
"Siapa dari kalian yang lebih tua?"
"Aku." jawab Ray dengan Roy menunjuknya.
"Ray, saudaramu memiliki bakat menjadi mage, sayangnya kau tidak, tapi tenang saja, mungkin bakatmu ada di lain bidang." Evan menjelaskan tanpa basa-basi.
"Ah...." Ray mendesah pelan, itu normal, saat adikmu berbakat tapi kau tidak, itu harusnya terasa sangat tidak nyaman.
"Santai saja, aku bisa mengajarimu susunan dan jika belum cocok, mungkin kau bisa mencoba menjadi alkemis.
"Kalian tunggu sebentar, aku harus menjual beberapa barang ini dan menjual jasa susunan, sebelum kita pindah ke penginapan yang lebih luas." Mereka mengangguk dan sementara Roy terus bermeditasi, Ray membaca buku-buku yang ada di laci-laci ruangan.
Sementara itu Evan sudah sampai di dalam gedung dan pergi ke tempat perdagangan.
"Mereka meletakkannya di kertas? lalu apa bedanya dengan jimat?" pikir Evan.
Tapi saat semakin lama, dia sadar bahwa Asosiasi pembuat susunan disini juga menaungi pembuat jimat dan lain-lain.
"Jika dilihat dari harga pasar, per 1 model berharga 30 koin perunggu, juga 10 koin perunggu perkata."
Dia menggunakan topeng terlebih dahulu lalu mulai membuka jasanya, "Jasa membuat susunan, bisa 1 model, 2 model dan perintah tambahan, tersedia elemen api."
"Lihat, ada pembuat susunan level 1!" Beberapa orang menunjuk ke arah Evan.
Tapi Evan sadar itu masih kurang menarik, dia lalu membuat susunan lingkaran dan segitiga dan perintah jarum api di sana, "Aktifkan."
Jarum-jarum api naik dari susunan dan mengirimkan radiasi panas dari puncak susunan, kini semua orang hening, sebelum berbondong-bondong datang.
"Mengantri, atau aku akan memilih secara acak." Setelah itu mereka membuat antrian cukup panjang, membentang dari gerainya di pojok kanan belakang sampai ke pojok kanan belakang, itu sekitar 10 meter.
"Susunan jebakan dengan perintah kurungan." pesan seorang pria dengan postur tegak yang sepertinya seorang Pemburu.
"Baiklah, di mana aku harus membuatnya?"
"Ini." Pria itu menyodorkan beberapa lembar kertas, dia lalu berbalik dan membuat segilima dan tulisan kurungan di dalamnya, setelah itu menghilang.
__ADS_1
"Ini, 40 koin perunggu." Pria itu memeriksa dan menemukan sedikit jejak susunan di kertas putih, "Baiklah terimakasih." Orang itu menyodorkan kantung berisi 40 koin perunggu.
"Gila orang ini sangat ahli, dia membuat susunan seperti itu dalam 1 menit."
"Benarkan! sudah kubilang dia sepertinya Ahli susunan rahasia!"
Mendengar itu Evan agak terkejut, "Bahkan 1 menit sangat cepat?".
"Oh ini hari pertama penjualan, jadi aku sudah menyimpan beberapa model susunan, sebab itulah cepat selesai." Evan segera berbohong, tak ingin dikira sangat jenius.
Sorenya dia kembali dengan 20 koin perak, seorang pembuat susunan memang hidup mudah, jika dibandingkan dengan alkemis, penghasilan mereka mungkin jauh lebih kecil, tapi alkemis memerlukan bahan-bahan mahal dan bara yang cukup, mengurangi keuntungan mereka jika dibandingkan dengan pembuat susunan, tapi itu hanya berpengaruh di awal, setelah melewati awal yang sulit, alkemis akan melesat cepat ke ketinggian baru, kali ini benar-benar lebih untuk dibandingkan pembuat susunan.
Dengan 20 koin perak, dia bisa menyewa kamar lebih besar atau dua kamar di penginapan Menengah, dengan fasilitas lebih lengkap dan berkualitas.
Dengan cepat dia mendatangi salah satu penginapan, namanya adalah Penginapan Bintang Perunggu, dia masuk dan bertemu dengan seorang pria yang merupakan Mage peringkat Perunggu bintang 3.
"Aku akan menginap mungkin selama 1 bulan, berapa biayanya?" Evan bertanya.
"Ahh tuan, harganya 50 koin perunggu perminggu, artinya harganya 2 koin perak." jawab Pria itu.
Setelah Evan mendapatkan kunci dia keluar, "Ayah, bukankah harga kita 60 koin perunggu perminggu? harusnya masih ada 80 koin perunggu kan?"
Setelah itu pria itu menghela nafas, "Pemuda itu seorang mage tingkat perunggu diatas bintang 5, kita tak harus berhati-hati."
Sementara itu gadis itu kaget dan mengangguk, sementara itu Evan sudah berbicara kepada gadis pemilik penginapan sebelumnya dan membayar 10% biaya seharusnya.
"Kalian, bawa pakaian kalian, aku akan membawa barang-barangku." Evan menggunakan cincinnya memasukkan semua barangnya.
"A-apa itu?" Ray bertanya saat melihat barang-barang menghilang tiba-tiba.
"Ini?" Evan bertanya, kedua anak itu mengangguk, "Ini cincin spasial level 1, harganya sangat mahal, aku belum bisa memberi kalian."
Mereka berdua lalu bersama pergi ke penginapan Bintang Perunggu dan saat melihat kamar mereka, Evan, Ray dan Roy menganga, "Ini lebih baik dari kamar kami!" batin mereka semua.
"Kalian akan tinggal di ruangan nomor 9, aku tinggal di ruang 8, di depan kalian ini." ucap Evan, dia masih senang dengan kamar seperti itu.
__ADS_1
Perlu diketahui, walau dia seorang jenius, dia hanya digurui oleh kepala akademi, dirinya, dan Pangeran Kerajaan Silverlight, sehingga dia tak menerima fasilitas khusus seperti Pangeran Silverlight.
Di dalam ruangan berukuran 5×4 meter, sebuah ranjang kayu yang dengan kapas di bawahnya, dilengkapi selimut dan bantal.
"Woaah...." Ternganga melihat fasilitasnya.
Sebuah lemari dengan gantungannya, dua laci di samping kasur dengan lampu minyak di atas kedua laci itu, bahkan ada toilet dalam kamar.
Bahkan ada meja yang dinding di sekitarnya terbuat dari logam kuat, sepertinya kamar ini juga memberikan fasilitas meja pekerjaan atau percobaan.
Menggantung baju-bajunya di lemari, "Aku mungkin harus membeli beberapa lembar baju lagi." ucapnya saat melihat dia hanya memiliki 2 lembar baju tergantung.
Dia meletakkan buku-bukunya di kamar Ray dan Roy, mereka juga terlihat sangat menikmati kamar mereka.
"Ray, ambil ini." Evan memberikan sebuah buku tentang alkemis yang dia dapat dari ayah mereka, entah bagaimana itu ada, saat dia memeriksanya dia memutuskan untuk memberinya ke Ray.
"Ah, baik!" Ray menjawab, dia gagal di pembuat susunan, dia harus berhasil di alkemis atau dia hanya akan menjadi bayang-bayang adiknya.
"Roy, kau sudah di tahap apa?" tanya Evan, menoleh ke Roy.
"Ah... Ada warna coklat perunggu dan 1 cahaya." jawab Roy jujur.
"Ah, itu artinya kau telah mencapai dasar budidaya sihir, tingkat perunggu bintang 1." jelas Evan, dia lalu memberikan sebuah jurus elemen petir.
"Pelontar Petir." Roy membacanya, dia lalu mempraktekannya dan langsung sempurna, dalam hati Evan terkagum-kagum dengan kejeniusan anak satu ini.
"Untung saja dia tidak terus hidup dibawah penderitaan atau calon mage terkenal di masa depan akan lenyap." batinnya.
"Terus latih agar menggunakan mana seminimal yang kau mampu, aku akan melanjutkan meditasiku." Evan lalu kembali ke kamarnya, bermeditasi sepanjang malam.
Evan kini berada di alam bawah sadarnya dengan warna coklat perunggu, dengan 8 bintang, "2 tingkat lagi aku akan mencapai tingkat perak!"
Saat dia mencapai perak, maka dia akan dapat menarik satu elemen lagi dan dengan itu dia akan menjadi Mage 3 elemen.
Dia pergi ke toko asosiasi alkemis dan membeli cara-cara membuat pil, tungku level 1 dan pergi kembali ke penginapan setelah membeli beberapa kantung batu dari toko perlengkapan sihir.
__ADS_1
Dia mendatangi Ray dan Roy lalu berkata, "Penelitian."