Kebahagiaan Di Balik Musibah

Kebahagiaan Di Balik Musibah
14# menemani kakek


__ADS_3

"pagi kek.... "sapa nia pada kakek surya.


"pagi juga cucuku sayang, gimana semalam ada serangga nakal gak?" tanya kakek pada nia sambil melirik pada riyan.


"ah yah enggak lah kek,mana ada serangg di rumah gede kayak gini? "jawab nia santay yang tak tahu bahwa maksut kata kata kakek tertuju untuk riyan.


"kamu kok jam segini masih belum siap siap berangkat kerja? "tanya kakek pada nia.


"iya aku gak kerja kek hari ini"


"kenapa? kok gak kerja? "


"kan ada kakek disini, kalau aku dan mas riyan kerja kakek sama siapa? kakek kan jarang jarang menginap di sini"ungkapa nia sambil memakan sarapannya.


"wah kalau gitu kakek akan sering sering kesini, boleh kan? "tanya kakek terus menggoda riyan.


"boleh dong kek nia seneng malah"


"kekek kan sudah tua gak boleh sering sering di perjalanan dan kecapekan" tutur riyan yang merasa terganggu urusannya karna kakek.


"ah gak papa kakek masih sehat kok"


"iya, kakek kan sehat "


"aaaah gak peka banget sih nia, kalau kakek di sini kan aku jadi gak bisa...... ah sial kenapa sekarang kalau lihat nia rasanya milikku selalu bereaksi" batin riyan yang menggerutu.


"hahaha... sepertinya aku gak salah jodohin riyan sama nia karna sejak kejadian yang menimpanya dia tak pernah bertingkah seperti ini dan ini karna nia"kata kakek dalam hati.


"nia kakek ingin segera melihat cicit kake nih, kapan dong? atau jangan jangan riyan gak manjur? "

__ADS_1


"uhuk uhuk siapa bilang, sebentar lagi kakek akan segera dapat kabarnya"sahut riyan tak mau kalah.


"....."nia hanya tersenyum paksa pada kakek.


"hahaha ya sudah kakek tunggu kalau gitu"


"ya sudah kek riyan berangkat dulu ya, dan nia titip kakek ya sayang"pamit riyan yang keceplosan memanggil nia sayang.


"hah i iya " jawab nia gugup dengan panggilan sayang dari riyan.


"haduuh kok aku jadi keceplosan manggil nia sayang sih? apa aku sudah benar benar jatuh cinta padanya? ah gak mungkin ini hanya reflek aja agar aku terlihat menyayangi nia di depan kakek, ya itu mungkin" batin riyan.


"nia kamu mau dengar gak ceritanya riyan waktu kecil dulu? "tanya kakek pada nia.


"boleh kek"


" oh iya nia kakek mau pulang sekarang, kamu gak papa di rumah sendiri? "


"loh kok kakek mau pulang sekarang?gak nunggu mas riyan aja biar di anterin? "


"gak perlu, kakek sudah hubhngi sopir kakek kok"


"oooh ya udah, kakek hati hati ya"


"iya, dan kamu juga jangan lupa buatin kakek cicit yang lucu lucu"


"ah ha iya kek"jawab nia malu malu.


"bay kek" ucap nia pada kakek.

__ADS_1


"aduh kakek kok bilangnya terang terangan sih aku kan jadi malu"kata nia lirih.


******


di kantor rian sangat gelisah karna terbayang bayang oleh kejadian kemaren yang gagal karna kedatangan kakeknya.


"kenapa ya setiap saat aku selalu terbayang bayang nia, dan memikirkan tubuh nia yang setiap kali aku mengingatnya membuat hasratku keluar" tanya rian dalam hati.


" tok tok tok...... "suara pintu di ketu.


"ya masuk"sahut riyan dari dalam ruangannya.


"maaf pak sudah malam apa bapak tidak pulang? "tanya satpam kantor yang bertigas jaga malam.


"ah iya saya akan pulang sekarang" jawab riyan sambil melihat jam tangannya.


"ya tuhan jadi seharian ini aku hanya memikirkan nia saja? apa yang tetjadi dengan diriku ini" batin riyan sambil menuju pulang.


******


"ting ton " riyan memencet bel pintu.


"klik "nia membuka pintu dan menyalami riyan suaminya dan membawakan tas kerjanya riyan.


"mas sudah makan? perlu aku siapkan?mas mau makan apa? "


"iya terserah kamu aja, aku mau mandi dulu"jawab riyan cuwek.


"ya sudah mas mandi aja habis itu langsung turun dan makan".

__ADS_1


__ADS_2