Kedatangan Dewa Sihir

Kedatangan Dewa Sihir
11. Pemberontakan


__ADS_3

Dengan banyaknya batu mana, banyak manusia kurcaci akhirnya menjadi Mage, tapi agar tak terjadi pemberontakan, Evan tak segan-segan dengan memberikan kutukan kepada seluruh ras manusia kurcaci di kota ini.


"Menembus tingkat emas memang cukup sulit, tidak heran walau dulu aku berada di sini tetap saja tertangkap lebih dulu." batin Evan setelah menghela nafas, masih melihat 9 cahaya perak di ruang alam bawah sadarnya.


"Guru, sudah 3 hari kita bermeditasi disini, sampai kapan kira-kira?" Ray berinisiatif bertanya.


"Sampai aku mencapai tahap emas, setelah itu kita akan mulai menyerang provinsi ini." jawab Evan sebelum kembali bermeditasi.


"Tuan, Pasukan Kerajaan Tanah Baja telah direkrut, 500 prajurit dengan yang paling lemah tingkat perunggu bintang 1 dan yang terkuat bintang ke-3."


"Mulai pelatihan dulu saja, sebelum mereka mencapai bintang 5, jangan mulai perekrutan lain!" perintah Evan, kembali bermeditasi.


Hari-hari berlalu normal, sementara itu di sebuah ruang bawah tanah, beberapa orang berdiskusi, namun tanpa cahaya, mereka tak mempercayai satu sama lain.


"Kapan pemberontakan akan kita mulai?" Seseorang mulai berbicara dalam gelap, memulai diskusi.


"Saat Tuan menembus tingkat emas, kita akan memberontak, setahuku tingkat baru memerlukan peningkatan fondasi agar budidaya mereka tidak runtuh." Di sisi lain kegelapan, seseorang mengajukan ide.


"Ya, aku setuju dengan itu." Seseorang menjawab dengan menyetujui ide.


"Apa kalian bodoh!?" Seseorang berteriak diantara teriakan setuju.


"Jika mereka menduga pemberontakan, jelas mereka akan memperketat penjagaan saat itu! kita harus menyerang saat mereka belum siap!" Pernyataan orang itu menyadarkan beberapa orang.


"Aku merasa kau tidak salah, tapi kapan?"


"Besok malam."


"Apa?, itu bunuh diri! apa ada alasan yang mampu memuaskan kami?"


"Besok adalah hari spesial, muridnya akan menembus tingkat perak! tidak ada yang akan menyangka bukan?"


"Hmm, kau benar juga, aku mendengar bahwa muridnya akan segera menembus tingkat perak, kau jenius!"


"Hehe... terimakasih."


"Keputusan sudah ditentukan bukan?, besok malam... pemberontakan akan dimulai!, rapat hari ini diakhiri."

__ADS_1


Suara ribut terdengar dari penjuru ruangan, dan berakhir dengan obor yang menyala, ruangan kini kosong, tak ada seorangpun yang ada bahkan jejak saja tidak ada.


Sementara hal ini terjadi, Evan yang sedang bermeditasi akhirnya memutuskan untuk beristirahat dan melihat Roy yang akan segera ke tingkat perak, dia juga baru mengingat bahwa sebelum menembus ke tingkat emas dia harus melawan roh elemen, dia harus meningkatkan kekuatan fisiknya.


Namun Evam tak pernah berpikir bahwa akan ada kejadian besar terjadi, kalaupun ada, dia berpikir bahwa itu akan menjadi dia melawan kerajaan.


Besok malamnya di sebuah bangunan, Evan dengan pakaian kulit duduk di kursi, melihat Roy akan segera menembus tingkat perak.


"Haha selamat tuan Evan."


"Selamat tuanku!"


Acara ini dipenuhi antusias dan sukacita, dengan makanan dan minuman yang banyak.


Tiba-tiba Evan mendengar suara, "Tuan ada masalah!"


Evan segera menggunakan teknik Pertukaran sosok, muncul di depan sebuah sosok pria botak, orang ini adalah manusia kurcaci yang ditugaskan mengawasi Kota Destry.


"Ada apa?" Evan bertanya setelah duduk di sebuah sofa yang muncul dari ruang spasialnya.


"Ada pemberontakan di Kerajaan!" ucap pria itu tanpa basa-basi.


"Iya tuan, menurut perkiraan saya, 50% pasukan kerajaan di sini akan dibawa pergi ke ibukota untuk mengatasi pemberontakan, sementara 50% sisanya pasti akan digunakan untuk menjaga wilayah perbatasan!" Pria itu menjelaskan dengan antusias.


"Ini kesempatan yang bagus, aku akan memberitahukan semua orang!" Evan lalu perlahan meredup dan kembali ke pesta.


Evan segera naik ke atas panggung, "Semuanya, ada pemberontakan yang terjadi di ibukota, 50% pasukan provinsi Iron Valley pastinya akan pergi mengatasi pemberontakan sementara sisanya mengatasi perbatasan."


"Kalian tentu tahu apa maksudnya kan!"


Suasana antusias berubah menjadi hening sebelum orang-orang menjadi jauh lebih bersemangat, "Malam ini kesempatan kita, berlatihlah secara fokus! setiap tiga prajurit diberikan sebuah batu mana, gunakan sebaik-baiknya."


Evan lalu mendekati Roy dan meninggalkan pesan, "Aku akan bermeditasi lagi."


Evan lalu segera bergegas ke ruangannya, sebuah rumah dekat kantor, dengan membuat sebuah bentuk susunan.


Lingkaran dengan batu mana dan persegi tambahan, susunan bisa dibuat dengan apapun yang memiliki mana, dan berguna sesuai sifat bahannya, sehingga jika dibuat dari batu mana, jelas itu akan menambahkan energi mana.

__ADS_1


Evan memejamkan matanya, menggunakan 99% konsentrasinya untuk bermeditasi, dalam meditasinya dia terbayang mayat Pangeran dan Raja, dia sangat semangat dalam membalas dendam.


Salah satu resiko pemilik elemen bayangan adalah menjadi gila akan keinginannya, mau melakukan apapun walau sebenarnya itu bukan keinginan terbesarnya, tapi ada juga keuntungannya, keinginan mendorong kekuatan membuat pengguna semakin kuat.


Contoh lainnya adalah pemilik elemen air memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, tapi dia juga memiliki kelemahan yaitu tak bisa pertarungan cepat dan perlu waktu untuk menganalisis.


Semua elemen memiliki resiko dan keuntungan masing-masing, walau api padam disiram air, air juga akan menguap jika dipanaskan api, semuanya tergantung keadaan.


Sementara itu di dalam ruangan alam bawah sadarnya, Evan harus melawan roh api, tanah dan bayangan.


Tingkat emas disebut tingkat terakhir di benua ini, walau sebenarnya tidak, itu disebabkan perlunya pengguna bertarung dengan roh segala elemen yang dia miliki, semakin jenius semakin sulit lawan, sebab itulah kebanyakan orang yang lewat biasanya orang yang berusaha sangat keras atau memiliki bakat buruk dengan dukungan eksternal yang bagus.


Namun sebenarnya, pertarungan melawan roh ini hanya pertarungan pertama untuk kendali elemen, saat tahap terakhir di alam ini atau disebut tingkat Kenaikan Langit, sebelum menembus ke tingkat alam selanjutnya, akan ada pertarungan melawan roh elemental.


Bahkan menurut beberapa pendapat akan ada pertarungan lainnya melawan roh elemen, tapi itu masih jauh, Evan harus melawan sosok merah menyala, sosok coklat kokoh dan sosok hitam bayangan.


Evan kehilangan kendali penuh akan elemennya seperti dugaannya, untungnya Evan memiliki ide.


"Hiat!" Evan menendang sosok batu ke dinding, Evan lalu mengubah ruangannya, mengunci sosok tanah sementara.


"Heya!" Evan menunduk menghindari tendangan api, Evan memejamkan mata dan menggigit bibirnya, menarik kaki api ke sosok bayangan yang berusaha melepaskan sosok elemen tanah.


Evan melepas sosok itu dengan tangan yang melepuh, seperti yang dia duga, sosok bayangan terpaksa kabur, Evan menghalangi jalan kabur dari cahaya elemen api dan bersiap menendang elemen bayangan itu.


Whoosh! tendangan Evan terpaksa diterima oleh sosok bayangan, membuat dia yang memiliki kelemahan utama di fisik segera menghilang dan kalah.


Sementara itu Evan mengurung elemen api secara paksa, membuat sebuah dinding tebal yang mengelilingi sosok api.


"Aku tak percaya bahwa aku bisa mempercayai sains!" batin Evan senang saat menyadari bahwa sosok api semakin melemah.


Setelah menahan selama 5 menit sosok api akhirnya menghilang, sementara itu sosok tanah yang sedari tadi Evan kurung diantara dua dinding dan ditekan akhirnya pecah, sosok tanah akhirnya menghilang dan pecah.


Evan segera membuka mata dan memuntahkan darah, sementara itu dia merasakan tubuhnya menjadi segar dan penuh energi, Evan melanjutkan meditasi dengan 50% konsentrasi, menunggu panggilan siapapun.


Ruangannya yang awalnya hanya seukuran 2×3 meter kini diperluas menjadi ruangan seukuran 4×5 meter, terlebih lagi tempat dia melihat cahaya sebelumnya hanyalah kaca, sementara sekarang dia bisa ke balkon.


Tak lama setelah dia menyelesaikan pembangunan fondasinya, sebuah suara memanggilnya, "Tuan, pasukan telah siap."

__ADS_1


Evan membuka matanya, karena bisa ditunda, Evan memutuskan untuk menunda pengambilan elemen 4.


"Berikan aku laporannya terlebih dahulu!" perintah Evan meregangkan tubuhnya.


__ADS_2