
setiap hari aku selalu berjalan bersama, kak Husain terkadang menjemputku ke rumah untuk pergi kesekolah bersama, dia sangat baik, perhatian dan aku berpikir bahwa dia adalah seorang laki-laki yang baik dan setia. "sayang, apakah kau lapar, aku akan membawamu kekantin dan mentraktirmu?!"
"hhhmm baiklah aku mau... " aku hampir setiap hari berjalan bersamanya, tapi aku masih merasa ada yang membuatku khawatir, tapi aku tak menghiraukannya karna aku pikir itu hanya sebuah perasaan yang tak penting. "baiklah kau mau makan apa katakan saja aku akan memesannya"
"baiklah aku ingin makan apa yang kau makan"
"baiklah kau ingin makan apa yang aku makan, maka bagaimana jika aku mau memakanmu apakah kau akan memakan dirimu sendiri?"
"kakak!!!.... dapat dari mana kau kata-kata yang cabul itu, kau benar-benar MESUM!"
"hhhhhh sayang bagaimanapun aku adalah laki-laki, dan kata ini adalah kata yang paling umum bagi laki-laki"
"bagaimanapun ingat umurmu, meskipun kau lebih tua dariku kau tetap laki-laki yang dibawah umur".
sedikit menjengkelkan mendengar kata-kata cabul seperti tadi dan membuat selera makanku agak berkurang tapi bagaimanapun dia sudah mentraktirku dan memesan makanannya tidak baik jika aku menolak. " kak husain, aku masuk ke kelas dulu yah"
"tunggu dulu! "
"ada apa?"
"bagaimana bisa, aku memanggilmu sayang tapi kau masih memanggilku dengan panggilan yang formal apa kau tidak merasa ini tidak adil?"
"hhhmm itu bukan urusanku, aku tidak menyuruh mu memanggilku begitu kau sendiri yang mau"
__ADS_1
"anggun kau memang tidak peka, kalau begitu aku ingin kau memanggilku sayang seperti yang aku lakukan!"
"ti... tidak.... aku tidak mau"
"mau tidak mau kau harus, jika tidak aku akan marah padamu"
"kakak kau seperti anak kecil"
"biarkan saja cepat panggil aku sayang, jika tidak aku tidak akan pergi dari sini walau gurumu sudah datang"
"ba..... baiklah..... sa... ya... sayang"
"haizt... aku tidak mendengarnya dengan jelas"
"aku tidak peduli, cepat katakan dengan jelas sebelum gurumu datang"
"baiklah...... hhhmmm"
"hey katakan saja!"
"sayang!" setelah mengatakannya aku langsung berlari kedalam kelas dan duduk ditempatku, dia pergi meninggalkan kelasku dengan senyuman puas, dan membuatku jengkel, tapi bagaimanapun dia sangat menjengkelkan aku tetap menyayanginya dengan setulus hati.
"sayang ayo pulang bersamaku, aku akan mengantarmu dengan selamat sampai tujuan"
__ADS_1
"kenapa kau mengatakan itu, apa kau memiliki niat jahat sebelumnya padaku"
"kata-kata mu memang sangat tajam, ayo pulang hari semakin larut"
"baiklah" diperjalanan kami hanya bergandengan tangan tanpa berbicara sepata kata pun, aku bosan dengan suasana ini. "kakak... apakah kau akan bersamaku tidak akan meninggalkanku?"
"bukankah sudah kubilang bahwa kau harus memanggilku " sayang" kenapa kau masih memanggilku dengan formal, jangan terlalu formal kepadaku aku ini kekasihmu!"
"kakak kau menjengkelkan.... baiklah sayang apakah kau akan bersamaku dan tidak akan meninggalkanku"
"tidak akua akan bersamamu dan tidak akan meninggalkanmu aku berjanji" mendengar perkataannya aku sangat bahagia, aku tersenyum sepanjang jalan pulang
"baiklah kau sudah sampai nona biayanya adalah sebuah ciuman perpisahan" dia berkata dengan sangat percaya diri "baiklah Terima kasih karna sudah mengantarkanku pulang tuan, tapi aku tidak akan membayarnya dengan ciuman"
"baiklah tapi aku sudah mengatrkanmu pulang jadi aku masih berhak menerima bayaran, jadi apa yang akan nona berikan sebagai bayaran??" aku diam sejenak, aku berjalan mendekatinya menjijikkan tubuhku dan mencium pipinya.
"kau benar benar wanita yang beda dihati dan beda di tindakan, dan kau sangat lucu dan aneh"
"dan kau menjengkelkan"
"kalau ke begitu orang yang menjengkelkan ini pamit untuk pulang kerumahnya karna hari sudah larut"
"aku tidak peduli pergilah" dia berbalik dan berjalan pergi, "fajar!!" dia menoleh padaku "hati-hati dijalan!" aku berbalik dan pergi, lagi lagi aku membuatnya tersenyum puas.
__ADS_1