
"aku pulang!"
"nona kau sudah pulang!!!"
"ada ap??"
"non tuan Jordan menunggumu ruang baca" aku sedikit bingung kenapa rasanya ada yang aneh. "baiklah aku akan menemuinya!" bibi xiao pergi setelah mengatakan itu kepada ku, aku masih penasaran kenapa rasanya ekspresi bibi sedikit cemas. aku pergi ke ruang baca kakakku setelah selasai mengganti bajuku. "kakak, apa kau mencariku??" dia hanya diam tak bicara, dan aku hanya bisa melihat punggungnya karna ia membalikkan badannya. "kakak ada apa, apa ada yang terjadi, kenapa sepertinya aku merasa kalau suasananya agak aneh??" dia membalikkan badanya dan menatapku dengan tatapan yang sedih aku menghampirinya dan memeluknya "kakak ada apa kenapa kau sedih, apakah ada orang yang mengganggumu?"
"adikku, aku sudah besar dan aku adalah CEO dari perusahaan yang sangat terkenal didunia bahkan aku adalah ketua geng dari dunia bawah yang juga sangat ditakuti orang-orang bawah. tidak ada yang berani menyakitiku tapi,.... "
"tapi kenapa?!, beri tahu aku!"
__ADS_1
"tapi ada sesuatu yang berani melawanku dan aku juga tidak sanggup melawannya"
"apa itu?"
"itu adalah penyakit dan takdir!"
"kakak...... kak.... kau.... kau sakit?" aku bertanya sambil menangis dan dia hanya diam saja tanpa menatapku. "kakak!!!.... jawab aku apakah kau sakit!! apakah penyakitmu sama seperti penyakit yang dialami oleh ayah!?? hiks.... hiks..... hiks!.... kakak jawab aku, aku mohon jawab aku!!!!!"
"kakak kau tahu bukan bahwa penyakit yang menyerangmu bukan penyakit jantung yang biasa dialami orang-orang diluar sana?"
"yah aku tahu.... " dia menjawab ku dengan menatap ke arah lain dan tatapan yang sangat sedih terpancar dari matanya. "kau tahu lalu........ kenapa....... kenapa kau berkata....... bahwa kau..... akan sembuh..... kenapa!!!!.... apakah kau tahu bahwa seseorang yang mempunyai penyakit ini adalah orang-orang tertentu dan hanya 1% kemungkinannya untuk sembuh, kenapa kau memberikan harapan palsu kepadaku...... kenapa.. hiks... hiks... hiks.... kakak aku sangat menyayangimu aku tak sanggup bila kau pergi meninggalkanku.... aku tidak bisa.... membayangkan.... hari-hari yang akan aku lalui sendirian.... tanpa seorangpun keluargaku yang menemaniku...... aku mohon jangan pergi... katakan bahwa ini tidaklah benar dan kau hanya berbohong padaku... cepat katakan"
__ADS_1
"adikku aku tidak berbohong, aku memberitahumu karna aku takut aku tak mempunyai kesempatan untuk memberitahumu dan kau akan sangat menderita jika kau tahu tentang ini saat aku sudah tidak ada...... aku sudah menghubungi pamanmu di Amerika dan dia setuju untuk merawatmu menggantikan aku.... kau harus mendengarkan perkataannya... jangan membuat dia susah kau harus patuh dan menurut karna dialah yang akan mengutusmu dan perusahaan setelah aku pergi apakah kau mendengarkanku??"
"apakah sudah separah itu, sehingga kau sudah memberitahu paman dan kau berencana untuk mati, apakah tidak ada sedikit waktu lagi untuk aku bersamamu sebelum kau pergi..... apakah secepat itu kau ingin menyerahkan ku kepada paman?"
"anggun!.... waktu tidak banyak lagi dokter bilang dalam waktu kurang dari dua minggu aku mungkin tidak bisa menahanya lagi lagipula dokter belum tahu bagaimana menyembuhkan penyakit ini"
"hanya dua minggu..... apakah Tuhan begitu benci padaku sehingga hanya menyusahkan waktu yang begitu singkat untuk bersamamu!!!!..... aku tidak ingin kau pergi meninggalkanku begitu saja.... kakak kumohon jangan pergi!!!"
"adikku berjanjilah padaku bahwa kau akan menjaga dirimu sendiri demi aku kau akan menjadi gadis yang baik pintar dan bijaksana berjanjilah padaku demi diriku dan ayah ibu... berjanjilah!"
"kakak..... baiklah aku berjanji aku akan berjuang bersama paman" dia memelukku dengan erat aku tak pernah membayangkan bahwa kejadian ini akan terjadi padaku dan kakakku aku pikir ini akan terjadi pada kedua orang tua ku saja aku benar benar membenci penyakit ini. dan ini pertama kalinya aku melihat kakak menangis bahkan saat ayah dan ibu meninggal dia tak menagis sedikitpun hanya diam dan bersikap dingin dan hari ini aku melihat kakakku yang aku kenal ceria kejam bersikap dingin kepada orang lain menangis seprti seorang perempuan, aku sangat sedih. kami memeluk satu sama lain dan menangis.
__ADS_1