Kekasih Bayanganku Tersayang

Kekasih Bayanganku Tersayang
Membangunkan Macan Tidur.


__ADS_3

Entah sudah berapa lama Bram menunggu kedatangan Miko, sampai akhirnya ia merasa lelah dan memilih memejamkan matanya.


Lebih tepatnya berusaha menekan keinginan iblisnya untuk tidak berbuat lebih jauh pada tubuh Keyra yang nyaris polos saat ini.


Tok..tok..tok..


Bram mengernyit saat mendengar ketukan dari luar di kaca mobilnya.


Mengerjabkan kelopak matanya beberapa kali, tubuhnya tersentak dan kedua bola matanya nyaris keluar mendapati seorang gadis cantik dengan tubuh yang nyaris polos berada dalam dekapannya.


Dengan susah payah Bram menelan ludahnya karena wajah Keyra menempel tepat di dadanya.


Dan tentu saja hal itu kembali membangkitkan bagian dirinya yang tadinya harus Bram jinakkan.


"Tapi syukurlah, sepertinya demamnya sudah mulai turun." batin Bram ketika merasakan kening Keyra sudah tidak sepanas tadi.


"Bram!"


Tok..tok..tok..


"Astaga! apa yang akan Miko pikirkan jika ia melihat ini?"


Dengan cepat Bram meraih kaosnya dan buru-buru memakainya.


"Bram!"


Ingin rasanya Bram meninju wajah Miko saat itu juga, bagaimana tidak? Kini Bram harus memikirkan bagaimana caranya memakaikan pakaian Keyra lagi tanpa membangunkan gadis itu.


Sementara Miko masih terus mengetuk kaca mobil dengan tidak sabar.


"Maafkan aku."


Dengan hati-hati Bram memakaikan lagi pakaian Keyra yang tadi ia lucuti.


Meski terlihat tenang, jangan dibayangkan bagaimana berdebarnya hati seorang Bram saat ini.


Kalau biasanya dengan suka rela para wanita melepaskan dan memakai sendiri lagi pakaian mereka di hadapan Bram.


Namun kali ini merupakan pengalaman pertama bagi Bram yang harus bertanggung jawab untuk memakaikan lagi pakaian Keyra karena Bram lah yang sudah membukanya tadi.


Dan jantung Bram serasa ingin melompat dari tempatnya ketika melihat bulu mata Keyra yang sangat lentik itu mengerjab.


Bagai seorang pendosa yang tertangkap basah, Bram begitu panik karena kini keyra tengah menatapnya dengan tatapan bingung.


Sementara Bram masih belum menyelesaikan aksinya.


Keyra menurunkan penglihatannya, dan matanya seketika melebar sempurna saat mendapati tangan Bram berada di atas dadanya.


Bahkan Keyra bisa melihat aset berharganya itu dengan begitu jelas meski masih memakai Bra sebagai pelindungnya.


Tapi kaos yang dipakaikan Bram tadi belum sempat ia turunkan hingga bisa dipastikan Bram bisa melihat bagaimana bentuk kedua aset Keyra itu.


Bram mengikuti kemana arah pandangan Key, dan tubuhnya seketika membeku, sudah bisa di pastikan apa yang akan dipikirkan gadis ini sekarang.


Dan Bram hanya bisa pasrah karena saat ini Bram memang terlihat seperti pria mesum yang sedang menggerayangi tubuh seorang gadis.


"Bram! apa kau benar-benar menyiksa gadis itu!" teriak Miko dari luar.


Bram dan Keyra menoleh ke arah Miko yang sedang menempelkan wajahnya di kaca mobil.


"Rapikan pakaianmu." ucap Bram dengan ekspresi datar tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Keyra yang masih bingung semakin dibuat tak percaya mendengar ucapan Bram yang seolah-olah tidak terjadi apapun, bukankah Keyra berhak mendapatkan penjelasan dari pria ini.


Namun Keyra hanya bisa diam dan menuruti ucapan Bram dengan menurunkan kaosnya hingga kini menutupi dadanya.


Bram bergeser, menurunkan kaca mobilnya perlahan dan langsung mendapati kepala Miko yang langsung menyembul kedalam.


"Apa aku mengganggu kalian?"


Dengan tatapan menyelidik Miko menatap Bram dan Keyra secara bergantian.

__ADS_1


Mengamati bila saja ada jejak yang Bram tinggalkan, dan tentu saja hal itu bisa menjadi bahan untuk meledek sahabatnya itu yang selama ini selalu bermain cantik tanpa celah.


"Bagaimana dengan dokternya?" tanya Bram ketika tak melihat siapapun bersama Miko.


Hanya ada beberapa pria yang kini tengah berusaha memotong batang pohon yang ambruk di depan mobilnya.


"Oh maaf Bram, di desa itu hanya ada seorang bidan, itupun tidak bisa ikut kesini karena sedang menolong seorang ibu yang mau melahirkan," jawab Miko.


"Tapi mereka membawakan ini dan meminta Keyra untuk meminumnya." sambung Miko menyodorkan botol yang entah berisikan apa didalamnya.


Bram mengernyit heran, begitupun dengan Keyra yang masih belum bisa berkata apapun karena masih begitu syok dengan semua yang ia lihat ketika membuka matanya tadi.


"Memangnya ini apa?"


Bram membiarkan tangan Miko masih tergantung dan belum berniat meraih botol yang Miko sodorkan.


"Ini hanya air kelapa hijau, dan ibu-ibu disana juga membawakan sup hangat ini untuk mengisi perut Keyra."


Bram menoleh, menatap wajah datar Keyra yang masih menunggu penjelasan darinya.


"Buka pintunya dan menyingkirlah Bram, biar aku yang merawat Keyra kali ini. Lagipula kau bisa membantu mereka menyingkirkan pohon itu."


Miko hendak masuk ke dalam mobil dan memilih duduk disamping Keyra.


Namun saat bokongnya hampir mendarat sempurna, saat itu juga Bram mendorong Miko dan meraih botol dan bungkusan dari tangan pria itu.


"Kau saja yang kesana, nanti aku akan menyusulmu."


Bram kembali menutup pintu mobil dan membiarkan Miko yang terheran melihat sikap Bram.


Tentu saja Bram tidak akan membiarkan Miko masuk kedalam saat Keyra masih belum memakai bawahannya karena tadi Bram kepalang ketahuan.


"Ck baiklah, aku hampir lupa kalau kau tentu tak akan melepaskan wanitamu sampai kau merasa puas dengannya bukan." gerutu Miko dan berlalu pergi menghampiri beberapa warga yang tadi ikut bersamanya.


Bram menyentuh kening Keyra, dan gadis itu hanya diam tanpa penolakan meski tatapannya tak mengendur sedikitpun menuntut penjelasan.


Setidaknya Bram bisa sedikit lega, meskipun masih sedikit panas, tapi keadaan Keyra terlihat jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya.


"Kau bisa makan sendiri kan?"


Melihat Keyra yang tak memberikan respon apapun membuat Bram menggeram dan terpaksa menyuapi gadis ini.


"Buka mulutmu." titah Bram.


Tapi Keyra masih diam dan tak bergerak sedikitpun.


"Arya yang memintaku mengurusmu sampai dia dan rombongan menyusul kesini, jadi menurutlah dan jangan merepotkan." ucap Bram dengan tatapan datar dan penuh penekanan.


Sungguh Bram harus menjatuhkan harga dirinya dengan menawarkan diri menyuapi Keyra, hal yang tak pernah Bram lakukan sepanjang hidupnya pada siapapun.


"Apakah kau seorang Biseksual?" ketus Key dengan tatapan yang sulit untuk Bram artikan.


Bram hanya mengernyit heran mendengar ucapan yang Keyra lontarkan.


Apa aku tidak salah dengar? Biseksual? aku???


"Katakan apa saja yang sudah kau lakukan padaku, meski aku yakin kau belum memasukan milikmu itu ke tubuhku, tapi bukankah kau harus menjelaskan kenapa aku bisa berakhir tanpa busana seperti tadi?" ketus Key yang di tanggapi santai oleh Bram.


Dan entah kenapa muncul sebuah ide dalam kepala pria itu.


Enak saja menuduhku Biseksual.


"Dari mana kau begitu yakin kalau aku belum memasukimu?" tanya Bram.


Pria itu memutuskan menutup lagi rantang sup yang tadi Miko bawa dan meletakkannya di bawah kakinya.


"Karena aku tak merasakan apapun."


"Apa kau yakin?"


Bram sedikit memutar tubuhnya hingga kini ia duduk berhadapan dengan Key.

__ADS_1


"Tentu, Mia bilang ia merasakan sakit di bagian itunya saat pertama kali melakukannya dengan Beny kekasihya." ceplos Key yang secara tidak langsung telah membuka aib sahabatnya.


"Oh ya? itu artinya kekasih sahabatmu itu seorang amatiran." ucap Bram dengan nada mengejek.


"Maksudmu?" entah kenapa Keyra malah tertarik mendapatkan informasi seputar keahlian seorang pria melalui Bram.


Apa kau sepolos itu bocah?


Bram menaikan salah satu sudut bibirnya.


"Bagaimana denganmu? apa kau yakin tidak merasakan apapun?"


Keyra menggeleng, karna ia memang tidak merasakan apapun di bagian intinya saat ini, hanya tubuhnya yang masih lemah dan sedikit pusing efek dari demamnya yang belum begitu pulih.


"Baguslah kalau begitu." jawab Bram dengan begitu absurd.


Membuat Keyra bingung mengartikan kemana arah pembicaraan Bram sebenarnya.


"Lalu?" protes Keyra


"Lalu apa maksudmu?" jawab Bram santai.


"Bukankah kau yang sudah membuatku polos seperti tadi? dan lihat!" Keyra mengangkat selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Bahkan kau juga sudah melihat mil...mmmmpphh." Bram menutup mulut Keyra dan melihat kearah depan dimana Miko dan beberapa warga berada.


Tentu Bram tidak ingin teriakan Keyra membuat semua orang menjadi salah paham padanya.


"Apa kau benar-benar berharap aku melakukan itu padamu?" geram Bima menatap tajam Keyra saat ini tanpa menurunkan tangannya yang masih menutup mulut gadis itu.


"Argghhh.." pekik Bram karena Keyra menggigit tangannya.


"Kau!" Bram mendorong tubuh Keyra dan menekan kedua tangan gadis itu diatas kepalanya.


Sementara Bram yang kini berada di atas tubuh Keyra memberikan tatapan membunuh hingga Keyra ketakutan melihat wajah Bram yang penuh amarah.


Tapi tunggu, kenapa jadi dia yang marah? bukankah seharusnya aku yang berhak marah karena dia yang begitu lancang sudah melihat tubuhku? dan aku juga tidak tau apa yang sudah dia perbuat saat tadi aku dalam keadaan tidak sadar.


Entah dapat kekuatan dari mana Keyra mendorong tubuh Bram saat pria itu agak lengah.


Hingga kini posisi berbalik dengan tubuh Keyra yang berada di atas tubuh Bram.


"Sebaiknya dengarkan dengan jelas ucapanku, aku sudah memiliki seorang kekasih yang begitu tampan, jadi untuk apa aku berharap melakukannya denganmu saat aku bisa memintanya melakukan itu padaku.


Dan lagi, kalaupun aku menginginkannya darimu, aku yakin kau juga tidak akan sanggup melakukannya karena aku tau kalau kau itu sebenarnya adalah seorang...." Keyra tak mampu meneruskan ucapannya karena tidak ingin menyinggung hal yang begitu pribadi buat seorang Bram.


Tentu saja karena keyra masih mengira kalau Bram adalah seorang Gay, dan akan sangat tidak sopan menurutnya bila Keyra menyinggung hal memalukan dari diri Bram yang mungkin ingin pria itu tutupi dari siapapun.


Dan tanpa Keyra sadari kalau pria yang ada di bawah tubuhnya saat ini adalah pria yang sangat normal, dan dengan posisi mereka saat ini Keyra sudah membangkitkan macan yang sudah Bram bujuk untuk tidur sejak tadi.


Tapi tidak kali ini, bagi Bram Keyra lah yang sudah menggodanya, dan bukan salah Bram sila saat ini Bram begitu bergairah melihat seorang gadis cantik yang setengah telanjang berada diatas tubuhnya.


Bram bangkit dengan gerakan yang begitu cepat, meraih salah satu tombol di dalam mobilnya untuk menaikan kaca secara otomatis dan mengunci pintu mobilnya.


Keyra yang di buat kaget tak memiliki kesempatan mengelak saat kini Bram meraih pinggangnya dan membawa Keyra keatas pangkuannya.


Bram menyerang bibir Keyra dan menekan tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciumannya.


Mata Keyra terbuka selebar-lebarnya, jantungnya pun berpacu tak karuan ketika merasakan lidah Bram bergerak liar didalam mulutnya, membelit, menyesap dan menghisap dengan pagutan yang luar biasa.


Keyra yang tak pernah mendapatkan ciuman yang seperti itu dari Reno pun menjadi dilema.


Antara harus menolaknya atau menikmati hal yang Bram tawarkan saat ini.


Dan entah kenapa pikiran dan tubuh Keyra bergerak tak seirama.


Ia ingin menolak pesona Bram ketika teringat akan Reno, namun Keyra tak bisa membohongi tubuhnya yang begitu menikmati sentuhan Bram saat ini.


Terlebih jemari Bram yang begitu lincah sudah berada di dalam kaos yang ia pakai. Menekan punggungnya sehingga Keyra bisa merasakan dada dan perut Bram yang begitu berotot.


"Akan aku tunjukkan kalau aku jauh dari kata sanggup untuk membuatmu mendesahkan namaku Key."

__ADS_1


Bram menggeram, bibirnya yang basah mulai menjelajahi leher keyra yang jenjang.


Mengalirkan sengatan aneh dalam tubuh Keyra saat bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar rahang Bram beradu dengan kulitnya.


__ADS_2