
nia dan bosnya datang lebih dulu di restoran tempat pertemuan mereka dengan pihak dariperusahaan dianggara dan memesan tempat yang nyaman untuk pertemuannya dengan ceo rian dirgantara...
namun nia belum tau jika yang akan diajaknya untuk bekerja sama adalah rian yang dia kenal,karna selama dia tidak masuk kerja, kak dewilah yang mengurusnya......
kling.... (suara pintu terbuka tanda ada yang memasuki restoran itu)
dan masuklah rian dianggara....
...........
disini pak rian... (lambai tangan bos nia pada pak rian)
selamat siang pak diamas...... (sambil jabat tangan)
dan rian juga menjabat tangan dan tanpa sengaja bertatapan mata....
namun mereka sama sama baru menyadari satu sam lain, dan diam terpaku untuk sesaat.....
ehem..... (suara deheman dimas membuyarkan lamunan mereka, dan melepas jabat tangan mereka)
dan mulailah persentase nia pada tian,....
namun rian malah terkagum kagum oleh ke cerdasan dan kecakapan nia dalam mempersentasekan producnya, hingga tanpa sadar nia sudah selesai berpersentasi...
bagaimana menurut bapak rian...?
(tanya dimas pada rian)
ah hem.... saya setuju....
(jawab rian dengan menjabat tangan dimas)
__ADS_1
baik terimakasih pak rian, senang bekerja sama dengan bapak....(balas dimas dengan menjabat tangan rian juga)
kalau begitu saya pamit dulu pak dimas.... (pamit rian untuk segera pergi)
ah boleh saya bicara dengan anda ibu nia..? (tanya rian pada nia tanpa mempedulikan dimas yang masih berada di situ)
hem.... bo boleh pak rian.... (jawab nia gugup)
panggil saya seperti kemarin saja karna saya bukan memanggil karna urusan resmi.... (kata rian santay)
ah baik pak eh mas rian.... (jawab nia salah tingkah karna di sana masih ada bosnya)
mari ikut aku.... (sambil memegang tangan nia)
baik..... (jawab nia dengan memandang kagum dengan kewibawaan rian)
rian dan nia pun pergi meninggalkan restoran tadi dan menaiki mobil rian menuju taman yang sedikit sepi karna memang masih waktunya kerja.....
ada apa mas rian mengajakku ke sini...?
aku ingin mengatakan bahwa aku setuju untuk menikah denganmu nia.....
tapi apa alasan mas rian mau dijodohkan denganku mas....
itu mudah, karna aku pikir kamu baik sopan dan menyenangkan, karna itulah aku setuju...
aaah.... dan satu lagi aku percaya dengan pilihan kakekku..... (jawab rian dengan senyuman)
oooh jadi itu alasan mas mau di jodohkan dengan saya..... (jawab nia dengan sedikin lesu karna ternyata rian bersedia menikahinya bukan karna suka padanya, walaupun awalnya itu juga alasan nia mau di jodohkan oleh kakeknya).
iya begitulah....., nia mari kita jalani perjodohan ini demi kebahagiaan kakek kita.... (ucap rian pada nia)
__ADS_1
namun entah kenapa ketika nia melihat rian nia merasa bahagia dan kagum dengan sosoknya yang sempurna, hingga nia tetsadar ketika rian memanggilnya beberapa kali......
nia.....? nia.....? nia....., apa kamu mendengarkan aku?
ah iya iya aku dengar kok......
berarti kamu setuju......?
iya ...(jawab nia sambil mengangguk)
oke kalau gitu ayo aku antar kamu pulang karna hari sudah mulai sore......
iya ayo......
rian dan nia segera masuk mobil dan rian mengantar nia hingga depan rumahnya.....
.....................
sementara itu di sisi lain dimas bos nia masih memikirkan kejadian siang tadi saat rian mengajak nia pergi dan kelihatan akrap, dimas merasa tersaingi oleh rian karna sebenarnya dimas juga menyukai nia namun dimas takut kalau nia menolaknya dan malah merusak kedekatan di antara mereka.
dan dimas tersadar bahwa hari sudah malam karna satpam kantor yang memanggil nya dan mengingatkan dimas bahwa kantor sudah waktunya tutup.
tok tok... misi pak dimas.....
masuk..... (jawab dimas tanpa menoleh)
maaf pak dimas, hari sudah malam kantor sudah mau saya tutup apa bapak tidak pulang? (tanya si satpam)
ahg... rian melihat jam tangannya dan benar saja sudah waktunya kantor di tutup.....
baik pak damar habis ini saya keluar bapak boleh menutup kantornya setelah saya keluar....
__ADS_1
baik pak......