
"dimana ini?"
"ini adalah ruangan khusus untukku, selanjutnya kau boleh belajar disini sesuka hatimu"
"hhhmmm, sepertinya Universitas ini sangat menghormati jabatan, prestasi, dan juga uangmu."
"hah! ternyata kau cukup pintar tentang maslah politik"
__ADS_1
"tentu saja aku adalah wakil presdir dari perusaan pamanku, aku selalu bertemu si penjilat atau ******** yang hanya tau dengan uang"
"itu adalah hidup, kau tak bisa menolaknya"
"hhhmm kau benar.... oh ya aku masih tidak tau jadwalku disini"
"baiklah setelah istirahat siang dan sore hari kau ada kelas hari ini"
__ADS_1
"tentu saja tidak, disini adalah tempatku untuk istirahat l, hanya disini aku bisa merasakan tenang jauh dari orang orang munafik yang mementingkan uang"
hari ini sepertinya aku memahami sifat dari CEO sombong yang idiot ini, aku sadar bahwa seseorang yang dikenal sebagai CEO sombong, dingin, dan kejam ini hanya sebuah benteng yang dia bangun untuk menutupi sesuatu yang jika diingatnya maka itu akan sangat menyakitkan baginya. satu minggu aku disini dan hari ini paman akan pulang ke Amerika, tapi entah kenapa paman sangat mempercayai ming-zi sialan ini paman menitipkan ku padanya dan akan tinggal satu rumah dengannya mendengarnya aku langsung pingsan dan saat aku bangun dia sudah ada disampingku duduk sambil membaca sebuah buku dengan serius, aku pikir aku terlalu berlebihan lagi pula aku sering tinggal dirumahnya. tak terasa setengah tahun aku disini tinggal bersama dengannya aku merasakan ada hal aneh setiap aku bersamanya, aku tak menghiraukannya karna kupikir itu hanya perasaanku yang aneh saja, tapi aku tahu itu bukanlah sebuah perasaan yang biasa. aku pergi ke acara reuni bersama teman-teman ku, kami semua bersenang senang tapi aku tidak berani untuk minum, saat itu aku keluar dari dalam toilet dan seseorang menarikku ketempat gelap dan sepi seorang laki-laki mabuk, dia mencoba untuk melcehkanku dan aku terus memberontak tapi bagaimana pun aku membela diri tetap saja banding kekuatanku dan kekuatan seorang laki-laki berbeda jauh, aku tak bisa melarikan diri aku hanya bisa pasrah melihatnya melepaskan semua pakaianku dan menyentuh tubuhku. "hikss... hiks.. hikss... kumohon... siapa saja tolong selamatkan aku.. huhuhu" aku tak ingin melihat ini aku ingin mati saja, saat aku hampir kehilangan kesadaranku seseorang datang menyelamatkanku dan aku tau dia, dia adalah ming-zi! aku menyadarinya dan langsung memeluknya "hiks.. hiks.. hiks.. ming-zi.... aku... aku sangat takut... hiks" dia membalas pelukan ku dengan lembut dan hangat, dia melepaskan jaketnya memakaikannya padaku dan menggendongku "jangan takut aku ada disini aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu apalagi menyentuhmu... berhentilah menangis"
"hiks.. hiks.. "
aku sedikit terkejut aku masih tidak percaya hal itu terjadi padaku bagaimana jika ming-zi tidak datang menyelamatkanku apa yang akan terjadi padaku, aku masih sedikit stress karna kejadian itu, ming-zi masuk kekamarku "hey.. bodoh berhentilah mengurung diri sudah lima hari kau tak keluar, apakah kau akan mengurung diri dikamarnya seumur hidup... lagi pula hal itu tidak terjadi dia hanya merobek beberapa pakaianmu saja... berhentilah menyiksa diri" selama lima hari dia terus membujukku untuk keluar dia merawatku dia mengoceh terus menerus seperti seorang wanita. "ming-zi saat itu bagaimana jika kau tidak datang.... apa... apa yang akan terjadi padaku?"
__ADS_1
"hey bodoh.... kau sudah menanyakan ini hampir puluhan kali, sudah aku bilang aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu, aku akan melindungimu"
"kenapa kau ingin melindungiku?" kami saling pandang satu sama lain wajahnya memerah aku tak tau harus berkata apa, aku beranjak dari kasur untuk mandi, aku terkejut dia tiba tiba mendorong kita jatuh keatas kasur dengan posisinya tepat diatas tubuhku "hey.. ming-zi... apa.. apa yang kau lakukan... lepaskan aku" saat aku mencoba mendorongnya dia memelukku dengan erat dan meletakkan kepalanya diatas dadaku "kau tau sejak kecil aku sangat kesepian tidak ada yang ingin bermain denganku mereka semua takut dengan kekuasaan keluargaku yang tinggi dikota ini semua orang memperlakukanmu dengan formal dan sopan hanya karna uang aku tidak suka dengan kehidupanku ini hanya karna uang mereka sampai rela mengorbankan persahabatan, cinta, dan keluarha" aku tak pernah menyangka bahwa hari ini akan tiba hari dimana seorang Hao Ming-Zi menangis dipelukanku.