di depan ruangan peralatan, menunggu Qin Lang datang memindahkan barang.

__ADS_1



"Aduh, Qin Lang, satu bulan ini kamu menghilang ke mana?" Saat melihat Qin Lang, Xia Qing pun langsung tersenyum menatapnya, dia sudah satu bulan tidak bertemu dengan Qin Lang, dia pun merasa aneh.



"Aku pergi jalan-jalan." Kata Qin Lang sambil tersenyum, melihat begitu banyak wanita cantik di tim pemandu sorak, perasaan hati Qin Lang pun menjadi baik: "Aku sekarang akan memindahkan hula hoop ke lapangan basket."



Setelah mengatakan itu, Qin Lang langsung memindahkan barang-barang tim pemandu sorak.



"Masih ada uang untuk jalan-jalan? Aku masih ingat terakhir kali ada seseorang yang mengemis ke orang lain di depan toko udang." Kata Xia Qing dengan santai sambil merapikan roknya.



"Xia Qing, lihat dirimu, Qin Lang mempunyai Big G, kenapa memangnya kalau pergi jalan-jalan?" Kata seorang wanita di tim pemandu sorak dengan marah.



Xia Qing sudah memberitahukan mereka, Big G yang Qin lang kemudikan itu milik orang lain, jadi mereka pun sudah tidak takut dengan Qin lang lagi.



Qin Lang juga tidak mengatakan apa-apa, hanya mengangkat kotak sambil berjalan ke lapangan basket, Xia Qing dan yang mengikuti di belakang.



Xu Hao, Wang Xiaodi, dan anggota tim basket yang lain sedang pemanasan di samping lapangan.



"Oh, ini pencuri dua juta Yuan? Satu bulan tidak kelihatan, aku mengira kamu melarikan diri." Wang Xiaodi men-dribble bola sambil tersenyum menghampiri Qin Lang.



"Pencuri apa, kepala sekolah sudah menjelaskan semuanya, tidak boleh memperlakukan orang seperti itu, lalu tersenyum ke arah Qin Lang: "Seharusnya memanggil dia pemilik mobil mewah."



"Benar, benar."



"Betul, panggil pemilik mobil mewah."



"Pemilik mobil mewah, Anda sudah datang, haha."




"Qin Lang, hari ini kamu tidak datang mengemudikan Big G milikmu?" Tanya Xu Hao yang berjalan ke samping Qin Lang sambil tersenyum jahat.



"Sedang diservis, aku masih belum mengambilnya." Qin Lang meletakkan kotak yang dia bawa, dia sama sekali tidak memedulikan Xu Hao dan yang lain.



"Ha, lihat bagaimana mental Qin Lang, sekarang masih mengatakan Big G itu miliknya." Kata Xu Hao dengan\= wajah bangga, melihat orang lain: "Apakah kalian sekebal Qin Lang?"



"Tidak ada." Kata orang lain sambil tertawa.



"Pantas saja Qin Lang bisa mengemudikan Big G, sedangkan kita hanya bisa membawa Audi A4, jaraknya jauh kan? Ingin mengemudikan Big G, nantinya harus tidak tahu malu, harus lebih tidak tahu malu dari Qin lang." Setelah mengatakan itu, Xu Hao pun tertawa terbahak-bahak.



"Aduh, aku beritahu kamu, dia adalah tukang antar tim pemandu sorak, mobil yang dia kemudikan Big G." Kata Wang Xiaodi menghadang beberapa murid lain yang ingin lewat dan menunjuk Qin Lang.



"Siapa, dia mengemudikan Big G? Kalau dia mengemudikan Big G, aku membawa helikopter, sial!" Kata Murid itu memandang Qin Lang dengan jijik dan sama sekali tidak percaya.



Qin Lang menatap mereka, tidak mencari masalah dengan mereka dan hanya duduk di samping lapangan.



Pertandingan basketnya sebentar lagi akan dimulai.



Xu Hao dan yang lain mewakilkan Universitas Jinling melawan tim dari universitas lain.



Dengan sorakan dari tim pemandu sorak Xia Qing, Xu Hao dan yang lain menjadi semakin semangat, akhirnya mengalahkan lawan mereka dengan skor yang jauh.


__ADS_1


Setelah pertandingan selesai, waktu sudah menunjukkan pukul enam.



Saat ini, di lapangan barat, ada mobil Volkswagon perak yang berhenti dengan perlahan.



"Kakak sepupu."



Xia Qing bergumam, dia tidak bisa mengerti kenapa kakak sepupunya datang ke kampusnya.



"Xia Qing, ternyata dia kakak sepupumu ya, aku ingat kakak sepupumu masih belum menikah kan." Kata Wang Xiaodi sambil tersenyum.



Saat ini, Yang Siqi sudah turun dari mobil. Rambut Yang Siqi hari ini panjang dan bergelombang, dengan gaun merah yang elastis, sampai ke ujung pahanya, kakinya terlihat kurus dan putih. Terlihat sangat cantik.



Dia berjalan menghampiri lapangan dengan suara sepatu hak tingginya, seperti model yang sedang berjalan di catwalk.



"Cantik sekali."



"Memang benar kakak sepupu Xia Qing, satu keluarga semuanya wanita cantik."



Para anggota tim basket menatapi Yang Siqi dengan senyuman bodoh di wajah mereka, beberapa dari mereka mulai mencoba untuk memberikan kesan bagus di depan Yang Siqi.



"Kalian jangan narsis, kakak sepupuku tidak akan menyukai kalian." Kata Xia Qing tanpa sungkan sambil menghampiri Yang Siqi.



Para pria di tim basket tidak mendengarkan perkataan Xia Qing, mereka satu-satu mengikuti Xia Qing dari belakang, menghampiri Yang Siqi, si wanita cantik, siapa yang tidak mau memilikinya.



"Kakak sepupu, kamu kenapa datang ke sini?" Xia Qing tersenyum sambil menghampiri Yang Siqi sambil menggandeng tangannya.



"Aku datang mencari pacar." Yang Siqi tadinya datang mencari Xia Qing, meminta tolong kepadanya untuk berbicara dengan Qin Lang, tapi sekarang sudah tidak perlu, Yang Siqi sudah melihat Qin Lang yang sedang duduk di samping lapangan basket.



Kakak sepupu Xia Qing datang mencari pacar? Oh Iya, dia pasti merasa murid kampus masih muda dan tampan, memikirkan ini pun jadi ingin mencari pacar yang lebih muda.



Terpikir akan ini, para pria anggota tim basket pun tiba-tiba langsung merasa kesempatannya datang, satu-satu mencoba untuk menunjukkan sisi menarik mereka kepada Yang Siqi.



Melihat Yang Siqi berjalan menghampiri mereka.



Ada pria yang merapikan rambut mereka dengan keren, ada yang sengaja berpura-pura menjadi lembut, sedangkan Wang Xiaodi merasa dirinya berotot pun berpura-pura latihan dan mengencangkan otot yang ada di tangannya.



Melihat Yang Siqi sama sekali tidak memedulikan mereka, Wang Xiaodi merasa Yang Siqi akan menghampiri dirinya, kesempatannya pun datang.



"Halo nona, perkenalkan, aku Wang Xiao..." Saat Yang Siqi menghampirinya, Wang Xiaodi tersenyum tampan dan menjulurkan tangannya kepada Yang Siqi. Hanya saja yang tidak terduga, Yang Siqi tidak melihat dia, tidak melihat dia menjulurkan tangannya dan langsung berjalan melewati dia.



"Nona..." Senyuman Wang Xiaodi pun langsung kaku, itu disebut malu, dia bergegas menggaruk kepalanya, berpura-pura tidak terjadi apa-apa.



Tapi, melihat gerakan Yang Siqi berikutnya, Wang Xiaodi pun terkejut seperti orang lain.



Mereka melihat Yang Siqi menghampiri Qin Lang, jongkok, menarik tangan Qin Lang dan berkata kepadanya sambil tersenyum: "Ternyata kamu ada di sini, kamu temani aku makan ya?"



Yang Siqi yang mengenakan pakaian seksi berdiri bersama Qin Lang.



Tangannya yang putih seperti salju menarik tangan Qin Lang, juga tersenyum kepadanya, jarak wajah mereka berdua tidak lebih dari tiga puluh sentimeter, mungkin napas Yang Siqi bisa dirasakan oleh Qin Lang.


__ADS_1


Pria yang lain pun terkejut, hati mereka sangat iri, merasa dunia ini tidak adil, sebenarnya ada apa ini?


Bersambung....


__ADS_2