
Cast membuka mata dan kini manik wanita itu mulai di penuhi dengan sosok suaminya, ya lelaki itu terlihat sangat sedih sekali dengan kepala yang tertunduk. Zach mengangkat pandangannya kemudian melihat kedua pelupuk mata Cast sudah terpecah dan kini wanita itu sedang tersenyum kecil padanya.
“Cast, kamu sudah bangun,” kata Zach dengan mengulas senyuman manisnya.
“Sayang, jika kamu memasang wajah sedih lagi maka aku akan kembali pingsan,” canda Cast pada suaminya.
“Cast, aku sungguh sangat takut sekali terjadi sesuatu pada kamu dan juga dia,” kata Zach.
Cast mengerutkan keningnya ketika mendengarkan kata 'dia' hingga ia pun mulai bertanya pada suaminya itu. “Apakah Ibu dan juga Livy baik-baik saja?” Tanya Cast yang menduga jika kata 'dia' yang dimaksud suaminya tadi adalah keluarganya.
“Mereka baik-baik saja,” jawab Zach.
“Lalu, siapa dia yang kamu maksud Sayang?” Cast bertanya.
Zach tersenyum manis kemudian mengarahkan tangannya untuk mengusap perlahan perut Cast sambil berkata, “Calon bayi kita,” kata Zach.
Cast diam sesaat mencoba untuk mencerna apa yang barusan di katakan oleh suaminya. Senyuman manis Cast segera terukir ketika ia sadar jika dirinya sedang mengandung.
__ADS_1
Di luar ruangan ini.
Livy menunduk ketika Aron melangkah mendekatinya dan juga Feren. Untuk kali ini Livy dan juga Feren takut akan seseorang, rasa takut itu menghilangkan semua kesombongan yang sebelumnya mereka miliki dengan sungguh-sungguh membuat kedua wanita itu tak berani hanya berhadapan dengan Aron.
Aron sudah berdiri di hadapan Feren dan juga Livy kemudian lelaki itu membuka suara. “Nona Castarica meminta kalian untuk masuk!”perintah Aron dengan nada suara datar.
“Baik,” jawab Livy tergagap karena kepanikannya.
“Dia meminta kita untuk masuk ke dalam ruangan, seperti hendak meminta kita untuk masuk ke dalam tempat eksekusi,” gerutu Feren yang mengakui jika Aron memang sosok lelaki yang mengerikan.
Tatapan matanya yang tajam itu seolah sedang melihat musuhnya saja, mungkinkah lelaki itu menganggap jika dia dan juga Livy adalah musuhnya? Begitupun jika dilihat dari sorot mata tajam tersebut. Memang selama ini sikapnya dan juga Livy tidak pernah baik pada bosnya-si pecundang itu dan pantas saja jika Aron membenci mereka berdua, ya orang seperti mereka yang tidak memiliki belas kasih memang pantas untuk di benci.
Feren dan juga Livy masuk ke dalam ruangan Castarica dan terlihat kini Zach sedang duduk di kursi dekat ranjang Cast berada. Dan tangan lelaki itu tak mau melepaskan istrinya walau satu detik saja-sungguh romantis sekali.
“Sayang, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Feren setelah ada di sisi kiri Cast.
“Aku dan juga calon cucu Mom baik-baik saja,” kata Cast.
__ADS_1
“Apakah artinya sekarang kamu sedang hamil?” tanya Livy dengan sangat antusias sekali.
“Ya, kau benar,” kata Castarica.
“Mom, sebentar lagi aku akan punya keponakan,” kata Livy bahagia.
“Kamu benar, sebentar lagi Mom akan menjadi nenek,” sambung Feren dengan senyuman manisnya.
Cast tersenyum bahagia melihat Mom dan juga Livy ikut berbahagia. Tapi kebahagiaan itu langsung berubah ketika senyuman Feren dan juga Livy melebur. Cast menatap ke arah Mom dan juga Livy dengan penuh tanya. Zach hanya diam tak mengeluarkan suara sebab Cast mengancamnya jika sampai mengeluarkan suara maka Zach harus mau meninggalkan Cast didalam ruangan ini bersama dengan keluarganya.
“Castarica, maafkan Mom karena hampir membuat kamu dan juga calon cucu Mom celaka,” kata Feren dengan berlinang air mata. Sikap kami pada kamu sebelumnya sangat buruk sekali, pasti kamu dan juga Zach tak akan pernah bisa memaafkan semua kesalahan Mom, tapi Mom tidak akan menyalahkan kalian berdua.
“Castarica, aku dan juga Mom bersalah pada kamu, walaupun aku tahu kami tidak pantas mendapatkan maaf dari kamu dan juga suami kamu, tapi kami tetap akan meminta maaf dan kami akan menghilang dari kehidupan kalian berdua untuk menebus semua kesalahan yang telah kami lakukan,” kata Livy. “kami terlalu malu untuk muncul dihadapan kalian lagi,” kata Livy sembari menggenggam tangan Castarica.
“Benar apa yang dikatakan Livy tadi. Mom dan juga Livy sudah merasa lega setelah melihat kamu dan juga calon cucu Mom baik-baik saja. Mom dan juga Livy pamit pergi.”
“Jika kalian berdua memang ingin mendapatkan hukuman yang seharunya, maka hukuman itu harus dari aku dan juga suamiku! Karena hanya dengan begitu maka hukuman untuk kalian akan sempurna."
__ADS_1
“Kamu benar sekali,” kata Zach yang barusan mendapatkan kode untuk ikut bicara dari istrinya tercinta.
“Hukuman apa itu?” tanya Feren memberanikan diri untuk berbicara.