KEHIDUPAN CINTAKU

KEHIDUPAN CINTAKU
episode 1


__ADS_3

Apa itu cinta?, aku selalu menanyakannya dalam benakku, ayahku sangat menyanyi ibuku, mereka bilang ini adalah salah satu tindakan dari perasaan yang dinamakan cinta. Aku pikir itu menyenangkan, disayangi, dicintai, diperhatikan, dipedulikan, dihormati, dihargai dan dipercaya. Orang tuaku bilang bahwa aku harus memilih dengan baik siapa yang harus aku cintai, karna ini menyangkut masa depanku. Dari sinilah aku memulai sebuah kehidupan cinta yang sangat suram bagiku.


Aku memikirkan tentang bagaimana perasaan cinta itu? Sejak aku menduduki bangku SD kelas 5, saat itu aku mempunyai banyak teman, hampir sekelas sangat akrab denganku, aril adalah teman laki-laki ku yang sangat baik, dia dan teman-temannya sering menghampiri kami para wanita dan meminta uang, aku sering memberikan sisa uang jajanku yang cukup banyak kepada mereka, "hey anak perempuan yang cantik dan baik hati, kami sangat lapar dan ingin makan, tapi uang kami sudah habis saat jam istirahat pertama, bolehkah kami meminjam uang kalian kami janji besok akan kami kembalikan" Ucap aril dengan menggoda dan temanya hanya menganggukan kepala saja. "Hey kalian.....apakah kalian tidak malu meminjam uang kepada anak perempuan kaliankan anak laki-laki seharusnya kalian malu... ". Dan teman-temanku sangat membenci mereka yang suka meminjam uang dan tidak pernah dikembalikan berapapun jumlah uang tersebut.

__ADS_1


" Kalian mau makankan... Ini aku ada uang untuk kalian makanlah dengan kenyang dan jangan kembalikan uang ini karna bagaimanapun kalian tidak akan mengembalikannya" Ujarku sambil memberi uang dan tersenyum, aril mengambilnya tanpa rasa malu, walau dia tidak punya malu tapi dia adalah anak yang sangat baik dan suka bercanda. Aku sering memberi mereka uang walau teman-temanku tidak setuju. Setengah tahun kami telah belajar bersama bermain bersama dikelas ini, aku sangat dekat dengan aril, aku merasakan persaan aneh, aku ingin selalu bersamanya, bermain bersamanya, bercanda bersamanya, dan aku akan merasa sangat sedih, marah, dan tidak nyaman saat aril dekat atau tertawa bersama perempuan lain walau itu adalah temanku. Aku memberi tahu kepada teman dekatku Stella dia bilang ini adalah perasaan cinta yang ingin selalu bersamanya dan perasaan cemburu saat dia dekat dengan perempuan lain. Dan aku sadar bahwa persaan inilah yang selalu aku tanyakan bagaiman rasanya, ternyata ini menyenangkan dan membuat aku bahagia.


aku memberi tahu kepada kakakku tentang perasaan ini tapi kakakku malah menentangnya dia bilang " anggun kau masih terlalu kecil untuk memahaminya, memahami tentang perasaan cinta,sebaiknya kau tinggalkan perasaanmu itu karna mungkin itu akan membuatmu menderita" aku madih tidak paham dengan perkataannya tapi Aku sangat ingin memilikinya sampai aku mengacuhkan perkataan kakakku yang paling aku sayang. Sekarang sudah satu bulan di semester kedua. Hari senin di bulan februari, aril datang menghampiriku dimeja dudukku, saat itu tidak ada orang selain kami berdua karna semua orang sedang menikmati jam istirahat. " Anggun... Aku... ". Dia terbata-bata saat bicara dengan ku, aku penasaran apa yang ingin dia bicarakan. " Aril... Ada apa, kenapa kau gugup apa yang ingin kau bicarakan". "Anggun apakah kau mau menjadi kekasihku?" Ujarnya sambil menundukan kepala. Aku sangat terkejut, aku diam dalam beberapa menit "jadi apakah kau mau? " Tanyanya sekali lagi "hhhmmm...baiklah aku mau.... Tapi apakah aku bisa percaya padamu" Aku masih memikirkan perkataan kakakku.

__ADS_1


Hari-hari dimana aku melewatinya bersama aril kami sering bertemu (padahal sekelas) mengobrol dan bercanda banyak. Sampai suatu hari aku mengetahui bahwa aril mendekati ku menjadi kekasihku hanya menginginkan uang saja. "Aril kau berbohong padaku, kenapa kau berbohong padaku, apakah aku ada salah padamu? " Dia tidak menjawabnya, dan hanya terus diam "kita putus yah aril, dan jangan bicara ataupun menyapa aku lagi" Aku pergi dari sekolah menuju rumah karna pada saat itu jamnya pulang. "Kakak!!!... Hiks.. Hiks.. Hikss"


"Kakak.. Ternyata kau benar aku masih terlalu kecil untuk memahami cinta, aku mengabaikan perkataanmu maafkan aku... Hiks.. Hiks.. Hiks"

__ADS_1


"Tidak apa, kau jangan menangis lagi diamlah, kalau kau menangis lagi ibu dan ayah akan sangat sedih dialam sana"...


(Kakak hanya tersenyum dia tidak memarahiku?, hiks.. Hiks kakak maafkan aku, kau mencari uang untukku tapi aku malah memberikan uang itu untuk orang lain, maafkan aku, aku akan mendengarkanmu dan membalas kebaikanmu padaku, aku janji) aku hanya menangis dan bergumam didalam hati. yang ingin selalu bersamanya dan perasaan cemburu saat dia dekat dengan perempuan lain. Dan aku sadar bahwa persaan inilah yang selalu aku tanyakan bagaiman rasanya, ternyata ini menyenangkan dan membuat aku bahagia.

__ADS_1


__ADS_2