
Castarica mulai mencium aroma sesuatu yang begitu lezat sekali sehingga mengunggah selera makannya lalu membuat wanita itu rela keluar dari alam mimpi. Cast membuka mata dan melihat suaminya sedang melahap satu potong cheese steak yang kini hanya tersisa setengah saja. Cast merasa terkejut sekali sebab selama ini yang dia tahu suaminya tak pernah mau menyentuh makanan sejenis hod dog itu namun, lelaki itu sekarang makan dengan sangat lahap sekali.
Cast mulai menarik penutup kepalanya dari pelukan suaminya, hal itu membuat Zach menatap kearah istrinya. “Cast, apakah kamu mau? Ini makanan kesukaan kamu,” kata Zach ketika tahu Cast sudah bangun dari tidur lelapnya.
“Sejak kapan kamu menyukainya? Aku pernah meminta kamu untuk mencobanya dan kau muntah waktu itu,” kata Cast mengingatkan suaminya tentang kejadian yang telah lalu,
“Saya dulu memang tidak menyukai makanan semacam ini, tapi sekarang saya sangat menyukainya dan ini memiliki rasa sangat lezat sekali,” kata Zach yang masih tak henti-hentinya mengunyah makanan dalam mulutnya itu.
Cast segera mengarahkan punggung tangan untuk menyentuh kening suaminya itu dan suhu tubuh Zach normal. Sikap spontan Castarica membuat Aron sampai tersedak. Zach dan juga Cast melihat ke arah kursi kemudi lalu Aron meminta maaf kemudian keluar dari mobil ini, sikap polos Nona Castarica sungguh membuat Aron hampir saja mati karena tersedak makanannya sendiri.
“Cast, aku sedang tidak sakit, kenapa kau malah melakukan ini,” tegur Zach pada istrinya.
“Aku hanya takut kamu sakit, ini sungguh aneh sekali,” kata Cast.
“Sudahlah, dari pada kamu terlalu banyak berpikir sebaiknya makan saja bagian kamu,” kata Zach kemudian memberikan bungkusan berisi hot dog dengan begitu banyak sayuran di dalamnya untuk Cast.
Kini Aron dan juga Zach telah menyelesaikan ritual makan mereka kemudian perjalanan pun dilanjutkan kembali menuju ke hotel tempat tinggal mereka sekarang. Cast sedang sibuk menghabiskan makanannya, sedangkan Zach kembali melihat ke arah jalanan kemudian lelaki itu melihat begitu banyak pedangan yang menjual makanan di sepanjang jalan, maklumlah selama ini Zach jarang sekali keluar malam apalagi saat ia tinggal di rumah keluarga Moelen. Zach hampir tak pernah keluar malam karena Feren pasti akan melarangnya untuk pergi berjalan-jalan dengan istrinya itu.
"Aron," panggil Zach.
__ADS_1
“Ya, Tuan Smith,” jawab Aron.
“Hentikan mobilnya!” perintah Tuan Smith.
“Apa yang Anda inginkan, Tuan Smith?” tanya Aron ketika mobil ini sudah berhenti.
“Saya ingin hot chocolate yang sedang mereka nikmati,” kata Zach sembari menunjukkan dengan pandangannya kearah sepasang kekasih yang kini sedang berjalan sembari membawa paper cup.
“Uhuk… uhuk… uhuk!” Cast langsung tersedak hot dog yang sedang ia kunyah didalam mulut.
Zach yang mengetahui akan hal itu langsung mengusap perlahan punggung Cast hingga rasa tersedak itu mulai membaik perlahan. “Cast, tidak perlu buru-buru jika memakannya,” kata Zach.
“Aku tidak terburu-buru memakan ini, tapi aku kaget saja kau minta cokelat panas?” tanya Cast dengan nada suara terdengar kaget. “Selama ini kamu tidak terlalu suka dengan minuman yang manis,” kata Cast lagi hampir tak percaya dengan perubahan suaminya.
“Kamu memang benar,” jawab Cast. “Aron kalau begitu kamu beli juga untukku dan, kau juga beli hot chocolate jika mau,” kata Cast.
“Baik Nona Smith,” jawab Aron.
***
__ADS_1
Pagi hari ini berita di hebohkan dengan kehancuran perusahaan properti milik John dan otomastis Perusahaan Noan juga ikut hancur. Bukan hanya itu saja, perusahaan Molen yang merupakan salah satu perusahaan parfum terbesar di negara ini pun mulai gulung tikar karena semua pengusaha menarik kembali investasi mereka dan begitu juga dengan perusahaan milik Bill. Semua berjalan sesuai dengan rencana.
Keluarga Moelen hanya memiliki rumah saja yang sekarang mereka tempati sedangkan yang paling parah adalah John-lelaki itu kini tak memiliki apapun lagi selain kain yang mempel di tubuhnya. Semua aset berharga milik John telah hilang bersama dengan perusahaan miliknya itu.
“Semuanya menjauh ketika aku tak memiliki apapun,” umpat John yang kini berjalan di trotoar seperti gelandangan yang tak tentu arah. “Bahkan semua wanita yang pernah aku bantu dan selalu menemani malamku juga dengan kurang ajar memblokir nomor ponselku,” cetus John lagi dengan menendang udara.
Siang hari ini cuaca begitu terik sekali dan John mulai merasa gerah, ingin rasanya ia membeli satu gelas air mineral namun tak memiliki satu sepeserpun uang. Semua orang menjauh darinya dan kini ia menjadi gelandangan dalam satu kejap mata, kesombongan dan juga sikap arogan lelaki itu lenyap, sekarang yang tersisa hanya wajah nelangsa dan juga penuh kebingungan, tak ada lagi mobil mewah yang selama ini selalu ia sombongkan, yang ada hanya kedua kaki yang ia ajak kesana dan juga kemari tak tentu arah.
“Semua ini gara-gara si pecundang itu,” kata John mengumpati Zach yang telah membuat hidupnya berantakan.
“Siapa pecundang itu?”
Suara yang begitu familiar terdengar masuk kedalam gendang telinga John hingga membuat lelaki itu memutar tubuhnya ke asal suara tersebut. Kedua bola mata John langsung membulat penuh dengan rahang yang sudah mengeras dan juga kedua tangan terkepal dengan begitu kuat ketika ia melihat Cast dan juga si pucundang kini ada dihadapannya dengan seringai puas melihat nasibnya yang seperti gelandangan ini.
“John. Dimana mobil mewah yang selama ini selalu saja kau banggakan?” ledek Cast dengan gaya anggun namun cukup menusuk harga diri John sebagai seorang lelaki.
“Cast, dia tak memiliki apapun selain kedua kaki yang kini sedang dia ajak berjalan kesana-kemari mencari tempat berteduh,” hina Zach dengan wajah angkuh dan juga arogan.
Cast langsung mengusap dada suaminya perlahan kemudian berkata, “Sayang, kamu dulu memang si pecundang, namun kamu masih memilki motor kesayangan kita dan kau juga memiliki aku,” kata Cast dengan makna penuh penghinaan sembari melihat ke arah John. “Lihatlah lelaki gelandangan ini yang hanya memiliki kedua kaki saja, bahkan sepeserpun uang ia tak punya apakah motor dan juga seorang wanita cantik. Bagaimana jika kamu memberikan uang padanya, karena kita adalah orang baik hati serta dermawan sekalipun pada seorang musuh,” kata Cast mencoba untuk menjunjung tinggi kebaikan suaminya dan merendahhkan musuhnya sampai tak tersisa harga diri pada sang musuh tersebut.
__ADS_1
John hendak melangkah untuk menyerang wajah Zach yang menurutnya menyebalkan, tapi kedua pengawal langsung memeganginya. Zach melempar beberapa lembar uang pada John kemudian langsung masuk kedalam mobil tanpa bicara, sikap diam tapi tatapan tajam itu sudah cukup melukai lawan tanpa mengeluarkan suara.
"Aku akan menghancurkan kamu, Castarica," ancam John.