
dokter datang untuk memeriksa keadaan ku setelah selesai dokter pergi mencari Ming-zi aku tidak tahu untuk apa awalnya aku hanya mengira untuk mengurus tentang biaya rumah sakitku tapi tidak kusangka itu bukanlah poinnya dokter membicarakan tentang penyakit ku kepada Ming-zi dan ternyata aku mengidam penyakit yang sama dengan penyakit yang menyerang ayahku dan juga kakakku, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan mempunyai penyakit ini, betapa menyediakannya diriku kehilangan kedua orang tua sejak kecil kehilangan seorang kakak yang sangat aku sayangi hidup yang hancur hidup yang kelam selama beberapa tahun terakhir dan sebuah penyakit yang paling aku benci yang menyerang kakakku, tapi bagiku ini bukanlah akhir yang buruk kali ini aku tidak akan kehilangan orang yang aku sayangi lagi melainkan aku yang meninggalkan mereka itu tidak terlalu buruk.
aku masih dirawat dirumah sakit tanpa melakukan apapun aku tetap tersenyum dan tertawa dan tidak menghiraukan tentang penyakit ini seperti tidak terjadi apa apa tapi jauh didalam hatiku aku benar benar tertekan dan menderita. Ming-zi datang setiap malam untuk menemaniku sampai aku tertidur dan malam ini dia juga datang kebetulan malam ini adalah malam bulan purnama, malam yang terang disinari dengan cahaya bulan "apakah kau merasa baik?"
"ya... aku hari ini merasa sangat baik..."
__ADS_1
"baguslah kalau begitu"
"oh yah... waktu ku di dunia ini sudah tidak banyak lagi.. "
"... jadi aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk pergi kesuatu tempat yang ingin aku kunjungi bersama dengan mu sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini.. "
__ADS_1
"Wira Natalia Anggun! berhentilah berbicara yang tidak masuk akal!"
"kenapa kau marah.... bukan kah ini masuk akal dan juga ini adalah kenyataan... oh yah mengenai permintaan terakhir ku kira kira kapan kau akan mengabulkannya jangan lupa semakin cepat semakin baik... karna aku tidak mempunyai banyak waktu lagi... "
"DIAM!!!!" dia menutup mulutku dengan erat aku terkejut dan menatapnya dengan heran apa yang dia lakukan "kau tidak akan mati... " aku benar-benar terkejut mendengar apa yang dia katakan aku bahagia bahwa dia tidak rela jika aku meninggalkannya tapi aku juga sedih karna hal itu sangat sulit terjadi "dengarkan aku... aku akan melakukan segala cara untuk menyembuhkan penyakitmu, aku akan mencari dokter terhebat dari segala penjuru dunia ini dan kau tidak akan mati aku akan menyembuhkanmu dengan cara apapun... " dia berhenti berbicara dan menundukan kepalanya aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dia ingin berusaha menyembuhkanku dengan segala cara bukan kah dokter sudah pernah bilang padanya sangat kecil kemungkinan untuk sembuh "... jadi berhentilah berbicara seolah olah kau akan mati, kau tidak akan mati aku pasti menemukan solusi penyakitmu ini dan jangan menyerah untuk hidup agar yang kulakukan tidaklah sia-sia, kau ingin kemana katakan saja tapi jangan katakan lagi bahwa kau hanya mempunyai sedikit waktu didunia ini.... aku mohon padamu untuk terus hidup" aku benar-benar tidak mengerti aku tahu bahwa penyakit ini sangat sulit untuk disembuhkan tapi karna mengetahui dia akan berusaha dan melakukan apapun tanpa memikirkan resikonya untuk menyembuhkanku aku mulai mempercayainya aku percaya bahwa dia bisa menyembuhkanku aku mempunyai semang hidupku lagi dan kali ini aku ingin hidup demi dirinya, aku menangis dia menatapku dan memelukku pelukan yang hangat dan nyaman ini dan pantulan cahaya bulan purnama yang masuk melalui jendela. aku benar-benar berharap untuk sembuh dan hidup bersamanya.
__ADS_1