
malam hari nia dan riyan makan malam bersama yang di siapkan oleh nia.
hem... masakan kamu enak nia.... (puji riyan untuk nia)
tentu saja, karna dari kecil aku sudah terbiasa masak sendiri... (jawab nia pd)
oh ya? kenapa gak pakai ART saja?
ya karna dulu kami gak mampu untuk membayar ART karna keluargaku bangkrut...
oh.... (sahut riyan singkat)
selesai makan malam nia membersihkan meja dan piring kotornya kemudian menyususul riyan yang bersantai dan menonton televisi.
nonton apa? (tanya nia pada riyan)
yah sini kamu lihat saja, hanya sekedar hiburan...
oh... ( jawab nia yang duduk di samping riyan)
nia, kalau boleh tau apa yang membuat keluargamu bangkrut.....
oh itu karna ayah dan ibuk meninggal dalam kecelakaan mobil ketika melakukan perjalanan bisnis dan ahirnya semua harta ayah dan ibu habis untuk membayar kerugian proyek ayah yang gagal dan kami hidup dengan uang tabungan dan pensiunan kakek.
oh begitu?
lalu kalau mas hendiri di mana orangtua mas karna sejak kita menikah aku belum pernah sekalipun melihat orang tua mas....
yah itu karna mereka sudah berpisah dan mempunyai hidup masing masing, dan aku adalah anak yang terlantar hingga pada ahirnya aku hidup bersama kakekku.
oh maaf mas aku tidak tau, kalau pertanyaanku mengorek luka lamamu...
sudahlah tiadak apa apa kamu adalah istriku dan berhak tau tentang kehidupanku dulu.
suasanapun canggung dan tidak ada satu katapun dari mereka.
__ADS_1
hingga ahirnya nia mengganti acara tv untuk mencairkan suasana.dan menonton film romantis.
lihat deh mas filmnya bagus tuh..
iya lumayan.....
tau gak mas kadang kadang kalau aku nonton film romantis gini aku suka baper bawaannya.....
oh ya....? (sahut riyan)
iya mas...
di saat riyan dan nia sedang asik nonton film romantis tiba tiba tanpa di duga menampilkan adegan panas hubungan intim hingga riyan dan nia terbawa suasana.
mereka saling memandang dan tanpa sadar riyan mulai mendekat pada nia hingga ahirnya riyan mencium bibir nia dengan nafas yang sudah tak beraturan.
sedangkan nia yang larut akan buaian riyan mulai menikmati ciuman itu.
emmh.... mas...
di tengah asyiknya percumbuan mereka tiba tiba terdengar suara bel pintu yang berbunyi.
nia... ,apakah malam ini aku boleh...
ting tong...
ah mas ada yang memencet bel.....
biarkan saja mungkin orang iseng.....
ting tong.....
tuh mas siapa tau penting.....
aaah siapa yang bertamu malam malam seperti ini sih? (batin riyann kesal,sambil menuju pintu untuk membukanya) dan
__ADS_1
nia segera merapikan bajunya yang sudah di buka oleh riyan.
"klik".... (riyan membuka pintu)
"halo riyan cucuku"...... (sapa kakek surya)
"kakek?, kenapa malem malem ke sini? "
"kenapa? kakek kan mau menemui cucu menantu kakek yang cantik, mana nia? "
"tuh di ruang tv lagi nonton"
" halo cucu menantu kakek yang cantik"
"halo juga kek, kakek sehat kan? "
"jelas dong kakek sehat, kakek kan masih pengen lihat riyan dan nia junior" goda kakek yang melihat tanda merah di leher nia.
"ah apa sih kek masih lama, kita masih ingin berkarir dulu" sahut nia malu malu.
"tapi kakek rasa keinginan kakek akan segera terwujud,ya kan riyan" kata kakek sambil memandang riyan dan melirik televisi yang masih menayangkan acara dewasa itu.
"....."riyan yang mengerti maksut kakeknya melihat televisi dan tanda merah di leher nia hanya terdiam dan pura pura tak tau.
"hahaha....., sepertinya kedatangan kakek mengganggu proses pembuatan cicit kakek nih kalau begitu kakek pulang saja tidak jadi menginap"(goda kakek pada riyan karna melihat wajah riyan yang cemberut karna aktivitas yang terganggu)
"udah tau ganggu masih bilang mau menginap" batin riyan menggerutu.
"jangan pergi kek, kakek menginap saja di sini lagian sudah malam kek" (kata nia yang merasa malu karna tertangkap basah segera menahan kakek surya.
"benarkah? boleh kakek menginap di sini? "(tanya kakek senang).
"iya dong kek anggap saja ini juga rumah kakek"
"baiklah kakek akan menginap di sini dan menjaga kamu dari gigitan serangga"(jawab kakek sambil menyentuh leher nia dan melirik riyan untuk menggoda riyan)
__ADS_1
"ah sial gagal deh, sabaaar ya adikku masih ada hari esok" (batin riyan yang menggerutu).