
Livy dan juga Bill menatap ke arah tangan Dokter yang sudah mulai memegangi tangan Feren, sungguh kini mereka berdua seakan tidak bisa bernapas saat melihat apa yang akan terjadi.
Castarica tahu jika Mom-nya sedang berdusta sekarang dan semuanya nampak jelas dari riasan wajah Feren yang terlihat sangat rapi, bahkan Mom-nya juga menggunakan baju yang sangat rapi sekali menunjukkan dusta yang tampak nyata.
Benar apa yang Castarica duga, kini Feren langsung beranjak mendudukkan tubuhnya ketika sang Dokter baru saja menusuk sedikit bagian kulit wanita paruh baya itu. Feren langsung memasang wajah memelas ketika dustanya sudah terbongkar. Zach mengusap perlahan pundak Cast seolah meminta wanita itu untuk bersabar dengan apa yang terjadi sekarang. Cast menganggukkan kepalanya dengan menahan perasaan geram di hati, ia sudah merasa cemas ketika menuju ke rumah keluarga nya namun, setelah tiba di sini yang Cast dapatkan tidak lebih hanya rasa kecewa karena Mom-nya mengatakan dusta yang menakutkan hanya untuk membuatnya datang ke rumah ini.
“Dokter, Anda boleh kembali ke rumah sakit,” kata Zach. “Aron, berikan imbalan pada mereka!” perintah Zach.
“Baik, Tuan Smith,” kata Aron. Lalu lelaki itu mengeluarkan cek dari balik jas hitam yang sedang ia kenakan kemudian menuliskan sejumlah nominal di sana.
“Tuan Smith, terima kasih dan ini sungguh banyak sekali melebihi 5 bulan gaji kami,” kata sang Dokter dan juga rekannya.
“Anggap saja itu rejeki untuk keluarga kalian,” kata Zach dengan wibawa. Sikap Zach yang dermawan sungguh membuat Cast merasa bangga.
“Dia sedang pamer kekayaan di depan kita sekarang,” bisik Bill di dekat telinga Livy.
“Hust, nanti dia dengar,” bisik Livy balik.
Keduanya harus pandai menahan lidah mereka jika ingin rencana mereka berjalan dengan lancar.
***
“Castarica, maafkan Mama karena telah membohongi kamu,” bujuk Feren dengan wajah yang memelas demi memancing simpati putrinya itu.
__ADS_1
“Aku sudah mengatakan pada Mom untuk tidak mengunakan cara ini agar kamu mau kembali ke rumah ini lagi, tapi Mom terus saja memaksaku karena dia mengatakan jika sangat merindukan kamu,” kata Livy dengan nada suara yang rendah.
“Kami sungguh menyesal karena telah memperlakukan suami kamu dengan buruk dan kami juga berjanji tak akan mengulanginya lagi,” kata Bill. "Tuan Smith, saya sungguh-sungguh meminta maaf atas apa yang pernah saya ucapkan sebelumnya, situasi kita adalah saudara dan pertengkaran menjadi hak yang wajar terjadi dalam suatu keluarga besar," kata Bill mencoba mencari pembenaran atas apa yang ia lakukan sebelumnya.
Zach tetap duduk tenang sembari menyilangkan satu kakinya bertumpu pada lutut, tapi tangan lelaki itu masih tidak lepas memegang pundak istrinya. Sedangkan Aron berdiri di samping Zach dengan tatapan lurus ke depan. Semua orang mengenal Aron yang merupakan lelaki handal dan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, bahkan tidak ada orang yang berani mengusiknya, sikap Aron yang kejam telah tersebar di telinga para pebisnis dan sekarang lelaki sekejam itu adalah bawahan Tuan Smith.
“Aku sudah mengerti maksud kamu itu Bill,” kata Zach.
“Adik ipar, kau pasti tahu jika sesungguhnya kami semua begitu menyayangi kamu dan biarkan kita semua hidup sebagai satu keluarga,” kata Livy.
“Kalian mau menjadi keluargaku hanya dalam hitungan hari,” kata Zach yang penuh dengan teguran. "Padahal sudah sekitar satu tahun atau mungkin lebih kalian ingin menendang aku keluar dari rumah ini dan kalian juga berusaha menjodohkan istriku dengan lelaki lain hanya karena aku tak memiliki apapun,” kata Zach dengan nada mulai memberikan peringatan.
“Sayang, ayo kita pergi, aku tak suka dengan para penjilat ini. Melihat wajah mereka membuat saya mengingat semua sikap arogan mereka pada kamu,” kata Cast yang sudah tidak tahan ketika mengingat cara mereka semua memperlakukan suaminya dengan penuh hinaan dan juga cacian.
“Aron,” panggil Zach sambil beranjak berdiri dari posisi duduknya kemudian mengarahkan tangannya untuk menggenggam tangan Cast.
Feren, Livy dan juga Bill gemetar sekali dan andaikan saja mereka bisa menghentikan waktu, maka pasti akan mereka lakukan sekarang, tapi mereka hanya manusia biasa dan tidak bisa melakukan semua itu.
“Hancurkan mereka semua yang pernah menyebutku sang pecundang!” perintah Zach.
“Dengan senang hati saya akan melakukannya Tuan Smith,” jawab Aron dengan seringai licik mengarah ke Livy, Bill dan juga Feren.
“Castarica, Mom mohon jangan seperti ini, apakah kamu tega menghancurkan bisnis keluarga Moelen,” kata Feren dengan menahan tangan putrinya itu.
__ADS_1
“Castarica, jangan biarkan bisnis keluarga kita hilang begitu saja. Bukankah kamu juga selama ini ikut menjaga bisnis keluarga Moelen agar tetap berjaya,” bujuk Livy.
Castarica menghentikan langkahnya kemudian menatap ke arah keluarganya dengan manik yang sudah berkaca-kaca. “Bisnis itu sudah hancur sejak dari awal andaikan bukan karena bantuan suamiku, tapi apa yang kalian lakukan saat melihat perusahaan suamiku hancur?” tanya Cast dengan suara yang bergetar di ujung lidahnya. “Kalian semua menutup mata, bahkan dengan tak tahu diri kalian melupakan kebaikan suamiku yang sudah membantu perusahaan Moelen berjaya, kalian semua benar-benar orang-orang yang tak tahu terima kasih, bahkan kalian terus mengatakan hal buruk tentang suamiku.” Air mata Castarica langsung jatuh dengan begitu derasnya ketika mengingat kembali semua perlakuan yang telah suaminya itu dapatkan selama ini.
“Castarica, kami sungguh menyesal dan minta maaf,” bujuk Feren.
“Semua sudah terlambat,” kata Castarica kemudian keluar dari rumah ini bersama suaminya dan juga Aron.
“Mom gimana ini,” kata Livy sambil menggoyangkan lengan Feren.
Feren langsung menepis tangan Livy sambil berkata, “Pikirkan suatu hal dan jangan hanya bertanya saja pada Mom,” bentak Feren merasa kesal dengan sikap Livy yang terus saja merengek seperti anak kecil.
***
Di dalam mobil Cast terus saja menangis karena merasa kecewa dengan sikap keluarganya dan seperti biasa Zach terus saja mencoba untuk membujuk istrinya hingga Cast pun mulai tenang dan tertidur didalam dekapan suaminya, dengan tangan yang memeluk tubuh istrinya Zach melihat keluar jendela, terlihatlah ada pedagang kaki lima yang menjual cheese steak-jajanan kaki lima yang hampir mirip dengan hot dog karena sama-sama menggunakan roti yang ukuran panjang, hanya bedanya cheese steak ini dibagian dalamnya menggunakan irisan daging cincang.
“Aron, hentikan mobilnya,” pinta Zach.
“Apakah Anda menginginkan sesuatu?” tanya Aron.
“Saya ingin makan Cheese steak,”
“Akan saya belikan,”
__ADS_1
“Aron, beli juga untuk kamu,” kata Zach yang langsung di jawab anggukkan kepala oleh lelaki itu.
“Saya tidak pernah menyukai makan seperti ini sebelumnya, tapi sekarang kenapa saya menginginkannya,” batin Zach bingung dengan perubahan selera makannya.