
1. Laura Keyra Martin.r
Gadis cantik berumur 23 tahun ini adalah bungsu dari dua bersaudara.
Anak dari pasangan Joan Martin dan juga Hannah Nafisah.
Memiliki kakak laki-laki bernama William Arya Martin yang sangat menyayaginya.
Perpaduan darah Australia dan indonesia mengalir dalam diri gadis ini.
Cantik, ceria dan manja adalah hal yang paling menonjol dari seorang Keyra.
2. Bram Alexander Hansen.
Pria berumur 28 tahun ini memiliki hobi travelling, panjat tebing, dan hal menantang lainnya.
Merupakan satu-satunya ahli waris dari keluarga Hansen yang dikenal memiliki banyak perusahaan raksasa yang mendunia.
Namun kepergian dari kedua orang tuanya dengan cara yang sangat tragis, telah membuat pribadi Bram yang dulunya ceria berubah.
Dingin, acuh dan tidak suka hidup di bawah aturan adalah sifat yang paling dikenal dari seorang Bram.
Hingga kehadiran seorang Keyra mampu mengusik jiwanya yang tak pernah menghargai wanita.
Bagi seorang Bram wanita hanyalah mahluk merepotkan yang harus ia jauhi.
Kalaupun ia terlihat bersama seorang wanita, pastilah hanya untuk sekedar bersenang-senang dan memuaskannya di atas ranjang.
3. Reno Christian.
Pria yang sudah Keyra pacari sejak di bangku sekolah ini adalah seorang pekerja keras.
Lahir dari keluarga yang cukup terpandang tak membuat dirinya yang baru berusia 25 tahun ini manja dan menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang seperti teman seusianya.
Bekerja adalah satu-satunya hobi seorang Reno.
Dan membahagiakan Keyra sang kekasih dengan limpahan cinta serta harta hasil dari kerja kerasnya merupakan tujuan hidup Reno saat ini.
4. William Arya Martin.
Tidak hanya tampan, sifatnya yang dewasa dan penyayang membuat Keyra sang adik lebih dekat dengannya dibandingkan dengan kedua orang tuanya sendiri.
Memiliki kekasih cantik yang bernama Vira Claudya.
Pria yang memiliki tinggi 185 cm ini merupakan sahabat dari Bram Alexander Hansen.
5. Vira Claudya.
Wanita cantik ini merupakan kekasih dari William Arya Martin.
Memiliki usaha wedding organizer sudah ia rintis dari umur belia.
Sikap optimis dan pantang menyerahnya membuat Arya jatuh hati pada gadis yang lahir dari keluarga biasa ini.
6. Zea Megan Diaz
Merupakan satu-satunya wanita yang berteman dengan Bram Alexander Hansen.
Tak sedikit yang mengira mereka berkencan, meski pada kenyataannya Bram tak pernah sekalipun menganggap Zea lebih dari seorang teman.
******
"Pernahkah kamu mencintaiku barang sedetik saja Key?"
Pertanyaan itu muncul diiringi tetesan air mata dari pria yang selama ini selalu terlihat kokoh bagaikan karang.
Pria yang selalu ada untukku setiap waktu, yang merelakan tubuhnya untuk melindungiku, yang selalu menghiburku dengan apa adanya dia, dan rela memberikan cintanya padaku yang tidak mencintainya.
Apakah aku sudah menyakitinya begitu dalam dengan semua keegoisan ini?
__ADS_1
Kini pertanyaan itu terus muncul di kepalaku sendiri, dan terasa begitu mengganggu.
*****
Namaku Laura Keyra Martin, dan aku lebih suka orang memanggilku Keyra, tahun ini usiaku genap 23 tahun.
Menjadi bungsu dari dua bersaudara membuatku terbiasa dengan sifat manja dan selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan, termasuk dalam urusan percintaan.
Memiliki pacar tampan, baik, romantis di tambah dengan limpahan kekayaan pastilah menjadi impian bagi setiap perempuan.
Begitupun aku yang begitu menggilai pria bernama Reno Christian sejak aku masih duduk di bangku sekolah.
Berbagai usaha kulakukan untuk menarik simpati kakak kelasku satu ini.
Namun kepopulerannya saat disekolah dulu membuatku harus berjuang ekstra demi mendapatkan hatinya.
Dan aku percaya, setiap usaha pasti akan ada hasilnya.
Begitupun cintaku yang akhirnya mampu meluluhkan Reno, hingga kini hubungan kami sudah memasuki tahun ketujuh sejak kami resmi berpacaran.
Aku bahagia bisa memilikinya, hidupku terasa begitu sempurna bersamanya.
Namun hidup tak selalu mulus seperti apa yang kita inginkan.
Tak terkecuali hubungan kami, semua orang yang melihat pasti merasa iri dengan kemesraan dan keromantisan yang Reno berikan padaku.
Namun siapa yang akan mengira bahwa aku justru merasa bosan dengan semua itu.
Bodoh? ya, kalian pasti berpikiran seperti itu.
Tapi tidak denganku, tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat dalam hubungan berpacaran.
Dan aku selalu menerima limpahan cinta dari Reno, dia selalu memperlakukan aku bak ratu.
Harusnya aku bahagia, tapi belakangan aku justru merasakan hambar dalam hubungan kami.
Kesibukannya dalam urusan pekerjaan acap kali menyita waktu Reno.
Tak jarang aku harus kecewa saat Reno membatalkan rencana kencan hanya karena urusan pekerjaan.
Aku juga wanita biasa yang butuh perhatian dan kasih sayang seperti yang lainnya.
Segala kemewahan yang Reno berikan tak ada artinya sama sekali bagiku.
Hingga kini aku merasa berada pada titik jenuh dalam suatu hubungan, hal ini kadang membuatku terus berpikiran liar.
Apakah aku harus meninggalkan Reno dan membiarkannya membusuk dalam tumpukan dokumen yang sangat dia agungkan.
Ah...entahlah, aku terlalu mencintainya dan tak bisa membayangkan hidupku tanpa Reno.
Saat ini yang aku butuhkan adalah hal yang bisa menghiburku dalam kesepian, hal baru yang lebih berwarna dan menantang, sesuatu yang liar, dan tak pernah aku lakukan dalam hidupku yang selalu terlihat lurus.
Aku merasa menjadi manusia paling menyedihkan dengan hidupku yang sungguh membosankan ini.
******
8 tahun yang lalu...
"Apa kau yakin kita bisa melakukan ini Mia?"
Berkali-kali aku harus menurunkan rok ketat diatas lutut ini.
Sungguh terasa tidak nyaman, tapi guna menunjukkan kalau kami pantas berada di tempat dengan lautan manusia yang tengah tenggelam dalam dentuman musik ini, aku bersama kedua temanku yang bernama Mia dan Jessy harus berpenampilan layaknya wanita anggun dan dewasa.
"Santai dan nikmati saja Key, bukankah sejak dulu kau ingin merasakan masuk ketempat seperti ini? jadi tunggu apalagi, ayo kita berpesta malam ini..." teriak Mia sambil menghentakan kaki dan tangannya mengikuti irama musik.
"Ini sungguh menyenangkan Key." seru Jessy yang tak kalah heboh.
Aku sendiri juga mulai terbawa suasana.
Peduli setan dengan puluhan pasang mata yang kini tengah menatap kami.
Kembali pada tujuan awal kami kesini, bersenang-senang dan menikmati hal liar yang seharusnya belum boleh di lakukan para gadis seusia kami.
Untunglah Mia memiliki kenalan yang bisa membantu kami masuk ketempat ini.
Sebuah club malam yang cukup mewah dan terkenal di kota kami.
Hingga membuat kami begitu penasaran ingin mencoba berada di dalamnya, dan disinilah kami berada sekarang.
Berbaur bersama banyak orang yang juga berniat menikmati malam dengan bersenang-senang.
__ADS_1
"Bolehkah aku menari bersamamu nona."
Aku menoleh dan melihat pria dengan wajah tampan yang kini berada di belakangku.
Namun hal itu tak akan membuatku jatuh ke dalam jeratannya.
Tak ingin menanggapinya, aku lebih memilih bergeser dan merapat pada Mia dan juga Jessy yang masih larut dalam dentuman musik.
Pria itu masih melihat ke arahku, meski raut wajahnya tak jelas terlihat dari posisiku saat ini.
Mungkin saja dia kecewa karena penolakanku, terserahlah aku hanya ingin bersenang- senang di tempat ini.
Melupakan Reno, kakak kelasku disekolah yang belum bisa aku taklukan hingga saat ini.
Ceh, mengingatnya lagi membuat kepalaku kembali dipenuhi amarah.
Tubuhku mulai terasa panas dan berkeringat, lalu kuputuskan mengajak Mia dan Jessy kembali ke tempat duduk kami untuk beristirahat.
"Aku haus."
Karena musik yang terlalu keras, aku harus sedikit berteriak ke telinga Mia.
Dengan anggukan kepala, Mia dan Jessy lalu mengikuti langkahku.
"Ini sungguh luar biasa Key."
Jessy tertawa lalu meneguk air mineral yang ada di hadapan kami.
"Ini sungguh memalukan, kita berada di tempat ini dan hanya bisa minum air mineral." protes Jessy sambil meletakkan kembali botol yang ada ditangannya.
"Ini untuk kebaikan kita juga Jess, apa kau mau kita mabuk dan menjadi santapan para hidung belang disini."
Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana para pria dewasa itu menatap ke arah kami.
Bagai serigala yang sedang menunggu kelengahan seekor kelinci.
"Apa kalian tidak ingin mencoba ini?" tawar Mia yang menunjukkan sebotol minuman beralkohol ditangannya.
"Kau gila? darimana kau mendapatkan itu Mia?" kupukul lengan Mia, dan gadis itu hanya terkekeh sambil mencoba membuka penutup botolnya.
"Apa kau lupa ini tempat apa Key? kita berada disurganya minuman seperti ini." jawab Mia tanpa beban.
"Tapi kita akan mabuk kalau meminumnya." protesku menolak tawaran Mia.
"Ayolah Key, kita sudah datang sejauh ini, jadi kalau minum beberapa tegukan tidak akan ada masalah bukan?" bujuk Mia lagi.
"Mia benar Key, aku juga sungguh penasaran ingin mencobanya." Jessy terlihat begitu antusias dengan gelas yang kini sudah berada di tangannya.
Aku sedikit ragu, lebih tepatnya takut dengan apa yang akan terjadi kalau bang Arya sampai tau aku mabuk dan pergi ketempat seperti ini.
Tapi Mia dan Jessy ada benarnya, kalau hanya mencoba seteguk pasti tidak akan berdampak apa-apa bukan pada tubuhku.
"Baiklah, tuangkan untukku." ucapku memberanikan diri.
Kami bertiga bersulang layaknya seorang peminum sejati.
"Untuk petualangan kita malam ini." teriak Jessy antusias.
"Apa kau pikir kita sedang berada dihutan? dasar bodoh!" protes Mia menatap tajam Jessy.
Sementara aku tak memperdulikan perdebatan mereka dan langsung meneguk habis isi gelasku.
"Arrrgh...ini sungguh tidak enak Mia, apa kau yakin ini layak diminum?" tanyaku dengan tubuh yang bergidik.
Rasa yang benar-benar asing dan juga aneh menurutku.
Tapi entah kenapa minuman ini menjadi minuman yang disukai oleh sebagian besar manusia di penjuru dunia.
"Kau akan terbiasa nanti, apa kau mau lagi?" tawar Mia sambil menuang minuman itu lagi kedalam gelasku.
"Kau benar Key, ini jauh dari kata enak, tapi kita tetap harus meminumnya agar orang-orang disini tidak curiga pada kita." bisik Jessy ditelingaku.
"Terserah, aku hanya ingin minum susu pisangku sekarang, kau tau tenggorokanku serasa terbakar saat ini." ucapku sembari menyandarkan punggungku ke belakang.
Mia dan Jessy hanya tertawa mendengar ucapanku.
"Kalau begitu pulanglah dan minta itu ke ibumu, kenapa kau malah mengajak kami kesini tadi."
Mia terkekeh melihatku yang cemberut.
Tanpa mereka sadari tingkah konyol dan kekanakan mereka menjadi perhatian dari seseorang yang duduk tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Dasar bocah." gumamnya dengan senyum menyeringai.