
riyan tersenyum bahagia karna melihat tingkah nia yang asik membeli banyak jajanan dan memakannya di meja yang di sediakan pasar wisata malam itu.
"sayang makannya pelan pelan nanti keselek loh" kata riyan mengingatkan.
"em em eem.... uhuk uhuk.... " nia tersedak karna terlalu lahap menyantap makanannya.
" nih minum, tuh kan baru aja berhenti ngomong udah kejadian aja" omel riyan pada nai.
"iy iy maaf habis lapar banget udah gitu makanannya enak banget kan jadi kalap"
"hahaha.... iya deh lanjutin lagi makannya sayang tapi pelan pelan"
" makasih mas, eh tapi mas gak makan? "
"udah tadi mas makan pangsit di sana sambil nunggu kamu beli beli jajanan"
"cuam pangsit, emang kenyang mas? "
"mas lihatin kamu makan lahap aja udah kenyang " kata riyan sambil senyum yang tak dapat di artikan.
"emmm, kenapa sih mas dari tadi senyum mulu liatin aku maka, pengen? "
"enggak, cuma mas seneng aja kalau kamu banyak makan itu artinya tenaga kamu pulih dan malah lebih extra"
"jadi? " tanya nia dengan penuh tanya.
"jadi.... nanti pulangnya kita bisa bikin bayi lagi" jawab riyan sambil senyum nakalnya.
"uhuk uhuk.... lagi? kan tadi siang udah"
"iya kan biar cepet jadinya sayang" alibi riyan untuk meyakinkan nia.
"emang harus cepet ya sampai bikinya cepet cepet kayak di kejar kejar rentenir" tanya nia polos.
"ya iya dong, tapi kalau kamu gak mau ya sudah mas gakpapa" jawab riyan dengan memasang muka melasnya.
"ya udah deh terserah mas aja " jawab nia pasrah.
"ya udah lanjutin sayang makannya"
__ADS_1
"udah, udah selesai makanku"
"beneran?"
"iya"
"yaudah kalau gitu sekarang ikut mas yuk"
"kemana mas? "
" ke pantai sana"
"pantai? ayok ayok mas" jawab nia semangat"
setelah sampai di pinggir pantai nia merasa senang dan ber larian di pinggir pantai menikmati terpaan angin yang berhembus pada tubuhnya.
"haaaaaaah.... " tariak nia yang merasa senang.
"......." riyan hanya tersenyum melihat kegembiraan istrinya yang berlarian di pinggir pantai.
namun tiba tiba saat nia asik berlarian dia menabrak seseorang dan terjatuh.
"ah iya gak papa kok gakpapa" jawab nia sambil menoleh ke arah pria itu.
"nia...? " panggil anton dengan terkejut.
"mas anton....? " balas nia dengan terkejut juga.
"sayang kamu gak papa kan ada yang sakit? " tanya riyan pada nia dengan rasa khawatir.
"eh iya gak papa kok "jawab nia sambil menoleh pada riyan.
"kamu sudah menikah nia? " tanya anton.
"iya, ini mas riyan suamiku" jawab nia memperkenalakan suaminya pada anton.
"ehe.... kenalkan saya riyan suami nia" salam riyan pada anton sambil mengulurkan tangan.
"oh saya anton " jawab anton singkat.
__ADS_1
"ya udah yuk mas kita pulang, udah malam aku sedikit lelah" ajak nia pada riyan.
"ayok sayang" jawab riyan menyetujui ajakan nia.
"ya sudah saya dan suami saya permisi dulu mas" pamit nia pada anton sambil berlalu pergi.
di sepanjang perjalanan nia terdiam tak berbicara sedikitpun sehingga membuat riyan semakin penasaran, karna semenjak kejadian tadi istrinya terdiam dan murung.
"sayang.... " panggil riyan.
"em iya mas" jawab nia.
" boleh mas tanya? "
"tentang laki laki tadi? " tanya nia langsung karna sudah bisa menebak apa yang akan di tanyakan suaminya.
"iya, tapi kalau kamu belum siap cerita juga gak papa kok asal kamu senang sayang"
"enggak mas, sekarang mas sumia aku jadi mas perlu tau siapa dia"
"........" riyan tetap setia mendengarkan.
"dia mas anton mantan aku yang membatalkan pernikahan kami karna memilih wanita lain" jelas nia pada riyan.
" ooh.... maaf sayang kalau rasa penasaran aku membuat kamu mengorek lagi kisah pahitmu" kata riyan merasa bersalah.
"enggak mas gak papa kok, lagian aku juga udah gak ada rasa buat dia"
"kalau gitu kenapa kamu murung tadi setelah bertemi dia"
"aku hanya takut kalau mas tidak suka kalau tau dia mantan aku"
"ya enggak lah sayang bagiku kamu sudah mrnjadi milikku seutuhnya dan gak akan aku lepaskan walau sekali "
" makasih mas udah menyayangi aku "
"justru aku yang makasih karna kamu sudah mau menerima perjodohan ini sehingga aku bisa memilikimu seutuhnya. kata riyan sambil mencium kening nia.
.........
__ADS_1
......