
dia menceritakan semuanya sambil menahan tangis aku sempat tak percaya apakah benar ini adalah ming-zi yang ku kenal selama 4 bulan terakhir. "sejak aku bertemu dengan mu, aku merasa ada yang berbeda denganmu, kau berbeda dari mereka semua, sejak kau pertama kali memarahiku aku mersa senang dan hanya kau saja yang berani memarahiku, sebenarnya aku yang memaksa paman mu agar menyetujui kau tinggal bersama dengan ku"
"eeehhh... kau... "
"maaf karna telah mencampuri urusan hidupmu, aku tau bagaimana rasanya jika hidup seseorang diatur oleh orang lain" dugaanku benar dia adalah seorang anak yang kesepian dan hidupnya diatur oleh kedua orang tuanya bahkan saat memilih sahabat saja masih diatur. "kau tau mereka para orang tua tidak pernah melakukan sesuatu yang akan membuat anaknya sendiri dalam kesulitan hanya saja beberapa dari mereka melakukanya dengan cara yang salah hanya mengambil pendapat mereka sendiri dan tidak memperdulikan pendapat anaknya"
"Natalia.... berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku"
"eeehh apa maksudmu"
"jangan banyak bicara berjanjilah.... sebenarnya... aku menyukaimu"
__ADS_1
setelah kejadian kemarin dia sengaja menghindariku dan mengabaikanku aku mengerti perasaannya setelah menyatakan perasaanya padaku aku saja masih sedikit tidak percaya tapi apakah perlu mengabaikanku seperti ini aku sangat bosan dihari libur ini aku hanya menghabiskan waktu ku didalam rumah yang besar tapi tidak ada orang, ada orang tapi sangat membosankan terutama si idiot ming-zi. aku tak tahan lagi aku akan mulai duluan mengajaknya bicara. aku mencarinya keseluruh rumah tapi aku tidak menemukannya "pelayan Bai kemana ming-zi?"
"maaf nona tuan tiga jam lalu sudah pergi tapi tidak memberitahuku kemana tujuannya"
"huh... kemana si idiot itu?"
"oh ya nona... tuan bilang nona tidak boleh mencarinya, tuan bilang nona tidak boleh keluar dari rumah"
"apa!!... dasar!! ini tidak adil!! apakah dia kira aku adalah binatang yang harus dikurung!!!... tidak aku mau keluar, aku ada janji dengan temanku 1 jam lagi"
"aku tidak peduli dia keluar sesukanya tapi dia mengurungku disini"
__ADS_1
"hhmm.. baiklah nona aku akan menyiapkan mobil untuk anda, tapi anda harus membawa satu orang untuk berjaga-jaga"
"baiklah"
teman yang paling dekat dengan ku dan teman yang siap membantu ketika aku ad masalah, selama 4 bulan disini hanya dia yang paling dekat dengan ku selain ming-zi, dia menerimaku apa adanya dan aku pun begitu. dia juga menyukai ming-zi. setiap bertemu hanya membahas ming-zi aku sampai bepikir dia berteman denganku hanya karna si idiot itu. hari ini kami janji bertemu di cafe Sweet "nona silakan" aku terbiasa dengan sikap kompeten dari orangnya si idiot "baiklah... aku akan masuk sendiri kau jaga diluar saja"
"tapi nona, tuan Bai bilang kami harus menjaga nona, dan tidak boleh lepas dari pengawasan kami"
"aku menyuruh kalian menunggu diluar bukan menyuruh kalian pulang... tidak mau tau kalian tidak boleh masuk jika kalian berani masuk aku akan mengadu dengan si idiot kalau kalian tidak mematuhiku dan menyusahkanku"
"eehh.. nona kau mempersulit kami" aku tak peduli lagi dengan mereka, bukankah mereka laki-laki kenapa begitu cerewet. saat aku masuk caicai melambaikan tangannya da aku menghampirinya "natalia kenapa kau terlambat.. apakah terjadi sesuatu"
__ADS_1
"tidak... agak sedikit macet di jalan.. itu saja"
"baiklah... kalau begitu ayo memesan sesuatu.. oh yah jangan lupa minumannya"