
Di singgasana sebuah kastil, pangeran dengan mata merah sedang melihat pemandangan kepala pemberontak yang digantung.
"Pangeran William, 50.000 pasukan telah siap, apa kita akan menyerang Kekaisaran Tanah Baja?" Seorang pria tua dengan pakaian yang mewah bertanya.
"Tak kusangka Evan berhasil mematahkan kutukan, dia mungkin sudah di tahap perak awal, walau aku bisa menang mudah, aku akan melewati tingkat emas dahulu." jelas Pangeran William.
"Baik Pangeran." Pria itu membungkuk lalu pergi.
"Haha Evan, akan kuberikan kau pelajaran yang berat kali ini!" Pangeran William tertawa, sebelum bermeditasi dengan lima. batu mana.
Perlu diketahui, batu mana sangatlah langka, sehingga menggunakan lima saja sudah sangat boros, tapi Evan dan rakyatnya yang memiliki urat batu mana yang kaya bisa menggunakan sepuluh atau bahkan seratus jika mau.
Di atas Kota Baja, ada sebuh kastil megah, di sana duduk Evan di singgasana, ini sudah seminggu sejak penaklukannya terhadap provinsi Azath, militer telah melakukan gelombang rekrut ke-3, total pasukan sudah mencapai 75.000, dengan 25.000 diantaranya sebagai cadangan dan disebar di seluruh kota yang di duduki.
Industri pistol yang awalnya dibuat di bawah tanah dipindahkan di pegunungan, karena lebih mudah di sana, sementara itu pertanian mulai dikembangkan di daerah-daerah sekitar pedesaan.
Kemakmuran Kekaisaran telah melebihi Republik Syren, menyebabkan gelombang imigran dari beberapa Kerajaan atau Republik lain datang, tapi Evan hanya menerima yang memiliki keahlian, untuk apa membebani kekaisaran dengan imigran yang tidak berguna.
Sementara itu, Evan juga membaca pesan bahwa Pangeran sudah menyiapkan 50.000 prajurit untuk menyerang Kota Asath, kota terluar provinsi Azath.
Evan juga akhirnya menembus ke Emas bintang 3 setelah seminggu lebih bermeditasi, sangat sulit melewati setiap tingkat, Evan tidak mendapatkan informasi apa-apa yang membuat meditasinya melambat.
"Apa tingkat emas memang sesulit ini?" Evan menghela nafas, dia tak mengalami peningkatan pesat setiap meditasinya.
Evan memanggil Roy dan Ray, kini dibawah dukungan batu mana dan kekayaan serta informasi yang melimpah, peningkatan mereka sangat pesat setiap meditasi.
"Wah Roy, kau sudah mencapai tingkat perak bintang 5!" ucap Evan saat melihat 5 cahaya perak di alam bawah sadar Roy,
"Dan kau Ray, kau sudah menjadi pembuat pil kelas 3."
"Ada apa memanggil kami sebenarnya?" Mereka berdua bertanya setelah berhadapan.
"Aku akan pergi ke Benua utama setelah penaklukan Kerajaan Silverlight dan Akademi Golden Tail." jawab Evan.
__ADS_1
"Kami akan ikut!" ucap mereka.
Evan hanya tertawa kecil, "Ya boleh saja, tapi mungkin masih memerlukan beberapa bulan atau bahkan setahun lagi."
"Oiya, bagaimana kabar ibu kalian?" tanya Evan mengganti topik.
"Dia sehat guru, dia juga berterimakasih atas semuanya hingga saat ini." Roy menjawab.
"Aku lelah, mungkin kita akan beristirahat?" tanya Evan kepada Roy dan Ray.
"Tentu!"
Evan, Roy dan Ray pergi ke Kota Baja yang sudah maju, berkeliling kota dengan kereta kuda, dan bermain beberapa permainan, itu adalah malam yang menyenangkan bagi Evan, Roy dan Ray.
"Mungkin lain waktu kita akan bermain lagi." Evan lalu pergi dan bersiap untuk perang yang akan datang.
Evan datang dengan 25.000 prajuritnya, sisanya dia suruh untuk memutari pasukan Silverlight.
Evan menggunakan zirah baja, di depan sebagai ujung tombak, dia masih mengeluarkan tekanan tingkat perak.
Evan menggunakan strategi yang sama, "Formasi anti-kavaleri!"
Evan menggunakan dinding api, lubang tanah tapi kali ini ada lava di tanah itu, Evan sudah membuka elemen paduan terakhir dari Tanah dan Api; Lava.
Evan juga menggunakan hujan api, melukai beberapa penunggang kuda bahkan sebelum melewati dinding api.
Di sisi Pangeran William, dia sangat tenang, yakin bahwa Evan akan kehabisan mana cepat atau lambat dan takkan bisa memberikan dampak besar pada pasukannya.
Tapi setelah 3 jam, Pangeran William sedikit berkeringat dingin, "Berhenti melaju! tinggalkan kuda kalian dan berjalan dengan formasi rumah berjalan! gunakan perisai untuk menghalau hujan api!" William segera mengganti perintahnya, merasa perintah yang berubah, Evan juga mengganti formasi.
"Pasukan berkuda, maju!" teriak Evan.
Pasukan berkuda melewati dinding api yang padam tiba-tiba, menghancurkan formasi, dibantu dengan penembak, mereka menghancurkan dan membunuh pembuat formasi.
__ADS_1
Di sisi Silverlight, Pangeran William tidak tahan lagi dan mengeluarkan tekanan emas, tapi pasukan berkuda Kekaisaran terus lewat tanpa hambatan, mereka dilindungi dengan tekanan Evan.
Evan menggunakan kuda segera maju, bersamaan dengan Pangeran William, Evan menggunakan pistol untuk menembak jatuh kuda Pangeran William, dan menggunakan peluru peledak untuk melukai Pangeran William lebih parah.
"Kau pengecut Evan! hadapi aku dengan teknik sihir!" Pangeran William mencoba memprovokasi dengan harapan dapat mengalahkan Evan di pertarungan sihir.
Evan segera bereaksi dan bergerak dengan angin, dia melaju hingga tiba di depan William yang mencoba berdiri, menyalakan api ditangannya, tapi dia membatalkannya dan menembak kaki Pangeran William.
Perubahan sifat yang drastis membuatnya terlihat seperti kerasukan, tidak benar namun tidak salah, Evan kehilangan kendali akan efek samping elemen bayangannya, kehilangan kendali emosinya.
"Walau membunuhmu lebih cepat, menyiksamu akan membuatku puas!" Suara Evan berubah menjadi penuh amarah.
Sosok Evan meninju William lalu menghilang dan meninju dari belakang, dia menyatu dengan bayangan dan menyerang dari titik buta, saat kehilangan kendali dari serangan roh elemen, maka sang roh elemen hanya dapat menggunakan elemen miliknya dan tubuh fisik korbannya.
William dihajar hingga melayang di langit, seperti terbang, lalu sosok itu muncul di atasnya dan memukul William di perut, menjatuhkannya dengan kecepatan tinggi.
"Khuk...." William muntah darah, lalu kaki Evan menginjak tangan William dan William akhirnya pingsan.
Setelah William pingsan, Evan baru tersadar dan berusaha melawan sosok roh elemental.
Di dalam ruangan alam bawah sadarnya, Evan menggunakan elemen angin untuk menghindari kontak bayangan agar tidak kehilangan 100% tubuhnya.
Sementara itu, dia dibantu dengan roh elemental lain melawan sosok bayangan.
"Shadow, walau kami tidak suka diperintah manusia, kami takkan membuatmu menjadi pemimpin kami!" teriak salah satu sosok merah menyala.
Sosok bayangan selalu berhasil untuk menghindar dari serangan Evan dan tiga roh elemental lainnya.
Sosok bayangan selalu menghindar sosok api karena api memiliki cahaya yang menyala, dia fokus menghajar roh tanah dan roh angin, mengalahkan mereka setelah beberapa waktu.
Evan terluka dan sosok elemental lain tak bisa berdiri, hanya sosok api yang bertahan.
"Aku tak bisa melakukan ini sendirian." Suara sosok elemen api terdengar di telinga Evan.
__ADS_1
"Aku akan menyatu denganmu, aku takkan ada dan kau akan memiliki kendali api tingkat sempurna, mungkin sampai kau bertemu tubuh utamaku." Suara itu melanjutkan.
Elemen api lalu menggumamkan kata-kata tidak jelas dan meredup ke satu cahaya kecil dan pergi ke Evan, tepatnya di dadanya.