
Bab 51 Tuan Muda Kedelapan
Para wanita mulai beristirahat setelah bermain voli, di samping net voly juga terdapat banyak kursi selonjor pantai, payung dan spanduk yang tergelar di atas hamparan pantai.
Beberapa wanita ini ada yang berbaring di atas kursi selonjoran, ada yang berbaring di atas spanduk dan ada juga yang sambil menikmati minuman yang dibawa oleh pelayan.
Seluruh tubuh mereka dibasahi oleh bulir keringat yang mengalir keluar, di bawah cahaya matahari yang memantulkan cahaya keemasan ini membuat tubuh mereka tampak indah dan belahan dada itu sungguh mempesona.
"Kapan kalian terakhir kali menerima telepon dari Tuan muda kedelapan?"
Tanya seorang wanita cantik yang sedang menikmati jus lemonnya kepada para wanita lain.
"Aku kemarin, lalu tiba-tiba ada sebuah helikopter yang menjemput dan membawaku ke sini."
"Aku kemarin lusa."
"Aku juga kemarin."
...
Beberapa wanita cantik ini baru mendapatkan pemberitahuan dua hari terakhir, kemudian langsung dijemput oleh helikopter dan di bawa ke sebuah pulau kecil.
"Belasan dari kita semua ini adalah kekasih dari Tuan muda kedelapan, aku pikir Tuan muda kedelapan hanya memiliki aku seorang." Ucap salah seorang wanita cantik dengan gagap.
"Bagaimana mungkin, apa kamu tidak bisa berpikir, dalam setahun ini barapa hari Tuan muda kedelapan bisa menemanimu? Lagi pula, aku hanya bisa bertemu dengan Tuan muda kedelapan selama dua hari saja."
"Aku sehari."
"Aku lebih baik, Tuan muda menemaniku selama dua setengah hari."
"Aku baru setengah hari saja."
...
Setelah para wanita selesai mengungkapkan semuanya, paling lama dari mereka hanya mendapatkan waktu tiga hari saja dan jika dijumlahkan keseluruhannya tidak sampai dua bulan dari total waktu yang dihabiskan, lalu dengan siapa Tuan muda kedelapan menghabiskan harinya dengan waktu yang tersisa itu? Para wanita mulai kecewa setelah memikirkan pertanyaan ini...
"Bisnis Tuan muda kedelapan begitu besar, aku rela bersamanya meskipun harus menjadi selir yang ke-3000..."
"Benar..."
"Aku juga..."
...
Qin Lang tiba-tiba mengangguk, ternyata para wanita ini dibawa oleh adik kedelapannya. Sudah 7 tahun dirinya tidak bertemu dengan adik kedelapannya, dia juga sedikit merindukannya, bahkan di dalam benak Qin Lang saat ini juga terlintas kenangan bersama adik kedelapannya saat-saat dulu.
"Bukankah Tuan muda kedelapan berkata bahwa hari ini dia akan mengunjungi kita, apa kalian ada yang tahu mengapa Tuan muda kedelapan mengumpulkan kita semua?" Salah seorang wanita sangat penasaran memandangi yang lainnya.
"Atau jangan-jangan rasa ketertarikan Tuan muda kedelapan muncul dan dia ingin kita para wanita cantik ini bermain bersama dengannya..."
Salah seorang wanita berkata kepada yang lain sambil mengangkat alisnya, menghadapi respon jelek dari yang lainnya, dia pun berkata dengan ekspresi cemberut, "Aku cuma bercanda saja..."
"Sepertinya kakak tertua Tuan muda kedelapan terluka dan lukanya cukup serius, mungkin Tuan muda kedelapan ingin menghabiskan harinya dalam jangka waktu tertentu di pulau ini dan meminta kita untuk menemaninya secara bergilir..."
Ucap seorang wanita dengan serius.
__ADS_1
Para wanita langsung terkejut setelah selesai mendengarkannya. Kakak tertua Tuan muda kedelapan? Mereka mulai bersemangat.
"Ternyata ke sini untuk menjenguk kakak tertua Tuan muda kedelapan, apakah tampang wajah kakaknya akan setampan seperti Tuan muda kedelapan."
"Jika Tuan muda kedelapan tidak tertarik denganku, dengan kakaknya juga aku mau. Aku jadi ingin sekali bertemu dengan kakak."
"Jika Tuan muda kedelapan dan kakaknya tertarik denganku, mungkin aku akan gila, aku akan menikahi mereka berdua secara bersamaan, menemani mereka secara bergantian..."
"Tuan muda besar, biarkan aku menindasmu..."
Salah seorang wanita memeluk wanita lainnya yang ada di samping, lalu menganggap dia sebagai Tuan muda besar dan menekannya dalam kelembutan.
"Ehem..." Melihat adegan ini, Qin Lang hampir saja emosi, dia menepuk-nepuk dadanya sendiri dan menenangkan hatinya. Para wanita ini sungguh sangat terbuka, dari perkataan mereka seperti telah bersiap untuk melumpuhkan dirinya.
Suara dehamannya juga telah mencuri perhatian para wanita cantik ini, baru saja mereka sedang membicarakan dua tuan muda, tapi mereka tidak sadar bahwa ada seorang pria mesum yang berdiri tak jauh dari sana!
Beberapa wanita itu mulai menjerit histeris.
"Kamu siapa? Pergi!"
"Singkirkan matamu, dasar tidak tahu malu."
"Mesum."
"\*\*\*\* You!" Seorang wanita berambut pirang marah dan memberikan jari tengahnya kepada Qin Lang. Si Mutiara Hitam juga berjalan hingga ke hadapan Qin Lang dan memperlihatkan dua baris gigi putihnya, lalu mengoceh padanya dan bahkan meludahinya.
Qin Lang tetap tidak melontarkan sepatah katanya, dia sangat tercengang dengan reaksi para wanita ini dan membuatnya tidak bisa berkutik. Barusan kalian masih mengatakan, bahwa kalian akan melumpuhkanku.
Baiklah, Qin Lang masih tidak ingin memberikan penjelasan kepada sekelompok wanita cantik ini, bagaimana kalau mereka sampai tahu bahwa dia adalah Tuan muda besar, maka lusinan wanita montok ini tidak akan mudah dilumpuhkan, mungkin kepalanya akan pecah. Qin Lang menggelengkan kepalanya, lalu berbalik badan sambil membawa kruknya.
Pada saat ini, sesosok wanita cantik melewatinya,aroma tubuhnya yang harum membuat Qin Lang terbius, sangat cantik, sangat harum, putih dan besar...
Para wanita yang ada di pinggir pantai itu saja sudah cukup menggoda, tapi wanita satu ini juga tidak kalah menggoda.
Tangan Qin Lang tak lagi bertenaga dan kruknya pun jatuh begitu saja.
Pandangan wanita ini juga melihat Qin Lang yang tengah tertegun padanya. Huh! Sialan, entah keberuntungan dari mana sehingga bisa membuatmu melihatku dalam jarak yang begitu dekat ini.
"Ah!" Dia berteriak dengan bangga dan tidak melihat kruk yang telah terlepas dari genggaman tangan Qin Lang, dengan sempoyongan wanita itu pun langsung terjatuh.
"Nona..." Qin Lang langsung mengulurkan tangannya untuk menangkap tangannya, namun karena kondisi yang masih belum stabil dan tenaga yang masih lemah, dia pun ikut terjatuh.
Wanita cantik ini jatuh di atas tongkat kruk tersebut, hal ini membuat pinggangnya kesakitan dan masih belum hilang rasa sakitnya, Qin Lang malah jatuh menimpa dirinya. Wanita itu menjerit seolah-olah pinggangnya telah patah.
Dengan tanpa sadar Qin Lang telah jatuh di atas gumpalan empuk, apa ini? Lembut sekali, kenyal. Qin Lang merasa seluruh wajahnya telah jatuh ke dalam bongkahan daging yang lembab, bahkan dia juga merasa sedikit kesusahan untuk bernapas.
Qin Lang segera mengangkat wajahnya, dia tercengang dan baru menyadari bahwa wajahnya tadi telah jatuh ke dalam payudara montok wanita tersebut dan pada saat ini kedua tangannya masih bertumpu di atasnya.
Wanita itu merasa pinggangnya tak lagi sakit, tapi dia merasa bahwa ada sesuatu di atas \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*. Dan setelah dilihat dengan saksama, dia melihat tangan Qin Lang sedang berada di atas \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*, selain itu pada saat ini, Qin Lang bahkan duduk di atas tubuhnya, situasi saat ini terlihat sangat parah.
"Bajingan!" Wanita itu memaki, lalu sebuah tamparan menyambar ke wajah Qin Lang, tubuhnya yang terguncang membuat Qin Lang tersadar, lalu wanita itu segera berdiri dan merapikan pakaiannya. Dia merasa sangat jijik telah ditimpa oleh Qin Lang.
"Apa kamu tahu siapa aku? Manusia tengik, aku ini kekasih Tuan muda kedelapan, kamu telah membuat masalah besar!" Wanita cantik itu berteriak ke arah Qin Lang.
__ADS_1
Para wanita lain juga segera mendekat dan mengkhawatirkan wanita tersebut. Dari percakapan mereka, terdengar bahwa wanita ini bernama Tian Fei, dia adalah salah satu wanita yang paling disukai Tuan muda kedelapan dari sekian banyak kekasihnya dan para wanita lainnya menganggap dia sebagai ketua.
"Kamu tunggu saja, kamu telah menyentuhku dan aku akan membuatmu untuk membayar 10 kali lipat dari yang kamu perbuat. Sepertinya kamu sudah tidak menginginkan kedua tanganmu ini." Tian Fei sangat marah dan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, membuat \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\* berdiri dengan tegak.
"Benar, manusia tengik ini benar-benar tidak tahu malu, apa Tian Fei orang yang bisa kamu sentuh? Bukankah kamu cari mati ini namanya?"
"Barusan manusia ini juga mengintip kami, menurutku mungkin kita harus mencongkel kedua matanya itu!"
"Bagaimana mungkin hanya mencongkel kedua matanya, potong saja barangnya itu! Aku penasaran apa dia masih berani melakukan tindakan mesum seperti ini lagi atau tidak!"
Para wanita dengan 'antusias' memberikan pendapat kepada Tian Fei.
"Baiklah, sekarang juga aku akan menelepon orang yang bertanggung jawab atas kita semua di pulau ini, mari kita sama-sama menyampaikan keluhan atas pria Bajingan ini. Aku tidak percaya kalau keluhan dari kita semua ini tidak dihiraukan oleh mereka!" Tian Fei berkata dengan penuh semangat kepada wanita lainnya, melihat semua merespon dengan baik, dia pun tersenyum sinis ke arah Qin Lang, lalu mendengus, "Kamu tunggu saja untuk dikebiri!"
Setelah mereka menjadi kekasih dari Tuan muda kedelapan, mereka sama sekali tidak takut akan segala hal, apalagi dengan Qin Lang yang berpenampilan seperti salah seorang pekerja di pulau ini, saat ini mereka dengan identitas sebagai kekasih dari Tuan muda kedelapan, maka suatu saat nanti mungkin akan menjadi pemilik dari pulau ini. Dirimu yang hanya seorang pekerja rendahan, berani sekali mengintipku?
Qin Lang mengambil tongkat kruknya, lalu melirik para wanita yang sedang menatapnya dengan tajam, awalnya dia sudah berniat untuk melupakan kejadian ini, bahkan dia juga merasa bersalah kepada Tian Fei, namun, sekelompok wanita ini tidak memberikan kesempatan baginya untuk menjelaskan, mereka bahkan dengan kejam ingin mencongkel matanya serta mengkebirinya!
Betapa besar dendam dan kemarahan sehingga membuat para wanita itu begitu membencinya.
Karena kalian ingin membuat perhitungan denganku, maka, kita lihat saja apa kalian mempunyai kemampuan itu atau tidak!
Tian Fei mengeluarkan ponselnya, lalu menelepon penanggung jawab mereka, dia menatap Qin Lang dengan senyum tajam.
"Para sayangku, suami kalian sudah datang!" Pada saat ini, di belakang orang-orang ini, terdengar suara seorang pemuda.
Begitu mendengar suara ini, sekelompok wanita yang tadinya sedang marah kini mendadak berubah menjadi ceria. Mereka sangat bersemangat dan langsung menoleh. Senyum manis menghiasi wajah mereka.
"Tuan muda kedelapan!" Para wanita cantik ini menjerit bahagia, seperti telah mendapatkan hadiah 1 miliar yuan. Mereka tidak lagi mempedulikan Qin Lang, semua orang mulai mengayunkan sepasang kaki putih bak salju dan mendekatinya.
Seketika di sekeliling Qin Lang menjadi sepi, lalu Qin Lang memandang ke arah Tuan muda kedelapan.
Dia hanya melihat Tuan muda kedelapan mengenakan kacamata hitam, kemeja dan celana pendek dengan motif bunga, serta sepasang bakiak di kakinya. Awalnya dia merentangkan kedua tangannya untuk menyambut belasan kekasihnya tersebut, tapi begitu dia melihat sepasang bola berukuran D dan E yang sedang naik turun berlari ke arahnya.
"Gila!" Tuan muda kedelapan juga menyusut, dari gayanya yang ingin 'pelukan' menjadi 'penolakan'. Dan pada saat ini, dia telah dikelilingi oleh belasan wanita cantik. Para wanita ini mengapitnya di tengah-tengah dan seketika membuatnya terengah-engah, lalu para kekasihnya menciumnya dengan membabi buta.
"Sudah, sudah." Tuan muda kedelapan membiarkan sejenak mereka untuk menciumnya dengan ganas dan seketika wajahnya tertutup oleh bekas lipstik.
"Ehem..." Pada saat ini, di tengah kerumunan orang-orang, Tian Fei mendeham. Begitu medengar suara tersebut, para wanita lainnya segera memberikan jalan padanya.
"Tetap Tian Fei yang paling sopan, coba kalian lihat, kalian itu seperti korban kelaparan." Kata Tuan muda kedelapan menatap Tian Fei dan menyeka air liurnya yang tersisa di wajahnya.
Tian Fei berjalan dengan malu-malu ke hadapan Tuan muda kedelapan, mendongak ke arahnya, lalu kedua tangannya mulai membelai dadanya dengan perlahan dan kemudian menciumnya dengan ganas. Kira-kira sekitar setengah menit ciuman itu berlangsung, Tian Fei yang baru saja memoles bibirnya dengan lipstik, kini telah pudar sepenuhnya dan beralih ke bibir Tuan muda kedelapan.
Tuan muda kedelapan juga tidak bisa berkata apa-apa, sial, baru saja aku memujimu! Tapi, ciumanmu malah paling ganas dari yang lain.
"Tuan muda kedelapan, akhirnya kamu datang juga, barusan ada manusia tengik yang melecehkan aku..." Ucap Tian Fei seraya terisak, lalu menoleh ke arah Qin Lang yang berdiri tak jauh dari sana, kemudian menopang kedua buah dadanya yang montok, "Itu dia, dia… dia telah meletakkan kedua tangannya di sini…, Tuan muda kedelapan, kamu harus membalaskan dendamku."
"Iya benar, dia tidak hanya menyentuh Tian Fei, tapi juga mengintip kami, seluruh lekuk tubuh kami telah dilihat habis olehnya..."
"Tuan muda kedelapan, tolong lakukan sesuatu untuk kami..."
"Beraninya menyentuh kekasih Qin Tian, bahkan tidak hanya satu, tapi banyak! Sepertinya dia sudah bosan hidup, tunggu saja!" Qin Tian juga marah, dia segera berjalan ke hadapan Qin Lang, lalu berkata dengan ketus, "Hei, nyalimu boleh juga, berani sekali kamu..., kamu… Kakak!"
Tiba-tiba, suara Qin Tian mulai merendah, dia merasa tidak asing dengan wajah itu dan akhirnya dia mengenalinya, pria itu adalah kakak yang telah mengasuhnya waktu kecil!
__ADS_1