Kebahagiaan Di Balik Musibah

Kebahagiaan Di Balik Musibah
no9# rencana pernikahan


__ADS_3

setelah pertemuan nia dan riyan kemarin di taman mereka jadi sering menghubungi satu sama lain melalui telfon.


dan mereka semakin mantap untuk melanjutkan rencana perjodohan yang di lakukan oleh kakek mereka ,


itu mereka lakukan juga karna baik nia ataupun riyan sama sam tak ingin mengecewakan kakek ruhan dan kakek surya


yang sudah sangat berharap akan perjodohan ini,....


.....................


dan siang hari itu kakek ruhan dan kakek surya bertemu untuk membahas pernikahan nia dan riyan, karna baik riyan maupun nia mereka menyerahkan semua urusan tentang pernikahan pada kakek mereka, sedangkan rian dan nia hanya tinggal membeli baju untuk pernikahan saja.....


ruhan....,bagaimana kalau pernikahan cucu kita di laksanakan minggu depan...? (tanya kakek surya dengan semangat)


hemm.... boleh juga, tapi apa tidak terlalu cepat....?, gak perlu tanya dulu pada nia dan riyan..? (jawab kakek ruhan)


alaaah..... kan mereka sudah pasrah sama kita, dan mereka kan gak perlu repot" urusin acara tinggal beresnya saja dan menikah kemudian kita bisa segera punya cicit ya kaan..? (tutur kakek surya yang tidak sabaran)


hahaha iya saya juga sudah tidak sabar pengin lihat seperti apa cicit kita nanti.... (balas kakek ruhan, srmbari tertawa)


iya ya...? yang satu dingin si muka datar dan yang satunya lagi si gadis ceria dan polos.....


para kakek pun sudah sepakat dan sudah mendapatkan waktu yang tepat untuk acara pernikahan riyan dan nia.


kini tinggal persiapan riyan dan nia untuk mencari baju pengantin dan cincin pernikahan mereka......


................


siang hari nia yang di sibukkan dengan komputer di mejanya tiba tiba mendapat pesan dari rian....


mas riyan ; nia nanti jam 3 kita cari baju pengantin di butik, dan nanti aku jemput kamu di depan kantor kamu.


nia ; baik


nai yang melihat pesan dari riyan yang dingin dan seenaknya itu menggerutu. ...


apaan sih main perintah dan ajak ajak aja tanpa bicara dulu sama aku, kalu gini kan aku jadi repot harus ijin ke bos buat pulang duluan, dia sih enak ceo bisa pulang kerja seenaknya sendiri, huuuh dasar si muka datar.....

__ADS_1


oh tuhan mungkin aku sudah gila mengagumi orang seperti dia.....


di lain sisi bos nia merasa penasaran dengan tingkah nia yang menggerutu sendiri di meja kerjanya, karna semenjak dimas melihat nia yang pergi bersama riyan setelah metting beberapa hari lalu dimas jadi semakin sering mengawasi tingakah nia setiap hari di kantornya,......


.......................


nia segera menyelesaikan tugasnya untuk di serahkan dan di tanda tangani oleh dimas dan sekalian untuk ijin untuk pulang lebih dulu untuk pergi dengan rian......


jam 3 sore nai sudah menyelesaikan tugasnya dan pergi untuk menyerahkan tugasnya dan meminta ijin pada bosnya.


tok tok tok......


masuk...(sahut dimas dari dalam ruangannya)


ini pak laporannya, dan sekalian saya mau minta ijin pak buat pulang lebih dulu, karna ada keperluan mendadak pak..... (pamit nia pada dimas)


ah baiklah kamu boleh pulang..... (jawab dimas mengijinkan,walau sebenarnya dimas yakin kalau nia ijin karna ada kaitanya dengan rian dianggara)


terima kasih pak saya permisi.... (jawab nia dan meninggalkan ruangan dimas)


nia pun buru buru mengambil tasnya dan keluar kantor untuk pergi bersama riyan....


..................


nia segera naik ke dalam mobil rian......


dan meluncurla mereka menuju butik yang biasa dimas datangi untuk membeli baju. ....


selama di perjalanan tidak ada katakatapun yang keluar dari mulut mereka hingga sampailah mereka di depan butik.....


riyan menggandeng tangan nia untuk masuk ke dalam butik...


mari tuan, nyonya.....


mau cari apa....... (tanya seoranga pelayan di butik itu)


saya mau cari sepasang baju pengantin untuk saya dan calon istri saya.... (kata riyan sambil menoleh pada nia)

__ADS_1


oh baik tuan mari ikuti saya di sebelah sini....


(kata pelayan tersebut yang mengarahkan mereka ke tempat baju pengantin,yang di ikuti oleh riyan dan nia)


riyan menyuruh nia yang memilih baju pengantinnya karna menurut riyan, dia tak masalah memakai jas warna apapun karna yang terpenting ukurannya yang pas di badanya.....


niapun segera melihat lihat dan memilih baju pengantinnya......


mbak yang ini saja...... (tunjuk nia pada pelayan yang menemaninya)


baik nona silahkan di coba.... (kata pelayan mempersilahkan nia untuk mencobanya)


gak perlu mbak, mbak ukur saja badan saya dan calon suami saya kemudian pilihkan ukuran yang tepat..... (kata nia pada pelayan karna enggan untuk mencobanya )


baik nona.... (jawab pelatan yang heran, pasalnya baru kali ini ia melihat calon pengantin yang sama sama tak perduli satu sama lain)


............


ini mbak bajunya.... dan total biayanya.....


baik mbk..... (sambil melihat biaya baju pengantinnya, dan membuka dompetnya)


ini mabak pakek kartu saya saja.... (sahut rian sambil memberikan kartu kreditnya pada pelayan)


gak papa mas biar saya bayar baju saya sendiri.... (ucap nia pada riyan)


tidsk perlu, anggap saja ini seserahan dariku..... (balas riyan tak mau kalah)


ya sudah, trimakasih mas riyan.....


iya mari pulang, aku antar kamu.....


iya mari......


merekapun pulang kerumah dengan berbicara yang tak penting....


.......

__ADS_1


.....


__ADS_2