Kehamilan Remaja Yang Tidak Direncanakan

Kehamilan Remaja Yang Tidak Direncanakan
Chapter 5


__ADS_3

Hari ini adalah pertama kalinya dalam kehamilannya ia merasa mual dan kepalanya sedikit pusing, maka dari itu dia memilih untuk tidak ikut upacara bendera. Gadis itu pastinya tau bahwa yang dia rasakan tadi pagi hingga saat ini adalah gejala kehamilannya.


Selain aborsi, ini lah yang dia takutkan. Dia harus bersikap baik-baik saja walau dia merasa mual atau kepala nya terasa pusing. Seperti saat ini, dijam istirahat dia harus tetap mengikuti Sofiya dan teman-temannya ke kantin.


Mencium berbagai wangi makanan ini membuatnya bertambah mual, ditambah lagi saat ini ia harus mengantri, berdiri lama di antara murid lainnya untuk mengambilkan makanan Sofiya dan temannya.


"Eukh uekh." Lira benar-benar tidak tahan lagi. Dia menutup mulutnya berusaha untuk tidak nengeluarkan suara. Beberapa siswa pun mengalihkan fokusnya kepada Lira.


"Eukh eukh." Sambil menutup mulutnya rapat ia berusaha keluar dari kerumunan siswa yang mengantri dan dia langsung pergi ke toilet.


"Eh itu Lira ngapain kabur, dari tadi udah ditungguin." ucap Nawang.


"Cepet cepet ikutin dia." pinta Sofiya.


"Ayo Sof sekali-kali kita yang pesen makanan." ajak Wina.


"Ayo deh." jawab Sofiya malas.


Di toilet Lira benar-benar memuntahkan isi perutnya untuk menghilangkan rasa mual yang sudah lama ia tahan. "Eukh eukh." tubuhnya melamas.


Sementara Nawang diam-diam mendegarkan hal itu. Dia juga mengirim pesan ke Sofiya dan menceritakan yang saat ini ia dengar.


"Eh eh baca nih." Sofiya memperlihatkan layar hp nya.


"Sof jangan-jangan dia hamil, kan waktu itu jelas banget kita lihat dia masuk kamar."


"Maybe. Tapi gue masih penasaran siapa yang hamilin dia."


"Pasti pelayan di pesta ulang tahun lo. Gak mungkinkan orang suruhan gue ngasih itu obat ke tamu undangan, yang ada malah seneng si Lira, kan tamu undangan lo orang kaya semua." jawab Wina enteng.


"Wina pinter banget sih. Btw minggu depan Lira ulang tahun loh. Sarah gak sabar mau kasih surprise. " Ucap Sarah yang dari tadi hanya diam menyimak.


"Iya dong harus dikasih surprise, harus lebih seru dari yang tahun lalu pokoknya." Sahut Sofiya tersenyum miring.


***


Hari-hari di sekolah yang memang tidak membahagiakan semakin terasa seperti neraka bagi Lira saat teman- teman sekelasnya curiga dan terus menghujami nya dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kehamilannya.


"Kata Sofiya lo hamil ya?"


"Kenapa lo tadi di kantin muntah-muntah?"


"Siapa laki-lakinya?"


"Eits dari sekarang kita panggil Lira dengan mama Lira aja. Hahahaha"


Sementara Lira lebih memilih menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.


Di tengah tekanan seperti ini, keyakinan Lira untuk aborsi pun semakin besar.


***


Setelah menahan rasa mual dan sakit kepalanya berjam-jam di dalam kelas, Lira akhirnya bisa lega saat bel pulang sekolah berbunyi.


Alih-alih cepat beranjak untuk pulang, gadis itu malah tetap diam di tempat duduknya dengan mata sayupnya yang sibuk menggikuti arah jalan teman-teman nya ke keluar kelas. Ingin sekali berteriak, "Tunggu aku, jangan tinggalkan aku, tolong bantu aku berdiri."


Tapi siapa yang peduli. Saat ini, mengeluarakan suarapun akan menguras tenaganya yang mulai lenyap sejak pagi. Saat Lira mencoba berdiri kepalanya terasa berat sekali, meskipun begitu gadis itu terus melanjutkan langkahnya sambil berpeganggan dengan meja-meja di sekitarnya. "Aaakh." Rintihnya.


Kakinya tidak sanggup lagi menumpu badannya, dengan sedikit terhampas, gadis itu terduduk di lantai yang jaraknya sekitar 2 meter dari pintu kelas.


Ia hanya bisa bersandar pada meja sambil menekan-nekan perutnya, tak jarang salah satu tangannya memukul pelan kepalanya berharap dapat menghilangkan rasa sakitnya.

__ADS_1


Sejauh mata memandang, sudah tidak ada lagi orang lain. Namun, Lira masih bisa mendengar suara beberapa siswa berbicara yang mungkin berada di lantai dua. Suara itu semakin dekat dan gadis malang itu berancang-ancang untuk berteriak meminta tolong.


Sampai akhrinya Fatur yang melewati kelas tersebut sadar dan dengar ragu mendekat, "Lira? Lo kenapa?"


"Lo pegangin sebelahnya To, kita bawa ke UKS," Lanjut Fatur.


Lagi-lagi kesialan menimpa Lira, petugas piket UKS sudah pulang dan ruang UKS sudah dikunci.


"Dudukkan di bangku itu aja dulu." Ujar Fatur menunjuk bangku panjang yang berada tepat di depan UKS.


"Ra lo kenapa?" Tanya Hito.


"Gue beli minyak kayu putih dulu deh di warung depan." Ujar Fatur.


"Magh ku kambuh." Singkat Lira.


"Lo pulang naik apa. Sama gue aja nanti." ajak Hito


"Ii..iya."


"Tahan ajakan lo duduk? nanti geblak lagi."


"Iiya tahan."


Untung saja masih ada yang mau perduli, jika tidak bisa-bisa ia harus ngesot hanya untuk keluar dari area sekolah.


***


Room Chat


-----------------------------------


Fatur


Hito


Wasalam dah @bagas, cewek lu temenya gada akhlak semua


Daniel


Ada apa woy! Sini spill the wine


Hito


Tau tuh si fatuy orang buth minyak kayput malah dikasih minyak tawon


Bagas


@sofiya ada apa emang? Kalian bolos satu kelasan lagi ya?


Hiro


Bukan cuy! Si Lira kesakitan udah mau pingsan di kelas sendirian


Daniel


Jadi Liranya gimana?


Bagas


@sofiya cerita coba. Kok bisw?

__ADS_1


Hiro


Kami bawa ke uks lah, mana uksnya dah tutup


Sofiya


Hah serius?! Gue ga tau loh, pas bel pulang kami langsung pada cabut. Tapi emang hari ini si Lira kaya aneh gitu.


Daniel


Aneh gimana? Jangan2 kerasukan kaya lo sopsopan


Sofiya


Lu sekali lagi kek gitu gua kick!


Bagas


Sudah2. Lanjut Sof


Sofiya


Pas di sekolah dia muntah2 dong, terus dia juga gak ikut upacara katanya palanya pusing. Aku punya berheb tapi kalian jan sebarin dulu tapinya


Fatur


Apa woy


Sofiya


Denger2 dia lagi hamil. Eh tapi ini gak tau benr apa gak ya. Semga gak benr sih


Daniel


WHAT THE ****!


Hito


Jan ngadi2 lu. Orang dia magh katanya


Bagas


Sudah2 belum tai kebenaran nya juga kan. Cukup kuta aja yg tau berita itu. @sofiya jangan disebarin k tmn mu yg lain ya


Sofiya


@hito ya kan gue juga gak tau


Daniel


@bagas anjrot gagal bijaksana tau jdi tai kita gak sekalian aja jadi kutang


Sofiya


Siap sayang @bagus


Sofiya kicked Daniel


Me


Serius?

__ADS_1


Fatur


Bubar2 dah basi. Tu akibt keenakan liburan


__ADS_2