Kebangkitan CEO Arogan

Kebangkitan CEO Arogan
Apakah Dia Memiliki Selingkuhan


__ADS_3

Selama 1 minggu ini Zach sibuk bekerja di kantor karena ia harus beradaptasi dengan semuanya, Aron dengan setia menemani majikannya itu, kemanapun Zach pergi kini semua orang mendekati dan juga selalu mencoba untuk terlihat di mata mantan pecundang itu. Dahulu semua orang selalu menatap dengan penuh hinaan, tapi lihatlah sekarang, dunia seakan berputar tak ada satu pun orang yang berani menatap Zach karena mereka semua merasa bersalah dan juga takut jika lelaki kejam itu akan membalas dendam padanya.


Castarica merasa sangat cemas sekali dan juga gelisah sebab sudah satu minggu ia tinggal di CS hotel namun suaminya belum juga menampakkan batang hidungnya, bahkan Zach juga seakan susah untuk dihubungi, hal itu menimbulkan rasa tidak nyaman di hati, Castarica takut jika Zach menikah dengan wanita lain dan juga melupakannya.


“Saya tidak bisa terus diam di dalam hotel ini, saya harus mencari tahu di mana dia sekarang,” ujar Castarica yang sudah tidak bisa menahan rasa rindu dan juga cintanya.


Castarica baru saja keluar dari lobby hotel utama CS dan terlihat para pengawal yang berdiri di depan pintu keluar langsung memberikan hormat padanya, Castarica melewati mereka begitu saja. Castarica hendak masuk kedalam mobil mewah yang ada di depan halaman hotel ini, tapi tangan seseorang langsung mencegahnya masuk ke dalam mobil. Dua orang pengawal yang melihat sikap tak sopan itu langsung menghampiri Castarica.


“Lepaskan tangan Anda dari Nona Castarica,” ujar salah satu pengawal.


Castarica melihat siapa yang sudah menggenggam tangannya dan itu adalah Livy. “Tak masalah,” ujar Castarica pada para pengawal tersebut.


Kedua pengawal itu kembali berdiri di posisi mereka karena kini ada dua pengawal lain yang berdiri di samping Nona Castarica, kedua pengawal itu sengaja diperintahkan oleh Zach untuk mengawasi istri tercintanya ini.


“Ada apa kau kemari?” tanya Castarica pada Livy tanpa melihat.


“Castarica, aku datang ingin meminta kamu kembali ke rumah,” ujar Livy dengan wajah memelasnya, tapi sangat sayang sekali karena Castarica tidak merasa iba sedikitpun dengan wajah memelas itu.


“Apakah kau menyesal setelah mengetahui suamiku kaya raya sekarang dan kau akan berusaha menjilat lelaki ku itu,” ujar Castarica dengan tatapan tajam.


“Aku mana mungkin melakukannya, tapi aku sungguh menyesal telah memperlakukan Zach dengan sangat jahat,” ujar Livy tentunya dengan kata-kata dusta.


“Saya sudah bisa menebak jika Anda akan menyesal setelah mengetahui perubahan hidup kami,” tebak Castarica dan itu benar. “Apakah suamiku telah menghancurkan bisnis Bill hingga kau datang kemari dan mencoba menjilat apa yang ingin kau jilat.” Castarica berbicara dengan sangat tajam dan juga tanpa hati karena ia ingin membalas semua sikap Livy yang selama ini selalu saja berusaha mempersulit hidup suaminya yang sudah nelangsa.


Livy hendak membuka suara, tapi Castarica sudah masuk kedalam mobil. Livy hendak memegang tangan castarik,a namun, pengawal yang sejak tadi berdiri di dekat pintu mobil segera menutup pintu mobil mewah yang hanya ada beberapa gelintir saja di negara ini.

__ADS_1


“Sialan! Berani sekali kau memarahi aku, sombong padaku Castarica,” umpat Livy dengan mengepalkan kedua tangannya lalu wanita itu masuk kedalam mobil.


“Sayang, kau tak berhasil membujuknya?” tanya Bill pada Livy setelah istrinya itu duduk didalam mobil.


“Bisakah kau melihat dari air muka ku sekarang?Jangan tanya itu membuatku semakin marah,” kata Livy yang merasa emosi.


“Kenapa kau malah marah padaku? Seharusnya kau marah pada adikmu itu,” kata Bill.


“Jika kau tak mendesak aku ku untuk mengeluarkan Castarica dari rumah keluara Moelen maka ini tak akan terjadi,” kata Livy balik menyalahkan Bill.


“Sudah diam lah! Jangan membuat kepalaku semakin pusing,” bentak Bill dengan suara yang lantang hingga membuat Livy menangis.“Jika kita tahu sejak awal, kalau si pecundang sialan itu akan jadi milyarder mendadak mana mungkin kita terus mempersulit kehidupannya.” Menyesal juga sudah percuma karena bubur tidak akan berubah menjadi nasi.


***


Perusahaan yang sangat megah sekali dan terdapat tiang-tiang penyangga menunjukkan seberapa kokoh bangunan ini hingga dapat menjulang tinggi hingga puluhan lantai dan menjadi salah satu gedung pencakar langit tertinggi di negara ini. Castarica sengaja mengunakan topi dan juga kaca mata, serta masker ketika hendak masuk ke dalam perusahaan ini sebab tak ingin di kenali oleh para pekerja dan Castarica juga menyuruh pengawal yang mengantarnya untuk diam saja tak melaporkan kepada suaminya atau pengawal itu akan ia pecat. Dan pengawal itu pun patuh pada perintah Castarica.


Aron terkejut sekali karena ada seorang wanita yang menuju ke ruangan Tuan Smith, kemudian Aron pun langsung beranjak berdiri dari posisi duduknya dan ingin mencegah wanita asing dengan menggunakan topi dan juga masker itu, tetapi suara Castarica menghentikan niat awalnya itu.


“Minggir Aron, jangan ikut campur,” ujar Castarica dengan nada suara rendah namun penuh perintah.


“Selamat datang Nona Castarica,” ujar Aron sembari membungkukkan tubuhnya.


Castarica masuk ke dalam ruangan suaminya dan terlihatlah lelaki itu sedang sibuk berkutat dengan laptopnya hingga tidak melihat siapa yang sedang masuk ke dalam ruangan itu. Castarica membanting pintu dengan keras dan barulah Zach melihatnya.


“Sayang, kenapa kamu datang?” tanya Zach sambil melangkah mendekati Castarica.

__ADS_1


“Sayang, apakah dia mengira aku ini wanita lain, aku masih menyamar dan mana mungkin dia mengetahui kalau ini adalah aku?” tanya Cast pada dirinya sendiri.


“Cast, aku sangat merindukan kamu,” kata Zach lagi membuat semua pemikiran negatif tentang suaminya itu melebur seketika.


“Dari mana kamu tahu ini aku?” tanya Castarica.


“Setiap bagian tubuh kamu ini sudah membuat saya bisa mengenal semuanya dan aroma parfum yang begitu akrab membuatku bisa mengetahui kamu dengan begitu mudah.


Castarica mulai terlena ketika melihat cara suaminya mulai merayunya namun, ia kembai teringat dengan alasannya datang ke perusahaan ini. Castarica langsung menepis tangan suaminya kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa, Zach bukannya marah justru lelaki itu merasa gemas sekali dengan sikap sang istri.


“Sayang, aku cemburu karena kau lebih memilih duduk di sofa dari pada di pangkuanku,” ujar Zach.


“Apakah kau sudah memiliki wanita lain hingga tak pulang ke rumah,” kata Castarica pada suaminya dengan nada suara penuh kecemburuan dan juga selidik.


“Mana mungkin aku punya wanita lain ketika istriku secantik ini,” sahut Zach.


“Lalu kenapa tidak pulang?”tanya Castarica.


“Apakah kau merindukanmu?” tanya Zach balik.


“Aku hanya ingin bertanya apakah kamu sudah mulai menghancurkan perusahaan Bill? Karena tadi Livy menemui aku,” ujar Castarica.


“Bagaimana mungkin dia bisa masuk ke dalam hotel sedangkan aku sudah menyuruh para pengawal melarang orang-orang tertentu untuk masuk ke dalam hotel itu,” geram Zach penuh emosi. “Apakah dia melukaimu?” tanya Zach sambil menatap tubuh istrinya apakah ada luka di sana.


“Tidak,” jawab Castarica merasa senang melihat cara suaminya masih sama yaitu begitu perhatian padanya.

__ADS_1


__ADS_2