Kekasih Bayanganku Tersayang

Kekasih Bayanganku Tersayang
Selalu kecewa


__ADS_3

Delapan tahun telah berlalu, dan selama itu pula hubungan Keyra dengan Reno berjalan tanpa ada rintangan yang berarti.


Meski Keyra tak menampik kalau mereka kerap kali berselisih paham, namun Reno selalu sabar memenangkan hatinya lagi.


Pria itu tak sungkan untuk mencurahkan segala cintanya untuk membuat Keyra selalu bertahan dengannya.


Mendampinginya dengan segala kekurangan yang Reno miliki, walaupun sebenarnya kekurangan Keyra sendiri jauh lebih banyak.


Namun mereka selalu berusaha untuk saling melengkapi, hingga semuanya terasa begitu membosankan bagi Keyra.


Segala kemewahan dan perhatian yang Reno berikan tak ada artinya di bandingkan harapan gadis itu akan kehadiran Reno secara nyata di sampingnya.


Keyra berharap Reno hadir di tiap momen penting dalam hidupnya, berbagi semua suka dan duka bersama, menjadi pelabuhan Keyra berkeluh kesah, dan senantiasa hadir membagi waktunya di sela-sela kesibukan pria itu saat ini.


Keyra terlihat begitu kesepian, meski gadis itu tau Reno melakukan semua ini untuknya, untuk masa depan mereka kelak.


Karena menurut penuturan Reno, dia tak ingin suatu saat membuat Keyra menderita dengan berada dalam situasi serba kekurangan seperti ibunya dulu.


Seorang single parent yang harus membesarkan kedua anaknya dalam keterbatasan saat di tinggal pergi oleh suaminya.


Dan Reno tak ingin hal itu terjadi pada gadis yang ia cintai, ia ingin melimpahi Keyra dengan banyak kebahagiaan.


Yang pada kenyataannya justru melukai gadis itu, karena semakin bertambahnya waktu, Keyra tak lagi membutuhkan itu semua.


Tanpa limpahan materi yang Reno berikan sekarang pun keluarga Keyra cukup mampu membuatnya tak perlu bersusah payah untuk menjalani hidup.


Bahkan kedua orangtuanya tak akan membiarkan Keyra mengotori kukunya


Seperti sekarang ini, Keyra yang harus menghadiri undangan dari salah satu kerabatnya ingin sekali mengajak Reno turut hadir di pesta itu bersamanya.


Untuk itu ia menyempatkan diri datang ke kantor Reno guna memberitaukan kabar ini pada kekasihnya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya itu.


"Maafkan aku sayang, aku benar-benar menyesal harus kembali membuatmu kecewa, tapi pekerjaan ini harus segera aku selesaikan." ucap Reno berusaha membuat Keyra mengerti.


Pria itu mengusap puncak kepala Keyra, kemudian memberikan sebuah kecupan di kening untuk menenangkan gadisnya yang sudah memasang wajah cemberut.


"Bisakah kali ini saja kamu lebih memilihku di bandingkan pekerjaanmu itu, aku ingin semua keluargaku mengenalmu Reno, mereka tau aku memiliki kekasih, dan malam ini aku ingin mengenalkanmu pada mereka." ujarnya memelas.


Besar harapannya Reno akan mengabulkan permintaannya kali ini.


Bahkan Keyra sudah menyiapkan pakaian yang akan mereka kenakan nantinya agar terlihat serasi.


Sungguh Reno tak ingin membuat Keyra kecewa, namun ia juga tak bisa meninggalkan tanggung jawabnya kali ini.


"Begini saja, bagaimana kalau kamu pergi lebih dulu kesana, akan ku usahakan menyelesaikan ini secepatnya, setelah itu aku akan menyusulmu kesana, bagaimana hmm?" bujuk Reno sembari mengecup punggung tangan Keyra.


Pria itu menuntun jari telunjuknya untuk menaikkan dagu Keyra agar ia bisa melihat wajah cantik sang kekasih.


Bibirnya mengukir senyuman saat melihat bibir Keyra yang mengerucut, terlihat begitu menggemaskan hingga Reno tak mampu menahan untuk tak mencubit hidung mancung Keyra.


"Aww..sakit." gerutu Keyra kesal, namun senyuman Reno diwajah tampannya membuat gadis itu menghamburkan kepalanya di dada bidang sang kekasih.


"Aku akan menunggumu disana, awas aja kalau kali ini kamu bohongin aku lagi."


Lissa mendongakkan kepalanya, memainkan ujung jari lentiknya menyusuri bibir Reno yang begitu menggoda.


"Iya aku janji sayang, sekarang biarkan aku kembali mengerjakan semua pekerjaanku, tentu kamu tidak ingin membuatku terlambat untuk datang ke pesta bukan?" ujar Reno sembari melirik jam di pergelangan tangan kirinya


Mengurai pelukan, Reno berniat beranjak untuk kembali ke meja kerjanya.


Lagi pula jam makan siang juga sudah lama berlalu.


Namun Keyra menarik kerah kemeja yang Reno kenakan, menyatukan bibir mereka tanpa aba- aba.


Membuat Reno sedikit terkejut pada awalnya, namun pria ini begitu mengerti apa yang gadisnya inginkan.


Reno menarik tengkuk Keyra, menyambut ciuman gadis ini dengan sebelah tangannya yang lain berada di pinggang ramping Keyra.


Mata mereka terpejam, meresapi ciuman yang semakin dalam.

__ADS_1


Reno membiarkan Keyra mengambil alih bibirnya.


Menikmati permainan nakal dari gadisnya yang semakin bergerak liar.


Namun itu tak berlangsung lama, karena Reno segera menarik wajahnya di saat suasana semakin memanas.


Membuat Keyra menghela nafas jengah, Reno selalu seperti itu, selalu saja merusak kesenangannya dengan berbagai alasan.


"Ini masih di kantor sayang." ujar Reno melirik ke arah pintu.


Jemarinya membantu Keyra merapikan rambut gadis itu yang sedikit berantakan.


"Tidak di kantor pun kamu selalu seperti ini Reno, aku merasa kamu benar-benar tidak menginginkanku, atau barangkali kamu sudah menemukan kesenangan dari wanita lain."


Keyra beranjak, mengambil tasnya yang tergeletak di meja dan segera melangkah meninggalkan Reno yang semakin di buat bingung menghadapi rajukan gadisnya.


"Sayang." Reno melangkah lebar menyusul Keyra yang sudah berada di ambang pintu.


Meraih lengan gadis itu dan membuat Keyra berbalik menghadapnya.


"Tatap aku." pinta Reno saat Keyra mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Sayang, aku mohon dengarkan aku dulu hmm." bujuk Reno sembari menangkub pipi Keyra.


Kini pandangan mereka saling terpaut, menatap dalam guna menyelami perasaan satu sama lain.


"Siapa bilang aku tidak menginginkanmu, justru aku berjuang untuk menahannya sayang. Biar bagaimanapun aku masih normal, tapi sungguh aku tidak mau melukaimu, jadi jangan pernah lagi berpikir yang tidak-tidak tentangku."


Reno mencoba meyakinkan Keyra kalau dialah satu-satunya gadis yang menempati hatinya.


Bagaimana bisa Reno memikirkan wanita lain disaat ia sendiri masih kewalahan dalam membagi waktu antara pekerjaan dengan kekasihnya.


"Terserah." ucap Keyra berbalik badan dan tak ingin menghiraukan ucapan Reno lagi.


Dengan cepat Keyra melangkah meninggalkan Reno yang tak bisa menyusulnya lagi saat sekertarisnya sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa berkas yang ada di tangan wanita itu.


Keyra sempat menghentikan langkahnya, menoleh sekilas dan memberikan pandangan tajam dan sinis ke arah sekertaris Reno.


Keyra semakin mendengus kesal tatkala wanita itu tak menaruh acuh pada Keyra, ia justru mengajak Reno berbicara dengan kata-kata yang sengaja di buat manja untuk menarik perhatian Reno.


"Ceh, dasar penggoda tak tau diri." gumam Keyra meneruskan langkahnya dan tak memperdulikan Reno yang memanggil namanya.


******


Suasana pesta semakin ramai menjelang malam tiba, hadirnya para tamu undangan yang di dominasi oleh anggota keluarga besar membuat kehangatan begitu kentara.


Bahkan para sepupu Keyra datang jauh-jauh dari Australia untuk menghadiri pesta pernikahan Angel yang juga merupakan anak pamannya dari pihak ayah Keyra.


Mengenakan gaun mewah dan elegan berwarna maroon yang memperlihatkan punggungnya, Keyra sukses membuat semua mata tertuju padanya malam ini.


Gadis yang selama ini terkesan begitu manja ini berubah menjadi sosok cantik dan begitu dewasa.


Polesan make'up flawless diwajahnya menambah sempurna penampilan Keyra malam ini.


Senyuman manis tak lekang dari bibirnya tatkala menanggapi sapaan dari para tamu dan keluarga.


Namun Keyra terlihat gelisah, matanya begitu awas mengamati para tamu yang baru datang.


Dan itu ia lakukan tak lain dan tak bukan adalah untuk menanti kedatangan seseorang yang sejak tadi ia tunggu-tunggu.


"Sebentar ya, aku kebelakang dulu." pamit Keyra pada salah satu sepupunya.


Gadis itu berjalan ke arah taman yang terhubung pada ballroom hotel tempat diadakannya pesta malam ini.


Mengeluarkan ponselnya dari dalam clutch berwarna hitam yang ia apit sejak tadi.


Keyra mencoba menghubungi Reno berkali-kali dan tetap saja tak ada tanggapan dari pria itu.


Hampir menangis rasanya Keyra malam ini, tapi mengingat itu akan merusak make'up diwajahnya, terpaksa hal itu ia urungkan.

__ADS_1


Tapi mengingat Reno yang lagi-lagi membuatnya kecewa, Keyra tak bisa menahan untuk tidak mengumpat sembari menghentakkan kakinya di atas rumput taman.


Untuk kesekian kalinya Reno membuat Keyra merasa tak berarti bagi pria itu.


Reno seolah lebih mengutamakan pekerjaannya tanpa peduli bagaimana perasaan Keyra yang terluka.


Dan ternyata sekuat apapun Keyra menahannya, air mata itu tetap menetes dari sudut mata gadis itu.


"Kau disini rupanya."


Keyra mengusap pipinya dari air mata dan segera menoleh ke arah suara.


"Kak Vira." gumamnya sembari tersenyum dan berjalan perlahan ke arah wanita cantik yang merupakan pacar abangnya itu.


"Kau baik-baik saja Key?" tanya Vira yang melihat tatapan sayu dari gadis itu.


Sungguh Keyra memang tak pernah bisa menutupi apapun dari wanita ini, sifatnya yang ramah dan hangat tak beda jauh dari sang kekasih memang membuat Keyra merasa nyaman dengan Vira.


Keyra hanya menundukan kepalanya lemah, dia terlalu malu karena Vira kerap kali mendapati dirinya sedang menangis seperti saat ini.


"Reno lagi?" tebaknya yang begitu paham dengan masalah yang Keyra hadapi.


Dan Vira hanya bisa menawarkan pelukan untuk menenangkan kesedihan Keyra.


Mengusap lembut punggung gadis ini selalu berhasil mengembalikan moodnya.


Keyra bukanlah gadis yang rumit, hanya dengan memberikannya perhatian dan pelukan, gadis manja ini akan langsung luluh dan kembali mendapatkan keceriaannya.


"Arya dan yang lainnya tengah menunggumu di dalam Key." ucap Vira saat melihat Keyra sudah merasa lebih tenang.


Keyra mengangguk dan merapikan tatanan rambutnya yang sengaja ia biarkan tergerai.


"Bagaimana dengan wajahku, pasti aku terlihat buruk sekarang. Oh...aku terlalu malu menghadapi keluarga kita di dalam sana. Lebih tepatnya aku muak mendengar pertanyaan mereka tentang Reno." ujarnya dengan wajah yang ditekuk.


Vira tak bisa menahan tawanya, wanita ini terkekeh melihat sikap Lissa yang begitu menggemaskan untuk gadis seusianya.


"Kau tak perlu khawatir Key, kau masih cantik dan akan menjadi bintang di pesta ini." ujarnya menghibur Keyra.


Keyra tau pujian Vira terdengar dilebih-lebihkan, namun tetap saja Keyra menyukainya.


Melebarkan senyuman, Keyra mengapit lengan Vira dan berjalan bersama untuk bergabung kembali dengan keluarga yang sedang menunggu mereka di dalam.


"Tolong rayu bang Arya untuk membiarkanku bersenang-senang malam ini." bisik Keyra pada wanita itu.


"Itu gampang Key."


Dan keduanya tertawa terbahak dengan begitu kompaknya.


Hingga waktu menjelang tengah malam Reno tak juga muncul, bahkan Keyra tak menerima kabar apapun dari pria itu.


"Kau sudah mabuk Key."


Sesuai permintaan Vira, malam ini Arya memang akan membiarkan adiknya menumpahkan semua kekesalan dengan menenggak beberapa gelas wine sejak tadi.


"Aku belum mabuk kak, kau lihat aku masih bisa mengenali kalian satu persatu." ujarnya menaikkan salah satu sudut bibirnya.


Menegakkan kepala yang mulai terasa berat, Keyra menatap satu persatu para saudaranya yang turut bergabung dimeja yang sama.


Gadis itu menunjukkan jemarinya ke depan.


"Kau Bang Aryaku tersayang, kau calon kakak iparku yang paling aku cintai, kau Luna sepupuku yang paling cerewet, kau Brian sepupuku yang paling tampan, andai kau bukan sepupuku pasti kau sudah aku pacari." ujarnya yang langsung mengundang gelak tawa.


Keyra mengerjabkan matanya dan kembali mengabsen tiap orang yang ada di hadapannya guna menbuktikan kalau ia belum mabuk.


Hingga jari telunjuknya mengarah pada pria asing yang tidak ia kenali.


"Kau?" Keyra terdiam menjeda ucapannya.


Mengamati dengan seksama wajah datar yang kini tengah menatapnya.

__ADS_1


"Aku tidak mengenalimu, tapi kau terlihat seperti si tuan mesum." ujarnya terkekeh.


Dan sebagian orang disana mengernyit heran mendengar ucapan Keyra barusan, sebagian lagi hanya mampu mengulum senyuman sambil melihat si pria mesum yang Keyra maksud tak memberikan respon apapun.


__ADS_2