Kebahagiaan Di Balik Musibah

Kebahagiaan Di Balik Musibah
18# hari yang indah


__ADS_3

pukul 02.00 dini hari riyan terbangun oleh gerakan nia yang menggeliat dalam tidur nyenyaknya, hingga pada ahirnya muncul hasrat dalam tubuh riyan untuk menjamah istrinya yang sangat cantik luar dalam.


dan pada ahirnya riyan mulai mencumbu dan menjamah istrinya hingga terjadilah penyatuan antara nia dan riyan hingga pagi.


 


********


jam 7 pagi riyan sudah berpakaian rapi bersiap untuk berangkat ke kantor dan melihat istrinya yang tertidur pulas karna kelelahan akibat pergulatan mereka semalam.


"em... biarkan saja dia istirahat saja lah kasian dia begitu juga karna ulahku"batin riyan sambil memandang nia dengan senyuman manisnya.


riyan pun ahirnya berangkat kekantor sendiri tanpa istrinya, namun riyan merasa sangat bahagia ketika memikirkan hubungannya dan istrinya semakin membaik karna kejadian semalam.


wajah riyan yang di buat sebiasa mungkin ketika berada di kantor tak bisa menutupi rasa bahagianya di depan kartawan kantornya.


"pagi pak...! "sapa beberapa karyawan kantor riyan.


" iya pagi" jawab riyan sambil sedikit senyum yang terlintas di bibirnya, namun segera menutupiny dengan tangannya dan berlalu meninggalkan karyawannya menuju ruangannya.


"eh eh kamu lihat gak tadi?" tanya salah satu karyawan pada rekannya.


"apa? "


"si bos yang biasanya mukanya datar dan flat tadi senyum lo dan mukanya tu terlihat lebih ceria dari pada biasanya"


"iya juga sih, kenapa ya? "


"dan satu lagi hari ini bu nia juga gak berangkat kantor, biasanya kan selalu datang bareng "

__ADS_1


"iya iya bener atau mungkin ada yang terjadi di antara bos dan istrinya"


" yah kalao itu sih pasti kan mereka suami istri udah lama lagi nikahnya masak sih selama ini gak ada yang terjadi di anatara mereka? "


"ya kalau soal itu sih aku gak tau, yang penting sekarang udah ada kemajuan sama si bos, kita jadi gak harus terus lihat bos muka datar lagi kan? "


"iya dong, udah yuk lanjutin kerjaan kita natar ketauan bos bisa berabe lagi kita"


"ya udah lanjut"


sementara itu riyan yang sudah duduk di meja kerjanya masih tersenyum senyum sendiri memikirkan kejadian semalam yang dia lakukan bersama istrinya.


 



 


"emkh..... jam berapa ini " nia terbangun dan mengambil ponselnya untuk melihat jam.


"oooh ya ampun udah jam 10? kok mas gak bangunin aku sih, coba kalau perut aku gak lapar bisa bisa bangu malam lagi aku" gerutu nia. dan segera bangun dan mandi kemudian bersiap untuk mengisi perutnya yang sudah lapar sejak bangun tidurnya.


"huuh ini sih bukan sarapan lagi tapi makan siang, awas nanti kamu mas aku kerjain balik"gerutu nia sambil mengunyah makanannya.


sedang asiknya menggerutu tiba tiba nia teringat kegiatannya semalam bersama suaminya nia pun jadi tersenyum senyum bahagia dan melupakan rasa kesalnya.


sore hari nia sedang bersantai di taman depan rumah untuk mengagumi bunga bunga sambil menunggu suaminya pulang kerja. walaupun tampaknya nia sedang mengagumi bunga bunga yang indah namun ternyata jiwanya melayang pada belahan hatinya yang tak kunjung datang.


"uuuh kok lama banget sih gak pulang pulang? biasanya kan gak sampai sesore ini" gerutu nia dalam hatinya.

__ADS_1


nia gelisah sambil berulangkali mengecek ponselnya, karna menanti kabar dari suaminya tapi hanya pesan dari operator yang tertera di layar ponselnya. raut kekecewaan nia tak dapat di sembunyikan. hingga datanglah riyan suaminya yang dapat melenyapkan rasa kecewanya yang menunggu lama kepulangan suaminya.


"hay sayang " sapa riyan sambil memeluk istrinya dari belakang.


"heeem" jawab nia yang pura pura cemberut pada riyan.


"kenapa sih sayang? " rayu riyan sambil mencium tengkuk nia dengan mesra.


"kemana aja, kok gak kasih kabar sama sekali, terus kenapa tadi pagi aku gak di bangunin malah di tinggal kerja sendirian" jawab nia meluapkan keluhannya.


"oooh itu? "kata riyan santay.


"iya"


"em 1. tadi aku sibuk karna yang biasanya bantu aku lagi libur gak kekantor karna kelelahan, 2. tadi pagi gak aku bangunin karna aku kasian liat kamu tidurnya pules bamget karna pergulatan semalam, dan 3. aku di kantor gak macem macem cuma kerja. itu aja "jelas riyan pada nia.


"oooh " jawab nia dengan rona pipi yang menandakan dia sedang sangat malu akan kata katanya.


"ya udah yuk sayang aku udah lelah dan lapar nih, aku mau mandi dulu kamu buatin aku makan ya sayang karna aku paling suka masakan kamu "


"ok sayang" jawab nia yang tanpa sengaja menyebut rian dengan panggilan sayng.


"apa? ulang agi sayang aku gak denger" riyan pura pura tidak dengar untuk menggoda nia.


"ah udah sana mandi tadi gak penting" sanggah nia untuk menutupi rasa malunya.


"ok nyonya riyan dianggara"


............

__ADS_1


......


__ADS_2