Kebangkitan CEO Arogan

Kebangkitan CEO Arogan
Kecemburuan yang Menggemaskan


__ADS_3

Setelah masuk kedalam kamar Zach langsung melepaskan genggaman tangan istrinya tanpa membuka suara, bahkan Zach juga tidak melihat Castarica sedikitpun. Castarica menebak jika kini suaminya itu pasti sedang marah padanya karena pulang terlambat dan tidak mengirimkan pesan apapun, Castarica bisa menebak betapa cemas suaminya tidak mendapatkan kabar apapun darinya.


“Sayang, tadi aku tidak bisa menghubungi kamu karena ponselku mati, jika kamu tidak percaya maka bisa mengecek ponselku,” kata Castarica dan Zach tidak menggubrisnya. “Sayang, percayalah jika aku tak akan mungkin menanggapi cinta konyol lelaki gila itu, aku melakukan semua ini untuk menyelamatkan kamu dari jeruji besi,” ujar Castarica pada Zach.


Zach masih tidak menangapi ucapan istrinya itu dan kini Zach sedang mencari sesuatu dari dalam laci. Perasaan takut mulai merayapi hati Castarica kini dan wanita itu juga berpikir kalau Zach pasti sedang mencari surat cerai, Castarica begitu mencintai Zach dan juga ingin selalu bersamanya hingga hanya maut saja yang bisa memisahkan mereka, Castarica langsung menarik tangan Zach kemudian berkata.


“Aku tidak akan pernah berpisah dengan kamu walaupun kau memintanya,” ujar Castarica.


“Bersihkan tangan kamu, aku tak suka istriku di sentuh oleh musang jantan tak berguna itu,” kata Zach dengan cemburu. Dan kini lelaki itu meraih tangan Castarica lalu mengoleskan antiseptik di sana.


Melihat kecemburuan suaminya membuat perasaan cemas dan juga takut Castarica mulai melebur, sungguh tadinya Castarica mengira jika Zach sedang mencari buku nikah kemudian akan meninggalkannya, tapi siapa sangka jika lelaki itu justru mencari antiseptik. Castarica tertawa terpingkal-pingkal hal itu membuat Zach menatapnya dengan kening yang berkerut penuh kebingungan.


“Cast, apa yang membuat kamu sampai tertawa seperti itu?” tanya Zach.


“Sayang, aku sangat mencintai kamu dan terima kasih karena sudah percaya padaku,” kata Castarica sembari memeluk tubuh suaminya.


“Aku selalu percaya pada kamu, tapi tidak pada musang gila itu,” sahut Zach yang enggan menyebutkan nama John. “Ayo, aku bersihkan tubuh kamu,” kata Zach pada Castarica yang langsung mengganggukkan kepalanya setuju.


Semburat senja mulai mengintip dari cela-cela jendela membuat Zach bangun dari tidurnya. Ketika gelapnya malam mulai menghilang itu tandanya Zach harus kembali pada rutinitasnya yaitu membersihkan rumah besar ini dan setelah selesai dengan tugas itu, Zach melangkah masuk kembali kedalam kamarnya kemudian masuk kedalam selimut yang sama dengan sang istri, Castarica memeluk suaminya mencoba untuk mencari kehangatan.


“Sayang, bangunlah kamu harus bekerja,” kata Zach sembari mengecup wajah bantal istrinya.


“Morning kiss mana,” ujar Castarica seraya memonyongkan bibirnya dengan kedua mata yang masih tertutup rapat karena sang dewa mimpi masih menggelayuti matanya.


Zach gemas sekali setiap melihat istrinya manja begini, pun lelaki itu menghadiahkan begitu banyak ciuman pada Castarica hingga wanita itu memintanya untuk berhenti, tapi Zach yang sudah terbangkitkan gelora cintanya pun tak bisa berhenti dan malah mengajak istrinya melakukan senam di pagi  hari yang cerah ini.

__ADS_1


“Sayang, aku hanya meminta kamu untuk mencium aku, tapi kenapa malah meminta jatah,” gerutu Castarica.


“Siapa suruh mancing-mancing,” kata Zach tanpa wajah berdosa.


Kini Castarica dan juga Zach berjalan menuju meja makan dan terdengar suara gelak tawa di meja makan itu membuat Castarica dan juga Zach saling menatap dengan kebingungan. Pandangan Zach langsung mengelap ketika melihat jika kini John ada di antara keluarga Moelen.


“Kenapa mereka tertawa seperti itu? Memangnya apa yang sedang mereka semua lihat sekarang?” bisik Castarica pada suaminya.


“Mana aku tahu,” jawab Zach pada istrinya.


“Mom, bukankah itu lelaki yang sedang viral ini,” kata Livy dengan sengaja seraya menunjuk kearah Zach.


“Livy kamu tidak salah lagi karena tidak ada lagi pecundang selain dirinya yang menyapu halaman rumah tengah malam,” kata John mencoba memprovokasi Zach untuk berdebat dengannya.


“Apa maksud dari ucapan kamu itu, Cast?” tanya Zach dengan sengaja.


“Orang yang terlalu banyak bicara itu kebanyakan bodoh,” sahut Cast dengan terkekeh manja.


“Jaga bicara kamu itu Castarica,” kata Feren yang hendak menyambar Castarica yang ada disampingnya namun, Zach segera menarik Castarica hingga membuat tangan Feren menggenggam angin kosong.


“Pecundang berani sekali kamu,” kata Feren geram dengan wajah yang sudah merah padam.


Suasana di meja makan itu terlihat mencekam hingga mampu mengubah atmosfir yang ada didalam ruangan ini. Castarica langsung menyambar satu helai roti kemudian memakannya sembari berjalan keluar dari rumah ini bersama sang suami.


“Castarica, kau akan menyesal nanti,” bentak Livy murka melihat adiknya itu terlalu membela si pecundang.

__ADS_1


“Kau akan menyesal Livy. Suatu saat jika Suamiku kembali berjaya maka kau orang pertama yang akan aku hancurkan.” Castarica bicara dengan melihat kearah Livy yang langsung mengangkat gelas hendak melemparnya, tapi John menahan tangan Livy karena tidak ingin wanita pujaan hatinya itu terluka.


Demi harta dan juga Tahta keluarga besar itu sampai tidak perduli dengan menantu mereka dan malah menganggap orang asing sebagai bagian dari keluarga sungguh sikapnya begitu miris sekali dan tak layak di contoh.


Castarica sungguh begitu percaya dengan suaminya hingga wanita itu selalu membela suaminya dan Cast juga yakin jika suatu saat lelaki pujaan hatinya, lelaki kuatnya ini akan membuktikan pada semua orang jika mereka salah telah memperlakukan suaminya dengan penuh kehinaan seperti ini.


“Sepertinya begitu banyak orang yang membenciku sampai mereka semua menertawakan aku,” kata Zach setelah membaca komentar netizen mengenai dirinya yang menyapu di tengah malam.


“Kau dulu memang sangat kejam dan juga sombong sayang,” kata Cash membuat Zach melihatnya. “namun aku sangat menyukai kamu, kau tampan sekali dan setia,” sambung Cast lagi.


“Entah mengapa aku merasa jika dari dua vidio yang viral akan ada hal baik untukku,” kata Zach pada sang istri mengutarakan isi hatinya.


Hari ke 7 Castarica bersama dengan John.


“Sayang, ini adalah hari terakhir aku bersama dengan si musang kamu pasti senang,” kata Castarica seraya bergelayut manja di pundak Zach.


“Tentu saja aku merasa senang karena besok pagi aku akan mengantarkan kamu lagi dan hanya dengan cara itu juga aku bisa menghirup udara bebas sejenak.


Dengan bibir yang mengerucut Castarica langsung melepaskan gelayutan manja tangannya pada lengan Zach. “Apakah selama ini kamu selalu antusias mengantarkan aku kerja hanya karena ingin keluar dari rumah ini?” tanya Castarica.


Zach menarik pinggang istrinya lebih dekat dengannya kemudian berbisik. “Aku selalu suka mengantarkan kau karena kau adalah istriku dan aku perlu menjaga istriku yang cantik ini dari banyak mata lelaki lapar di luar sana. Dan aku juga menyukai semua yang ada padamu,” bujuk Zach pada sang istri.


“Kamu pandai merayu,” ujar Castarica tersipu malu.


Livy dan juga Feren yang melihat hal itu dari ruangan tamu rumah ini pun langsung memutar kedua matanya malas.

__ADS_1


__ADS_2