
Zach melihat wajah istrinya yang nampak kurang nyaman karena ia ajak menyantap hidangan di pinggir jalan, maklumlah Castarica tidak pernah hidup susah sejak kecil dan ia selalu mendapatkan apa yang di inginkan bahkan satu kalipun Castarica tak pernah makan di tempat seperti ini.
Castarica bahkan tidak menyentuh makanan yang sudah ada di atas meja, justru kini wanita cantik dengan baju super modis itu sibuk melihat para pengunjung yang kebanyakan wanita makan dengan begitu lahap. Terdapat beberapa remaja yang kini sedang sibuk menikmati ketampanan suaminya, hal itu membuat Castarica geram sekali dan ingin langsung melempar kedua remaja itu dengan gelas yang berisikan teh hangat ini.
“Cast, maafkan aku karena tak bisa mengajak kamu makan di restoran mewah,” ujar Zach pada sang istri.
Castarica mulai menatap suaminya dan terlihatlah wajah sedih itu memenuhi manik matanya, Castarica mulai merasa bersalah sebab tanpa sadar dia sudah menyakiti hati suaminya. “Sayang, maafkan aku karena menyakiti hati kamu, tapi tenang saja aku akan mulai terbiasa seiring dengan berjalannya waktu sebaiknya kita harus berhemat sampai aku mendapatkan pekerjaan,” ujar Castarica seraya menggengam tangan suaminya.
“Kamu tidak perlu bekerja lagi karena mulai besok semuanya akan berubah dan aku akan tunjukkan pada keluarga kamu jika kita bisa hidup jauh lebih baik lagi,” ujar Zach. “Aku mengikuti keinginan kamu keluar dari rumah itu karena aku sudah memiiki segalanya dan aku membawa kamu keluar dari rumah besar itu dengan penuh kehormatan yang tersembunyi, tapi besok mereka semua akan mengetahuinya dan seluruh negara ini akan mengetahuinya,” ujar Zach.
“Sayang, aku percaya pada kamu,” kata Castarica.
Zach menyuapi istrinya makan dan Castarica pun melahap setiap suapan yang sang suami berikan, sungguh Castarica tidak menyangka jika makan di pinggir jalan ini memiliki rasa yang nikmat sekali padahan hanya ayam bakar biasa dan juga sambal namun rasanya sungguh membuat Castarica ketagihan hingga ia melahap lebih dari dua piring nasi.
“Sungguh aku tidak menyangka jika begitu lezat sekali rasanya,” ujar Castarica.
“Sepertinya mulai sekarang kau tak akan mau makan hidangan di restoran lagi,” ujar Zach sembari mengambil satu butir nasi yang ada di sudut bibr Castarica.
“Tentu saja sesekali aku ingin makan di restoran, tapi mulai sekarang aku akan lebih sering makan di pinggir jalan sebab rasanya sangat lezat sekali,” ujar Castarica jujur.
Seorang lelaki melangkah menghampiri Zach dan juga Castarica-lelaki itu adalah Aron. Castarica mengerutkan keningnya bingung kenapa suaminya bisa memiliki teman yang pasti berasal dari keluarga kaya sebab semua kain yang menempel di tubuh lelaki itu barang mahal dan Castarica tahu itu dengan sangat jelas.
__ADS_1
“Saya sudah membayar makanan Anda Tuan Smith,” ujar lelaki itu seraya membungkukkan tubuhnya.
“Tu-tuan Smith,” kata Castarica sembari melihat kearah Aron dan juga Zach secara bergantian.
“Selamat datang di dunia baru, Sayangku,” ujar Zach setelah berdiri dari posisi duduknya kemudian membungkukkan tubuhnya dihadapan Castarica sembari mengulurkan satu tangannya.
“Ak-aku masih tidak mengerti dengan apa arti semua ini,” kata Castarica dengan menggengam tangan suaminya.
Di dalam mobil.
Saat ini Aron sedang sibuk memusatkan pandangannya kearah jalanan sedangkan Zach dan juga Castarica duduk di baris kedua mobil ini. Tidak ada perbincangan yang terjadi hingga mereka tiba di salah satu hotel mewah yang ada di pusat kota dan hotel ini memiliki harga fantastik sekali dan hanya kalangan menegah ke atas saja yang bisa menginap di hotel ini.
Hotel CS, ya itulah nama hotel ini, cukup aneh memang namanya, tapi hotel ini sangat populer sekali hingga jika ingin menginap di hotel mewah ini makan harus memesan jauh-jauh hari. Aron berjalan dibelakang Castarica dan juga Tuan Smith.
“Selamat datang Tuan Smith dan Nona Castarica Smith,” sapa semua pegawai seraya membungkukkan sedikit tubuhnya hormat.
“Karena aku sudah datang sekarang, jadi gantilah nana hotel ini besok!” perintah Zach dengan penuh wibawa.
Zach memang menggunakan baju yang sederhana dan harganya juga sangat murah sekali namun, itu semua tidak bisa menghilangkan wibawah yang lelaki itu miliki.
“Mamanya ini hotel milik siapa?” tanya Castarica dengan polos.
__ADS_1
Zach melirik kearah Aron meminta lelaki itu untuk menjawab pertanyaan istrinya tercinta. “Hotel ini milik Tuan Smith,” jawab Aron. “Singkatan hotel CS adalah-hotel Cast Smith,” sambung Aron lagi.
“Ta-tapi bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Castarica masih tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.
Flashback.
“Memangnya siapa kamu?” tanya Zach pada Aron.
“Saya adalah anak dari almarhum Gerry. Tuan Smith pasti mengenalnya karena dia adalah orang kepercayaan ibunda Tuan Smith sendiri,” kata Aron.
“Ya, aku mengenalnya dan Mom pernah berkata jika dia sudah mengamankan kehidupanku namun, jika tiba saatnya seseorang akan datang menemui ku dan memberikan hakku,” kata Zach mencoba untuk mengingat tentang perbincangannya dengan sang Mommy. “Berarti orang itu adalah kamu, Aron?” tanya Zach dan Arona langsung menganggukkan kepala.
“Perusahaan Berlian CS adalah milik Anda, dan hotel CS adalah milik Anda. Saya dengan sengaja memberikan inisial ada dan Nona Cast pada setiap aset-aset Tuan Smith. Dan Nyonya besar sudah menginvestasikan begitu banyak uang tanpa Tuan Besar ketahui semua itu hanya untuk kehidupan Anda. Tapi disaat itu investasinya masih sangat kecil lalu beberapa bulan terakhir saya terus bermain tender besar dan memenangkannya hingga semua uang itu berlipat ganda,” cerita Aron pada Zach secara garis besar saja.
Flashback selesai.
Castarica dan juga Zach kini sudah tiba didalam ruangan vip. Aron berpamitan pergi dan di depan ruangan Zach terdapat lima pengawal dengan tubuh kekar yang sedang menjaga Zach serta Castarica didalam sana.
“Sayang, kenapa kamu baru cerita padaku sekarang? Dan kenapa kamu hanya diam saja ketika dihina oleh keluargaku?” tanya Castarica kecewa pada suaminya.
“Sayang mungkin ini memang rencana Tuhan, dia mengirimkan Aron disaat yang tepat dan besok adalah waktu kita untuk balas dendam pada semuanya, sekarang Aron sudah menyusun rencana untuk membuat semua orang tahu siapa inisial CS yang ada di hotel, perusahaan dan juga Mall terbesar di negara ini.” Sorot mata Zach memancakan penuh kobaran api hingga membuat Castarica takut melihatnya.
__ADS_1
“Sayang, jangan hukum orang tak bersalah,” bujuk Castarica pada suaminya.
“Tak akan, tapi mereka yang telah mempermalukan aku dan juga memperlukan istriku dengan sangat buruk harus mendapatkan ganjaran,” ujar Zach dengan nada suara tegas dan juga guratan emosi namun ketika melihat kearah Castarica, mata tajam itu berubah menjadi sendu.