Kebangkitan CEO Arogan

Kebangkitan CEO Arogan
Cast Hamil


__ADS_3

Zach begitu terkejut sekali saat melihat istrinya sudah tidak sadarkan diri. Aron langsung menarik Bill keluar dari ruangan ini. Dan dua pengawal langsung menghajar Bill habis habisan.


Zach segera mengendong tubuh istrinya yang tak henti-hentinya mengeluarkan cairan berwarna kemerahan. Feren serta Livy mengikuti Zach keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tampak cemas sekali.


“Sayang, tolong suruh mereka untuk berhenti memukul aku,” kata Bill mencoba membujuk Livy untuk membantunya.


Livy menghentikan langkahnya ketika mendengarkan suara suaminya memanggilnya. Feren pun ikut menghentikan langkahnya kemudian menggenggam tangan Livy. Dari genggaman tangan itu seolah Feren mengatakan jika tanpa si pedebah sialan tersebut maka Livy masih memiliki Feren dan putrinya itu tak akan pernah merasa sendiri. Sorot mata Livy berubah menjadi gelap ketika melihat wajah bill yang sudah lebam tak berdaya di tangan kedua pengawal yang menginjak tubuhnya tanpa ampun.


“Bunuh saja dia! Jika sampai terjadi sesuatu pada adikku. ”Perasaan Livy ikut melebur dengan pengakuan dusta yang dikatakan Bill tadi.

__ADS_1


Livy dan juga Feren langsung meninggalkan Bill yang masih mendapatkan pukulan manja dari kedua pengawal itu. Bill tak henti-hentinya meneriaki Livy dan meminta istrinya itu untuk membantunya namun, semua percuma dan akan sia-sia saja sebab Livy memilih untuk mengakhiri hubungan mereka detik ini juga.


Rumah sakit.


Dokter mengatakan jika istrinya sedang hamil dan kini usia janinnya menginjak bulan ke dua dimana masa itu sangat rawan sekali. Dokter menyarankan agar Castarica tidak terlalu banyak beban pikiran dan juga tidak mengerjakan tugas yang berat semua itu dilakukan untuk mencegah meminimalkan reksiko keguguran yang memang sangat besar di usia kehamilan menginjak bulan ke dua ini. Setelah menjelaskan semua itu Dokter langsung pergi meninggalkan ruangan Cast berada.


Zach merasakan bahagia dan juga sedih di waktu yang bersamaan. Sangat beruntung sekali karena janin yang ada di dalam rahim istrinya baik-baik saja, andaikan terjadi sesuatu pada calon bayinya maka Zach akan membuat hidung Bill seperti di neraka hingga lelaki itu memilih mati adalah jalan yang terbaik untuknya.


Livy dan juga Feren terus saja berdoa agar Cast baik-baik saja. Livy menyesal sekali karena ia telah percaya pada suaminya yang begitu licik dan juga tidak tahu diri. Bahkan demi lelaki tidak tahu diri seperti itu, Livy rela melakukan siasat untuk membuat adiknya keluar dari rumah keluarga Moelen. Meminta maaf juga akan percuma sebab tak akan bisa mengubah waktu yang telah berlalu, tapi yang bisa Livy lakukan sekarang hanyalah satu yaitu mencoba untuk mendapatkan kepercayaan lagi dan akan mengubah sikapnya.

__ADS_1


“Mom, Livy takut sama lelaki itu,” kata Livy yang terus saja menatap ke arah Aron.


Feren menatap ke arah Aron yang kini berdiri di depan pintu ruangan Nona Castarica sedang dirawat. Mata tajam lelaki itu mampu membekukan semua benda yang ada di lorong rumah sakit ini, pantas saja Livy sampai ketakutan seperti itu.


“Wajahnya memang datar seperti jalanan beraspal tanpa lubang,” bisik Feren di dekat telinga Livy mencoba meredakan rasa takut putrinya akan sosok Aron.


“Haha,” tawa Livy langsung meledak dan tawa itu berhenti mendadak ketika mendapati sorot mata tajam Aron melihatnya sinis dan juga penuh peringatan.


“Kenapa kamu malah tertawa,” kata Feren pada Livy.

__ADS_1


“Mom, sih yang bikin Livy tertawa,” sahut Livy yang tidak mau disalahkan.


__ADS_2