
aku mendengar banyak orang berbicara, mereka menanyakan keadaanku, kepalaku sangat pusing tapi itu perlahan lahan hilang, aku membuka mataku secara perlahan aku melihat Caicai sedang menggenggam tanganku sambil menangis aku duduk dengan perlahan mengetahui bahwa aku sudah sadar dan tiba tiba duduk dia memaksaku untuk berbaring kembali tapi aku tidak mau aku ingin duduk aku hilang bahwa aku sudah baik baik saja "sepertinya aku pingsan saat itu"
"Lia kenapa kau tidak merawat tubuhmu sendiri, kenapa kau tidak memperdulikan dirimu sendiri" dia mengatakannya bersamaan dengan tangisnya yang sedih "maafkan aku karna membuatmu khwatir, aku tidak bermaksud seperti itu... lagi pula bukan kah aku baik baik saja" aku mengatakannya demi menyenangkan dirinya saja, aku benar benar bodoh "apakah kau pikir aku percaya! lihatlah dirimu sekarang kau terbaring disini hiks... hiks... hiks..." dia menangis lagi, tapi aku bahagia melihat tangisannya aku bahagia sekarang bertambah satu orang lagi yang benar benar peduli padaku, sejak kakakku meninggal hanya paman saja yang benar benar peduli akan diriku.
__ADS_1
"sudah lah... ucapan maaf mu seharusnya kau berikan padanya..." Cacai menunjuk kesebelah sisi lain dari tempat tidur, seorang pria tertidur dengan lelap karna lelah "dia selalu menjagamu dan merawatmu dia sangat khawatir terhadapmu, setiap hari kerjaanya hanya duduk disampingmu setiap saat memarahi setiap pelayan rumah sakit melakukan sedikit kesalahan bahkan beberapa dari mereka sudah dipecat olehnya" aku merasa familiar dengan tubuhnya tapi aku tidak yakin jika itu adalah dia, tapi setelah mendengar apa yang dikatakan Caicai aku sangat yakin bahwa itu adalah dia ternta dia juga sangat peduli padaku ming-zi maafkan aku telah membuatmu khawatir "baiklah aku akan keluar aku ada sedikit urusan kau beristirahatlah dengan baik"
"baiklah" hanya tinggal kami berdua saja yang ada didalam ruangan ini meskipun dia tertidur tapi dadaku tetap saja berdetak kencang, aku membelai rambutnya ternyata rambutnya begitu halus dan hitam seperti rambut perempuan saja.
__ADS_1
"kau akhirnya sadar aku sangat senang!" sepertinya satu lagi yang peduli padaku dan sepertiny aku baru sadar jika aku sangat menyukainya "apakah kau tau seberapa aku khwatir padamu aku tidak tidur dengan baik aku tidak makan dengan baik, kenapa kau tidak memperhatikan dirimu sendiri, apakah kau sudah tidak ingin hidup lagi, ingat ini kau tidak boleh mati aku tidak mengijinkan hal itu terjadi" dia memarahiku aku sangat bahagia tapi aku penasaran sebenarnya apa penyakitku ini "Maafkan aku...aku membuat kalian khawatir dan telah menyusahkan kalian semua terutama kau... aku juga berterima kasih karna telah merawatku"
"apa yang kau katakan?... jika kau ingin berterima kasih jagalah kesehatan dirimu sendiri kenapa kau begitu ceroboh"
__ADS_1
aku menangis aku ingat kakak juga pernah mengatakan ini padaku saat aku sakit, aku ingin bersama Ming-zi untuk selamanya, aku sekarang benar benar mencintainya.