Kebangkitan CEO Arogan

Kebangkitan CEO Arogan
Kelembutan Hati Cast


__ADS_3

Cast dan juga Zach sedang berjalan-jalan di sekitar Villa, mereka melewati rumah-rumah penduduk yang masih begitu asri namun, jalanan dekat Villa ini sudah beraspal sehingga memudahnya mereka untuk berjalan. Semua pengawal yang sebelumnya menggunakan baju serba hitam kini sudah berganti dengan baju santai, sebab Cast tak ingin menjadi pusat perhatian jika membawa begitu banyak lelaki dengan tubuh kekar dibelakangnya dan juga sang suami. Zach yang begitu mencintai Cast tentu saja tidak merasa keberatan sedikitpun dengan permintaan sang istri.


Zach sejak keluar dari dalam Villa terus saja mengandeng tangan Castarica dan perhatian kecil itu membuat Castarica merasa sangat bahagia sekali. Zach yang dahulu memiliki sikap arogan dan juga sombong kini mulai berubah, Zach terlihat jauh lebih lembut pada orang lain dan hal itu membuat Cast merasa sangat senang sekali dengan perubahan sikap suaminya itu.


“Sayang, lihatlah itu seorang kakek dan juga nenek yang kini sedang memasak menggunakan kayu bakar,” kata Cast seraya menunjuk menggunakan satu jarinya ke sisi sebelak kiri mereka sekarang.


Zach mengikuti arah pandang istrinya dan ia melihat sepasang suami istri yang sudah renta memasak makan siang bersama dengan menggunakan kayu bakar.


“Sayang, ayo kita dekati mereka, entah kenapa aku ingin sekali makan menggunakan kayu bakar,” kata Cast manja pada suaminya.


“Cast, kita akan memasak mengunakan kayu bakar nanti setelah tiba di villa,” tolah Zach dengan cara yang lembut agar tak menyakiti hati istrinya.


“Aku ingin makanan buatan mereka dan aku juga ingin ketika rambutku sudah memutih dan kulitku mulai berubah kita bisa seperti mereka saling mencintai hingga menunggu maut datang memisahkan kita,” kata Cast dengan kepala yang tertunduk.


Melihat ekspresi istrinya yang sedih dan mengucapkan kata dengan makna yang begitu dalam mana mungin Zach bisa menolak permintaan istrinya itu. Zach mengusap perlahan kepala Cast kemudian berkata, “Cast, jangan bersedih kita kan menghampiri mereka dan jika kedua lansia itu mengijinkan kita berdua makan bersamanya maka aku akan sangat senang sekali untuk kamu,” kata Zach pada istrinya.


Cast langsung memeluk tubuh suaminya dengan perasaan yang bahagia sekali. “Sayang, terima kasih karena sudah menuruti semua keinginanku.” Kata Cast manja.


Akhirnya kedua orang itu berjalan menghampiri lansia tersebut. Para pengawal berdiri di jarak 5 meter dari kedua majikannya dan hanya Aron saja yang berdiri di jarak satu meter dari Tuan Smith dan juga Nona Cast untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Aron dan juga para pengawal harus selalu waspadah dimanapun mereka berada sebab semua wartawan pasti sedang memburu kemana saja Tuan Smith pergi karena kini lelaki itu bukan si pecundang lagi melainkan si milyarder kaya.

__ADS_1


“Kalian mencari siapa Nak?” tanya nenek yang sedang mengunakan baju sederhana dan baju itu sudah terdapat sekitar 10 tambalan disana serta sarung yang sedang nenek itu kenakan juga sudah terdapat robekan besar yang di tambal dengan kain sama usangnya, bahkan kain lap di rumah Cast saja jauh lebih bagus dari baju kedua lansia itu.


Manik Cast berkaca-kaca karena tidak bisa membayangkan jika kedua orang lansia itu hidup dalam kekurangan di masa senja mereka, namun Cast mengerjap-ngerjapkan matanya agar cairan bening itu tak sampai terjatuh.


“Kami tidak sedang mencari siapapun,” kata Zach jujur.


“Lalu kenapa kalian berdua berdiri di gubuk kami?” tanya sang nenek. Sedangkan suami dari nenek tersebut sedang duduk di dekat kayu bakar mencoba untuk menjaga agar api itu tak sampai padam.


“Istri saya baru kali pertama melihat ada orang yang memasak menggunakan kayu bakar dan ia ingin mencicipi masakan buatan Nenek jika diperbolehkan,” kata Zach jujur dengan suara yang lembut sekali bahkan tatapan Zach juga terlihat begitu sendu.


Nenek itu menundukkan kepala dan berkata, “Sesungguhnya saya dan juga suami akan sangat senang sekali jika kalian bisa makan bersama dengan kami, hanya saja makanan kami tak layak di makan oleh orang-orang seperti kalian,” kata nenek itu dengan kepala tertunduk.


“Kami akan memakan apapun yang nenek buat,” kata Cast antusias.


Cast yang memiliki hati lembut pun langsung meneteskan air matanya ketika melihat akan hal itu. Nasi yang sudah memiliki bermacam warna akan kedua lansia itu santap bersama dengan garam. Zach ikut menatap pilu kearah makanan kedua lansia itu.


Kebetulan sekali ada pedagang sayuran keliling dan Aron segera mengajak pedagang itu masuk kedalam perkarangan kedua lansia tersebut. Aron sudah tahu apa yang majikannya itu inginkan tanpa harus Tuan Smith memberikan perintah padanya terlebih dahulu.


“Nak, jangan menangisi keadaan semacam ini, bagi kami makan apapun itu sama saja yang perinting tidak merasa kelaparan,” kata Nenek tersebut.

__ADS_1


“Apakah Nenek tidak mempunyai anak?” tanya Cast.


“Dia sudah meninggal lama sekali,” kata sang Nenek dengan wajah nampak sedih.


“Kakek kemari lah,” kata Zach dengan senyuman manisnya.


“Ya, Nak ada apa?” tanya sang kakek.


“Ayo ambilah semua bahan memasak yang kalian butuhkan,” pinta Zach pada kakek tersebut


“Nak, kami tidak mempunyai uang untuk membelinya,” jawab sang kakek jujur.


“Saya  yang akan membayar jadi Kakek dan juga Nenek tidak perlu merasa cemas dan pilihlah bahan makanan yang kalian butuhkan,” tutur Zach. “Saya dan juga istri saya akan ikut makan bersama dengan kalian jika diijinkan,” ujar Zach dengan tatapan sendunya.


“Tentu saja kami mengijinkannya, dan kami sangat berterima kasih,” jawab sang Kakek.


“Nenek, ayo pilih juga,” kata Cast dengan seulas senyuman manis.


Nenek dan juga Kekek itu sangat senang sekali karena pada akhirnya ada orang baik yang mau membantu mereka untuk membeli bahan makanan yang akan mereka santap siang hari ini. Aron merasa sangat bahagia sekali ketika melihat sikap Tuan Smith yang begitu baik dan juga patut dijadiikan contoh, sikap sombongnya juga sudah hilang bersama dengan hancurkan perusahaan Smith beberapa tahun silam.

__ADS_1


Cast dan juga Zach berbincang dengan kedua lansia itu serta terdapat canda tawa renyah keluar dari bibir mereka berdua. Cast memuji makan sang nenek yang terasa begitu lezat sekali. Nenek itu mengatakkan baru kali ini ia bisa memakan ikan dan juga nasi yang masih baru, karena biasanya bisa makan ikan itu dari sisa tetangga, bahkan terkadang ikan yang hampir basi yang bisa mereka makan. Cast sedih mendengarkan hal itu kemudian Zach mengatakan jika mulai sekarang Zach akan menanggung kehidupan kedua lansia itu. Kedua lansia itu berterima kasih pada Zach.


Sikap Zach sungguh begitu mulia dan naik turun jabatan dalam kehidupannya membuat  lelaki itu bisa menghargai orang lain.


__ADS_2