Kekasih Bayanganku Tersayang

Kekasih Bayanganku Tersayang
Touring


__ADS_3

Setelah seharian menangis, Keyra keluar dari kamarnya dan mendapati bang Arya bersama kekasihnya sedang sibuk melakukan sesuatu.


"Memangnya kalian mau kemana?" tanya Keyra yang memilih bergabung dan memperhatikan beberapa peralatan yang sedang mereka susun ke dalam box berukuran sedang.


Vira menoleh dan terkejut melihat mata keyra yang begitu sembab karena terlalu banyak menangis.


"Ya ampun Key!" pekik Vira lalu menghampiri calon adik iparnya itu.


Membuat Arya ikut menoleh, tapi pria itu tampak biasa saja, meski terselip rasa cemas melihat wajah adiknya yang diselimuti kesedihan.


Tadi pagi Arya memang sudah bertemu dengan Reno dan membicarakan banyak hal.


Begitupun Reno yang juga telah meminta maaf karena membuat adiknya kembali kecewa.


Dan Arya hanya bisa bersikap senetral mungkin meski dia tetap tidak rela melihat adiknya tersakiti oleh hal sekecil apapun.


Pria ini hanya berharap Reno bisa lebih dewasa untuk bisa mengerti Keyra yang membutuhkan perhatiannya.


Dan Arya coba memahami Reno, mengingat pria muda itu merupakan tulang punggung keluarga yang memang memiliki tanggung jawab yang cukup besar dengan menjadi atasan di perusahaan peninggalan ayahnya.


Arya juga tau bagaimana usaha Reno memulihkan perusahaan yang sempat bangkrut itu.


Bagaiman pria itu bekerja keras mengembalikan kondisi perusahaan mereka hingga kembali berdiri dan menjadi perusahaan yang cukup diperhitungkan seperti saat ini.


"Jangan berlebihan, mataku hanya sedikit bengkak, bukannya buta." ucap Keyra mendengus kesal karena reaksi Vira yang dianggapnya berlebihan.


Vira hanya tertawa dan memeluk Keyra yang sudah pasti tidak akan menolak pelukannya.


"Mau touring lagi?" tebak Keyra yang melihat barang yang biasanya Arya bawa tiap ingin pergi bersama teman-teman komunitasnya.


Arya menoleh dan duduk di samping Keyra setelah membereskan peralatannya.


"Hmm." jawab Arya singkat sembari mengecek pesan yang baru saja masuk di ponselnya.


"Berangkat kapan bang?" tanya Keyra.


Gadis itu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, masih menatap ke Arya yang masih belum memberikan jawaban.


"Besok pagi Key." potong Vira memberi jawaban.


"Berapa lama perginya?" tanya Keyra penasaran.


Kali ini Arya menoleh, memberikan tatapan heran pada adiknya yang sebelumnya tak pernah tertarik sedikitpun dengan kegiatan touring yang memang rutin ia lakukan tiap empat bulan sekali itu.


"Dua minggu, tapi bisa jadi lebih dari itu, tergantung medannya saja, soalnya kali ini lokasi yang mau kami kunjungi merupakan daerah terpencil." tutur Arya sedikit menjelaskan.


Keyra terdiam, kepalanya mengangguk, dan tak lama gadis itu tersenyum karena terlintas sesuatu dalam pikirannya.


"Aku boleh ikut ya bang." ucap Keyra yang kini lengannya sudah bergelayut manja memeluk bahu Arya.


Kedua alis Arya menyatu sebagai gambaran rasa heran dengan ucapan Keyra yang ia anggap hanya omong kosong.


Pasalnya Keyra yang ia kenal tak pernah menyukai kegiatan di luar ruangan dan yang berbau alam.


"Kamu sehat kan Key?" tanya Arya sembari meletakkan punggung tangannya ke kening sang adik.


"Ishh..kalian ini kenapa sih! aku sehat bang, sangat sehat malah. Dan aku mau ikut abang pergi besok." ucap Keyra tersenyum lebar, menunjukkan deretan giginya yang putih bersih.


"Key..kamu yakin mau ikut kita?" tanya Vira yang juga merasa aneh dengan keinginan calon adik iparnya ini.


Bukannya menjawab, Keyra malah beranjak menuju dapur dan kembali lagi dengan membawa sebungkus makanan ringan dan sekotak susu pisang di tangannya.


"Memangnya aku terlihat sedang bercanda, jadi nanti kak Vira bantu aku menyiapkan semua keperluan yang harus aku bawa besok ya?" pinta Keyra dengan mulut yang penuh camilan.


"Sudah abang bilang jangan terlalu sering makan makanan itu Key!"


Arya hendak menarik bungkusan keripik dengan rasa ayam panggang itu dari tangan Keyra, namun gadis itu secepatnya mengelak karena sudah tau kalau abangnya ini akan melakukan itu dan berpindah posisi menjauhi Arya.


Gadis itu hanya tertawa tanpa dosa, membuat Arya hanya bisa pasrah asalkan melihat adiknya kembali ceria.


"Dan soal besok, abang rasa lebih baik kamu tinggal di rumah saja." ucap Arya.


Memilih kembali menatap ponselnya, Arya memang sengaja menghindari kontak mata dengan Keyra yang pasti akan melemparkan protes.

__ADS_1


"Aku tetep akan ikut! memangnya abang tega ninggalin aku di rumah sendirian." rengek Keyra.


Gadis itupun meletakkan camilannya di meja dan mendekati Arya lagi.


"Aku janji akan jadi anak baik dan tidak akan merepotkan abang di sana."


Keyra terus merengek dan menunjukkan wajah semanis mungkin untuk membujuk abangnya.


Arya berpura-pura tak peduli, tapi Keyra benar, malam ini kedua orang tua mereka akan kembali ke Australia karena urusan pekerjaan ayahnya.


Sebenarnya Keyra sudah terbiasa ditinggal sendirian dirumah jika Arya juga punya urusan di luar kota.


Tapi mengingat suasana hatinya yang sedih seperti sekarang, membuat Arya semakin tidak tega untuk menolak permintaan adiknya.


"Ck.. ya sudah, tapi kamu harus janji, jangan merepotkan siapapun disana, awas saja kalau sampai kamu banyak protes dan merengek minta pulang." ancam Arya pada adiknya yang manja itu.


Bukannya merasa takut, Keyra justru tertawa bahagia dan mencium pipi abangnya sebelum berlari dan mengajak Vira kembali kekamarnya.


******


Pagi-pagi sekali Keyra sudah bersiap, entah kenapa perjalanan ini membuatnya begitu bersemangat.


Hal baru yang tak pernah sekalipun Keyra coba dalam hidupnya.


Keyra sering melakukan perjalanan liburan, tapi tentu saja liburan dengan segala fasilitas mewah yang membuatnya mendapatkan banyak kemudahan.


Jauh berbeda dengan perjalanannya kali ini.


Kegiatan touring yang bertujuan sosial dengan memberikan sedikit bantuan pada masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil, jauh dari kata mewah dan fasilitas yang memadai.


Ketiganya sudah berada di dalam mobil, senyum merekah terpancar di sudut bibir Keyra sepanjang perjalanan.


Berkumpul di satu titik untuk bertemu dengan anggota komunitas yang lainnya, Arya dan Vira turun dari mobil untuk menyapa dan memeriksa segala persiapan.


"Kau tidak mau turun dan berkenalan dengan teman-teman Arya Key?" tawar Vira melongokan kepalanya dari jendela mobil yang terbuka.


Keyra mengedarkan pandangannya, bibirnya tersenyum melihat kumpulan pria yang berlatar belakang para pengusaha muda berhati dermawan yang juga menyukai alam itu.


Mereka semua terlihat begitu tampan, garang dan...liar, batin Keyra dalam hati.


Yang jelas Vira di buat bingung dengan kening yang berkerut melihat tingkah calon adik iparnya ini sudah seperti orang gila.


"Key!" panggil Vira menepuk lengan gadis manja itu yang tersenyum sendiri dan tampak sibuk dengan lamunannya.


"Kau merusak mimpi indahku kak." dengus Keyra dengan bibir yang mengerucut.


Memeriksa penampilan wajahnya melalui layar ponsel, Keyra lalu keluar dari mobil dan menyusul Vira untuk bergabung bersama teman-teman Arya.


Kehadiran Keyra ternyata menyita banyak perhatian dari para anggota yang semuanya merupakan pria, hanya ada satu perempuan yang Keyra lihat bersama mereka.


Mereka semua menyambut baik keikutsertaan Keyra dalam perjalanan kali ini.


Bahkan beberapa dari mereka tak segan melemparkan rayuan dan gombalan pada gadis ini.


Meskipun harus mendapatkan tatapan tajam dari sang abang, nyatanya Keyra tak peduli dan tetap bersikap ramah.


Dan akhirnya Keyra tau kalau perempuan cantik itu bernama Zea dari perkenalan singkat mereka sebelum memulai perjalanan.


Sepertinya aku pernah melihat pria itu...


Batin Keyra saat pandangannya tertuju pada seseorang yang terlihat begitu cuek dan satu-satunya pria disana yang tidak menyapanya.


Menggeleng pelan, Keyra kembali masuk kedalam mobil bersama Vira dan duduk di kursi penumpang bagian belakang.


Sementara Arya kini di temani satu orang rekannya yang akan bergantian mengemudikan mobil karena perjalanan panjang dan pastinya akan sangat melelahkan nantinya.


Setelah melalui beberapa jam perjalanan, rombongan ini sampai di salah satu perkampungan.


Keyra yang sejak tadi memang ingin buang air kecil langsung berlari keluar mencari toilet.


"Kak, toilet di mana ya?" tanya Keyra tanpa memperdulikan beberapa orang yang sedang memperhatikannya.


"Tapi Key.." belum selesai Vira berbicara gadis itu sudah memotong ucapannya dengan cepat.

__ADS_1


"Ayo kak, aku butuh ke toilet sekarang." ucapnya sembari menghentakan kaki layaknya anak kecil.


Dan hal itu terlihat cukup menggemaskan di mata teman-teman Arya, terlebih penampilan Keyra yang cantik dan begitu manis, membuat siapapun ingin memiliki dan melindungi gadis manja itu.


"Baiklah, ayo aku antar." Vira mengangguk menatap Arya sang pacar, seolah mengatakan kalau ia akan menjaga adik kesayangannya ini.


Keduanya berjalan ke arah sungai kecil yang tidak jauh dari perkampungan itu.


Keyra hanya menurut dan mengikuti langkah Vira, meski wajahnya menunjukkan rasa heran kenapa calon kakak iparnya ini malah mengajaknya ke sungai saat ia membutuhkan toilet untuk membuang hajatnya.


"Tuh disana." tunjuk Vira dengan menggerakkan dagunya, menunjuk ke arah bebatuan di mana Keyra bisa menutupi tubuhnya agar tak terlihat orang lain.


Keyra mengerutkan kening, mulutnya menganga meminta penjelasan.


"Masyarakat di kampung ini mandi dan melakukan hal lainnya di sungai ini Key."


Mendengarkan dengan seksama, dan kedua mata Keyra membulat sempurna saat memahami maksud ucapan Vira.


"Kau yakin? jadi maksudnya aku juga harus melakukannya disini? di tempat terbuka seperti ini?" cecar Keyra tak percaya.


Vira mengangguk mengiyakan dengan tawa kecil yang keluar dari bibirnya.


Dia sudah menduga Keyra akan bereaksi seperti ini, dan tebakannya tepat ketika mendapati wajah Keyra yang hampir menangis frustasi.


Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya dengan terpaksa Keyra harus menuruti Vira.


Tidak mungkin juga mempertahankan egonya yang tinggi saat rasa sesak di bawah sana semakin menyiksanya.


"Terus saja tertawa dan mengejekku, tapi ingat! setelah ini aku harus berpikir ulang untuk menerimamu sebagai kakak iparku." gerutu Keyra yang sedari tadi melihat Vira menertawainya.


"Ya ampun Key, kau itu benar-benar menggemaskan tau."


Vira mencubit kedua pipi Keyra gemas tanpa memperdulikan ancaman yang di lontarkan gadis itu padanya.


"Apa yang terjadi?" tanya Arya pada kekasihnya ketika menyadari bibir adiknya yang mengerucut.


"Tebak saja sendiri." seru Vira yang masih mengulum senyuman di sela bibirnya.


Dan Arya paham apa yang terjadi, pria itu hanya menggeleng pelan.


Arya juga sudah menduga hal ini akan terjadi pada adiknya yang terbiasa hidup nyaman dengan segala kemewahan yang di dapatkannya selama ini.


Saat semua orang sedang bercengkrama dengan penduduk setempat setelah acara penyerahan bantuan selesai, Keyra yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya berjalan menjauh guna mencari signal.


"Ya Tuhan, apa aku sedang berada di dunia lain sekarang. Bagaimana bisa aku tak bisa membuka apapun disini!" omel Keyra sembari berputar dan mengangkat tinggi-tinggi ponselnya.


Niatnya Keyra ingin menghubungi kedua sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Mia dan Jessy.


Tak ingin menyerah, Keyra memikirkan satu ide hingga kini gadis itu sudah naik di atas kap mobil abangnya.


Berharap mendapatkan signal dan memamerkan perjalanannya kali ini pada kedua sahabatnya itu.


Hingga tanpa ia sadari kakinya tergelincir dan Keyra hanya bisa pasrah bila kali ini kakinya harus patah atau pun bokongnya kembali cedera karena harus mencium tanah.


Mata keyra terpejam dan tubuhnya serasa melayang.


Nyaman...


Itulah yang Keyra rasakan saat ini.


"Mau turun sendiri atau aku turunkan."


Suara bariton itu membuat Keyra membuka lebar matanya, mengerjabkan bulu matanya yang lentik beberapa kali, Keyra di buat terperangah ketika kini pandangannya melihat wajah pria yang begitu tampan dan...terlihat liar.


Meski ekspresi wajahnya begitu datar dan tak terbaca sama sekali.


Dan ternyata pria ini menyelamatkannya dengan posisi tubuh Keyra dalam gendongannya ala-ala pengantin.


"Aku anggap diammu sebagai jawaban." ucap pria itu lagi.


"Awww..." teriak Keyra saat tubuhnya jatuh ketika pria itu melepaskan tangannya dari tubuh Keyra.


"Kau!" Keyra meringis dan menatap tajam ke arah pria itu.

__ADS_1


Keyra terdiam kala mengingat dulu ia juga pernah berada pada situasi seperti ini.


Apa pria ini adalah orang yang sama...


__ADS_2