KEHIDUPAN CINTAKU

KEHIDUPAN CINTAKU
episode 2


__ADS_3

Aku adalah Natalia Anggun, orang memanggilku Anggun, dan kakakku adalah seorang pengusaha kaya yang terkenal, dia adalah pengganti kedua orang tuaku yang sudah meninggal, dia sangat menyayangiku dan aku juga sangat menyayanginya dia lebih tua 4 tahun dariku, namanya adalah Jordan Wira.


Sejak saat itu, aku selalu mendengarkan perkataan kakakku dan tidak pernah mencintai orang lain lagi. Sampai usiaku mencapai 13 tahun, aku mulai merasakan perasaan itu lagi, perasaan cinta kepada seseorang yang lebih tua 1 tahun dariku. Saat seminggu sejak mulai semester pertamaku dikelas dia SMP ini aku bertemu dengan fajar husain, dia adalah laki-laki yang baik pengertian lembut dan penuh kasih sayang. Dia selalu menghampiriku dikelas dan mengobrol denganku, karna ia cukup terkenal akan kepintarannya dan ketampannya, setiap dia datang menemuiku dikelas aku selalu menjadi bahan omongan teman sekelasku, dan banyak yang iri kepadaku terutama para perempuan yang menyukainya. " Kak Husain, sebaiknya kau jangan menemuiku lagi dikelas"


"Kenapa apakah kau tidak menyukaiku, apakah kau membenciku"


Aku tidak membencimu sama sekali, aku hanya..... Tidak mau menjadi bahan obrolan teman sekelasku dan aku tidak mau menjadi musuh untuk teman sekelasku l, terutama teman dekatku yang menyukaimu.... Maafkan aku"


"Hhhmmm.... Kau tau.....aku.....sangat...... Menyukaimu... Aku mencintaimu" Dalam sekejap kata-kata itu membuat keheningan yang abadi di depan pagar sekolah yang sunyi dan keheningan diantara kami berdua. Sekali lagi aku merasakan hal yang seperti dulu, walaupun hanya sepele tapi itu sangat menyakitkan bagiku yang belum mengerti mengenai cinta. "Anggun kenapa kau menangis, apakah aku salah?"


"Tidak, kau tidak salah sama sekali"


"Anggun kau boleh memikirkannya lagi, kau boleh menjawabnya nanti, kumohon jangan gegabah, pertimbangkan lah persaan ku ini"


"Baiklah kak husain, aku lelah aku ingin pulang"

__ADS_1


"Kakak aku pulang! "


"Nona kau sudah pulang, kalau begitu masuklah dan gantilah pakaianmu"


"Baik kak Vina! " Saat aku melangkah masuk kakakku Jordan sudah ada didepanku.


"Kakak!! " Aku memeluknya sambil tersenyum menyembunyikan perasaan sedih ku, tapi bagaimanapun aku menyembunyikannya dia tetap akan tahu. "Hey nona tersayang, cepatlah ganti pakaianmu dan temui aku dikamarku, ada yang harus aku tanyakan padamu"


"Baiklah!!! " Setelah aku selesai mengganti pakaian ku, aku langsung pergi kekamar kakakku. "Kakak! " Aku memeluknya yang sedang duduk disofa. Dia membelai rambutku dan memperlakukanku seperti anak kecil, tidak hanya itu bahkan dia menyuruhku duduk di pangkuannya, "kakak!!.... Berhentilah memperlakukanku seperti anak kecil, aku sudah besar umurku sudah 13 tahun"


"Kakak.... Kau.... Bicara apa!" Aku menatap matanya yang kecewa padaku, aku pernah berjanji padanya apapun masalahku aku akan menceritakan padanya dan meyelesaikan masalahku bersamanya begitupun juga kakak, dan sekarang aku berpikir ingin menyelesaikan masalahku sendiri, tidak heran dia kecewa, kami adalah saudara yang ditinggalkan oleh kedua orang tua kami diusia yang sangat kecil, kami selalu bersama menghadapi segala masalah bersama dan bahagia bersama, apa yang aku pikirkan dia adalah kakakku yang paling aku sayangi aku tidak boleh menyembunyikan apapun darinya.


"Kakak.... Kau selalu tau tantang diriku.... Maafkan aku, karna telah mencoba untuk membohongimu"


"Kau tidak perlu meminta maaf, karna sebelum kau meminta maaf aku sudah memaafkanmu..... Sekarang ceritakan ada apa dengan mu, kenapa kau berpura-pura tenang didepanku"

__ADS_1


"Kakak.... Apakah kau pernah mencintai perempuan selain aku?"


"Tentu saja... Sekarang bahkan aku punya kekasih, bukankah kau tau tentang ini"


"Kakak... Apakah bisa kita hidup tanpa adanya rasa cinta?"


"Anggun ada apa kenapa kau bertanya seperti itu pada ku"


"Kakak.... Aku mencintai seseorang,... Aku takut orang itu akan membohongiku seperti apa yang dilakukan aril kepada ku, aku takut dia akan membohongi perasaan ku ini, jadi apa yang harus ku lakukan?!"


"Hhhmmm..... Adikku... Bukankah kau tadi bilang kalau kau bukan anak kecil lagi, masa lalu jangan kau ingat, itu hanya akan membuat masa depanmu menjadi tidak terarah atau kacau, kau cukup jadi dirimu sendiri dan ambilah keputusan yang menurutmu benar, dan kau juga harus menanggung semua konsekuensi dari keputusanmu, kau tau kan didunia ini hukum akibat-sebab masih berlaku"


"Hah!...... Kakak, ternyata aku sangat beruntung mempunyai kakak sepertimu, dan aku mengambil keputusan yang benar untuk menceritakannya semua padamu........ Aku sangat menyayangimu!"


"Aku juga sangat menyayangi adikku yang imut ini!! Hhh hhh hhh"

__ADS_1


__ADS_2