
Suasana didalam ruangan Smith sekarang terlihat sangat hening sekali. Feren dan juga Livy saling menggenggam satu sama lain dengan jantung yang sudah berdetak maraton. Feren dan juga Livy ingat dengan sangat jelas jika Zach dahulu di kenal sebagai lelaki arogan dan juga suka menghukum orang lain hanya karena masalah sempele, tetapi perbuatan yang Feren dan juga Livy lakukan selama ini sungguh sudah ada di luar batas sehingga membuat Feren dan juga Livy merasa ketakutan hingga tubuh mereka bergetar.
“Mom, Livy sangat takut sekali,” tutur Livy pada Feren.
“Mama juga takut. Semoga saja mereka tidak memberikan hukuman berat untuk kita,” kata Feren.
Cast dan juga Zach masih bisa mendengarkan perbincangan Feren dan juga Livy sebab ruangan ini terlihat sangat sunyi sekali.
“Sayang, sepertinya semuanya sudah cukup sampai di sini,” kata Cast ambigu pada suaminya.
“Kamu benar sekali Cast, aku rasa semuanya sudah terbayar dan waktunya untuk mengakhiri semuanya,” kata Zach setuju.
Feren dan juga Livy memejamkan mata. Ingin sekali kabur dari hukuman ini dan lekas berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari ruangan Castarica berada, tapi itu semua akan terasa percuma karena mereka berdua bisa menghindar dari hukuman yang akan diberikan oleh Cast dan juga Zach namun, mereka akan menanggung perasaan menyesal dan juga rasa bersalah di seumur hidup dan karena sebab itu Feren dan juga Livy memilih menerima hukuman mereka untuk menebus semua dosa yang telah mereka lakukan pada Cast dan juga Zach selama ini.
“Mom, jadilah Oma yang baik untuk anak yang aku kandung ini, kami membutuhkanmu dan itulah hukuman yang kuberikan,” kata Cast.
"Livy, aku menghukum kamu untuk membantu merawat calon bayiku jika sudah lahir nanti. Dan kita akan tinggal bersama seperti sebelumnya," kata Cast.
Feren dan juga Livy saling menatap satu sama lain kemudian mereka berdua melihat ke arah Cast dengan berlinang air mata.
“Jangan menangis, karena aku tidak suka melihat wanita menangis,” kata Zach.
“Kenapa kalian tidak menghukum Livy dan juga Mom? Kami selama ini selalu saja mencoba untuk memisahkan kalian,” kata Feren yang tidak bisa mengenyahkan air mata penyesalannya.
“Kehancuran perusahaan Molen, sudah menebus semua kesalahan kalian. Dan tanpa kalian ketahui jika selama ini aku menaruh orang-orang ku di antara kalian,” kata Zach. “Pelayan yang baru bekerja beberapa waktu di rumah kalian adalah orangku dan itulah alasan dia mau bekerja tanpa sepeserpun gaji,” kata Zach.
“Aku mungkin merasa kecewa dengan sikap kalian selama ini, tapi aku juga ingin calon anakku bisa mendapatkan kasih sayang dari Oma dan juga Bibinya, kita lupakan semua masalah dan sebaiknya kembali membangun kehidupan yang sempurna,” kata Cast. “Parfum CS Group akan kamu kelola Livy, itu sebagai gantinya karena aku telah menghancurkan perusahaan Moelen,” kata Cast.
Livy langsung menangis terisak-isak setelah mendengar penjelasan adiknya itu. Castarica sungguh memiliki hati yang sangat baik sekali, sehingga wanita itu tidak merasa dendam dengan semua yang telah Feren dan juga Livy lakukan. Karena memaafkan adalah cara yang baik untuk membuat mereka semua sadar dan balas dendam hanya akan menambah masalah di kemudian harinya.
“Castarica, aku tidak mau mengelola perusahaan itu,” kata Livy.
“Kita akan mengaturnya bersama seperti sebelumnya,” kata c Cast. "Livy. Aku tidak sedang memohon padamu, tapi aku sedang memberi perintah, apakah kau lupa jika ini adalah hukuman untukmu,” kata Castarica.
Livy tertawa daan mencubit pelan pipi Cast dengan penuh kasih sayang.
“Kau memang adikku yang sangat baik hati dan juga pemaksa,” kata Livy.
“Mom sungguh merasa bahagia sekali karena bisa memiliki kalian bertiga didalam kehidupan Mom,” kata Feren.
****
Beberapa bulan kemudian.
Saat usia ini kandungan Cast sedang menginjak bulan ke 9 dan diperkirakan Castarica akan melahirkan kurang dari satu minggu. Saat ini Cast dan juga Zach tinggal di rumah baru yang besarnya tiga kali lipat dari rumah keluarga Moelen. Zach dengan sengaja membeli rumah baru supaya kenangan buruk yang pernah terjadi di masa lalu tertinggal didalam rumah keluarga Moelen. Livy dan juga Feren tidak merasa keberatan dengan semua itu. Mereka semua hidup dengan bahagia bagaikan tidak pernah terjadi perselisihan di antara mereka berdua tempo hari.
Cast keluar dari kamarnya dan seperti biasa Zach akan selalu mengikuti kemanapun istrinya itu pergi karena tidak ingin terjadi hal yang buruk pada istri dan juga calon janin yang ada didalam kandungan Cast.
“Sayang, kamu itu mau kemana?” tanya Zach pada istrinya.
“Aku mau jalan-jalan saja,” jawab Cast yang merasa bosan di dalam kamar seharian.
“Sayang, bisakah kamu duduk di sofa, aku akan melakukan meeting online sebentar saja,” pinta Zach pada istrinya itu.
__ADS_1
“Zach, kamu lakukan meeting saja, biar Mom dan juga Livy yang menjaga Castarica,” kata Feren.
“Zach, itu benar sekali. Ada aku dan juga Mom yang akan menjaga Castarica, jadi kamu tidak perlu merasa cemas, sekarang sebaiknya kamu melakukan meeting saja,” kata Livy.
“Sayang, benar itu apa yang Mom dan juga Luvy katakan barusan.” Cast mengusap perlahan lengannya.
“Baiklah kalau begitu,” kata Zach setuju.
Akhirnya Zach mengikuti saran dari Feren dan Livy lalu Feren melangkah menuju ke halaman rumah berjalan-jalan di teras rumah ini saat siang hari. Tiba-tiba Cast merasakan kontraksi luar biasa di dalam perutnya Feren dan juga Livy yang mengetahui hal itu kaget luar biasa sekali. Semua pengawal langsung menyiapkan mobil di halaman rumah dan suasana yang tadinya sepi dan juga damai mulai berubah menjadi kepanikan dan membuat semua pengawal bersiaga.
Zach berlari keluar dari rumah setelah mendengarkan teriakan yang memanggil namanya.
Di tempat lain.
Aron yang kini sedang memimpin rapat di perusahaan pun segera mengakhiri rapat yang baru saja di mulai itu. Aron segera menghubungi pengawal yan bertugas untuk menjaga rumah keluarga Smith siang hari ini dan pengawal itu mengatakan semua jika Nona Smith akan pergi ke rumah sakit. Aron langsung menghubungi Dokter yang telah ia percaya untuk menangani persalinan Nona Smith dan setelah tugas itu selesai Aron langsung menuju ke rumah sakit itu guna menunggu kedatangan keluarga Smith.
***
“Mom, ini apa yang keluar,” kata Cast panik.
Zach mengemudikan mobil ini dengan kecepatan penuh dan sesekali ia melihat ke arah istri yang kini duduk di antara Feren dan juga Livy. Zach sampai meminta bantuan petugas lalu lintas untuk menganti lampu merah menjadi lampu hijau hanya untuk memuluskan perjalanannya menuju ke rumah sakit.
“Sayang, itu air ketuban, ternyata kamu akan melahirkan,” kata Feren panik sampai tubuhnya gemetar.
“Cast, kamu harus tetap tenang karena sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit,” tutur Zach.
“Sayang, sakit sekali,” rintih Cast sambil mengigit bibir bagian bawahnya untuk menahan rasa sakit yang tidak bisa di deskripsikan dengan kata-kata dan juga tulisan.
"Cast, kamu jambak rambutku," kata Zach pada istrinya serius.
“Cast,” tegur Zach yang tidak suka dengan candaan istrinya itu.
Kini mobil yang sedang Zach kemudikan sudah ada di depan rumah sakit. Seorang perawat langsung membawakan ranjang pasien dan setelah Cast ada di atas ranjang pasien Aron dan juga Zach membantu untuk mendorong ranjang pasien tersebut dan tidak disangka ternyata Cast menggenggam tangan Aron membuat Zach langsung menatap Aron dengan tajam sekali.
“Nona Smith, Tuan Smith ada di sebelah sana,” kata Aron seolah meminta Cast untuk melepaskan genggaman tangannya.
“Aron. Diamlah, mataku ini tidak buta dan aku bisa melihat,” kata Cast yang malah membentak Aron.
“Ya, Tuhan.Aku bisa mati jika Nona Smith masih juga belum melepaskan genggaman tangannya,” batin Aron dengan kening yang sudah dibasahi oleh keringat jagung.
Livy yang merasa kasihan dengan Aron pun langsung memegang tangan Cast sambil berkata, “Tenanglah kami semua akan mendampingi kamu."
“Terima kasih,” kata Aron sambil mengusap keningnya menggunakan punggung tangan.
Zach masih melihat Aron dengan tajam sekali hingga membuat Aron seakan sedang melangkah menuju ruangan eksekusi mati.
Hahaha Aron.Kamu harus sabar menghadapi Tuan Smith.
***
Saat ini Cast sedang bersama dengan Feren dan juga Livy didalam ruangan bersalin. Sedangkan Zach dan juga Aron serta semua pengawal menunggu didepan Cast berada. Aron tidak berani melihat ke arah Tuan Smith karena dia takut akan melihat tatapan tajam dari majikannya itu atau yang lebih parah adalah mendapatkan hukuman.
“Apa yang mereka lakukan hingga selama ini,” teriak Zach membuat frustrasi ketika membayangkan istrinya menahan sakit didalam ruangan itu.
__ADS_1
“Tuan Smith, sebaiknya berdoa saja agar Nona Smith dan calon pewaris utama keluarga Smith baik-baik saja,” kata Aron.
Zach tidak menjawab dan lelaki itu langsung melangkah mendekati Aron. “Berikan aku antiseptik,” kata Zach pada salah satu pengawal.
“Ini Tuan,” jawab pengawal itu.
“Tuan Smith, saya sungguh minta maaf karena tadi tidak bisa menjauhi tangan Nona Smith dari saya, sebab saya tidak tega karena beliau sedang merasakan sakit waktu itu, saya mohon sekali lagi maafkan saya, Tuan Smith,” kata Aron dengan kepala yang tertunduk.
“Aku akan membersihkan tanganmu dari genggaman istriku, jadi anggaplah hal itu tak pernah terjadi,” kata Zach yang masih merasa cemburu.
“Terima kasih atas kebaikan Anda Tuan Smith,” ucap Aron.
Zach dan juga Aron langsung terkejut sekali saat mendengarkan suara tangisan bayi dari dalam ruangan Castarica berada. Zach langsung tersenyum dengan hati yang lega karena pada akhirnya anak pertamanya dengan sang istri tercinta telah melahirkan ke dunia ini.
“Tuan Smith, selamat atas kelahiran pewaris utama dari perusahaan Smith,” kata Aron dan juga beberapa pengawal yang ikut berjaga di depan ruangan Cast berada.
“Aron. Semua penjaga akan mendapatkan gaji dua kali lipat di bulan ini. Aku ingin berbagi kebahagian untuk semua pekerjaan,” kata Zach. “Aron, berikan juga sumbangan untuk orang-orang yang kurang mampu yang ada di dalam negara ini!”perintah Tuan Smith lagi.
“Terima kasih Tuan Smith. Semga Anda sekeluarga selalu mendapatkan banyak kebaikan dan juga kebahagiaan,” kata Aron dan juga para pengawal silih berganti.
***
Zach masuk kedalam ruangan Cast berada dan terlihatlah seorang bayi lelaki yang begitu tampan sekali. Zach mengecup wajah istrinya sebagai tanda terima kasih karena wanita yang begitu ia cintai sudah rela menahan sakit demi melakukan persalinan secara normal untuk kelahiran putra pertama mereka. Sejak awal Zach dan juga Cast tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak mereka karena biarlah akan menjadi rahasia saja.
“Zach, Castarica Selamat atas kelahiran putra tampan kalian,” kata Feren dan juga Livy.
“Terima kasih Mom, Livy,” kata Zach.
“Mom akan menjadi Oma, dan Livy akan menjadi Bibi,” kata Cast dengan senyum manis.
“Akan diberikan nama siapa putra Anda, Tuan Smith?” tanya Aron.
“Ansell Smith,” kata Zach sembari menatap ke arah istrinya.
“Nama yang sangat bagus sekali, saya setuju,” jawab Cast. “Ansell, adalah nama panggilannya,” kata Cast.
“Nama yang sangat bagus sekali, Ansell yang artinya dapat mengerjakan pekerjaan dengan sempurna,” ujar Feren.
“Bukankah itu mirip seperti Si pecundang ini,” kata Cast sambil melirik suaminya.
Semua orang tertawa dengan gurauan Cast.
Kisah yang indah telah selesai. Autor dengan sengaja membuat bab pendek agar kalian tak bosan dan bisa merasakan membaca alur yang cepat.
Kisah Ansell akan segera hadir di bulan depan insyaallah.
Di dalam novel ini mengingatkan jika seseorang berbuat jahat maka kita tidak perlu membalas perlakukan yang sama. Karena kebaikan akan selalu menang-semoga saja.
Jangan lupa ikuti akun mangatoon saya dan follow juga IG. Khairin_junior.
terima kasih untuk kak Cahaya Yani.
Terima kasih untuk kak Eky Rahmadani.
__ADS_1
Kalian berdua selalu membuat Khairin senang karena terus saja memberikan komentar positif. Lope-lope sekebon jeruk. Dan terima kasih juga untuk semua pembaca yang sudah komentar serta berikan like untuk novel reche ini.
Nantikan novel baru saya yang akan rilis insyaallah bulan depan.