Kekasihku Iblis yang Baik Hati

Kekasihku Iblis yang Baik Hati
Salahkah Rasa Ini?


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian ....


Bulan ini tepat menjadi bulan kelahiran Rania di mana dia akan berulang tahun. Tentu rasa senang dan juga sedih sama-sama ada hinggap di dalam benaknya. Sedih karena bertambah usia dan berdoa semoga saja semua akan baik-baik saja, tetapi juga bersedih karena berpikir usianya bertambah dan semakin banyak yang akan dipikirkan. Malam itu saat Rania menulis, Bima datang.


"Rania, apa yang kamu inginkan untuk kado tahun ini?"


"Aku ingin kesehatan dan berkat. Aku tidak mau Aira dan Mamaku ikut merasa menderita karena aku belum memiliki penghasilan tetap."


"Rania, sebutkan sesuatu yang konkrit yang kamu inginkan saat ini sebagai kado ulang tahunmu." Bima mendesak agar Rania mengatakan apa yang diinginkan.


"Baiklah. Aku ingin handphone. Handphoneku sudah keluaran lama dan sering eror. Aku butuh untuk bekerja, kan. Bagaimana?"


"Baiklah, saat ulang tahun, kamu akan mendapatkan ponsel itu. Seperti ini yang aku maksudkan. Sesuatu yang konkret bisa dinyatakan."


"Terima kasih, Bima. Entah akan terwujud atau tidak, aku sudah berterima kasih kamu sangat memperhatikan aku. Kamu jauh lebih baik dari semua orang yang aku kenal, apalagi dibandingkan dengan cinta pertamaku." Rania berkaca-kaca matanya menatap Bima. Belum pernah dia menemukan perhatian dan cinta yang tulus seperti itu.


"Rania, percayalah, kelak kamu akan dapat cinta sejati. Seorang dengan cinta tulus dan sejati yang benar-benar melindungi dan ada untukmu."

__ADS_1


"Benarkah? Memiliki kamu sebagai pelindungku saja sudah jauh lebih bagus dari pada orang-orang yang mungkin akan melukaiku." Rania menerawang jauh, andai-andai saat ini berada di luar rumah.


"Tidurlah. Aku akan ajak kamu pergi ke tempat yang indah." Bima tahu yang dipikirkan oleh Rania dan hendak mengajaknya pergi.


Rania pun benar-benar terlelap. Rania pun masuk ke dunia mimpi di mana Bima sudah menunggu untuk mengajak pergi ke tempat yang indah dan tenang seusai dengan apa yang disukai oleh Rania.


"Kamu suka di sini? Tempat yang tenang dan cukup indah." Bima menatap Rania dengan penuh perasaan.


"Iya, indah. Indah sekali dan baru pertama kali aku ke tempat seperti ini." Rania merasa heran, siapa yang ada di depan dirinya. Apakah itu benar iblis? Atau justru manusia yang memiliki cinta sejati untuknya?


"Rania ... apa yang kamu pikirkan?"


"Ningsih ... rasa cintanya lebih dalam. Lagi pula, kami seperti sepasang suami istri. Rania, aku tidak bisa membuat kesalahan yang sama. Aku ... hanya akan melindungi kamu. Aku tidak akan menyentuhmu. Aku ... hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja menjalani hari-hari yang semakin kejam. Kelak kamu akan mengerti kenapa aku bisa di sini untukmu."


Bima tidak ingin mengulangi kesalahan di masa lalu. Dia ingin membuat Rania mendapatkan kehidupan lebih layak dengan usahanya, bukan dengan pesugihan. Bima tidak mau membuat Rania terjebak juga dalam cinta yang tidak nyata. Cinta yang hanya akan menyakiti satu sama lain.


"Bima, terima kasih sudah hadir untukku yang hina dan terpuruk ini. Terima kasih. Aku tidak menyangka kalau hidup akan semenyakitkan ini. Aku tidak tahu kalau cinta sangat luka kalau dengan orang yang salah."

__ADS_1


Rania menatap kerlap kerlip bintang yang ada di langit. Rasa itu .... penyesalan hanya akan membuat tambah sakit hati Rania. Percuma menyesal karena Gavin tidak pernah merasa menyesal dengan segala kejahatan yang pernah dibuat.


"Rania ... kamu memang pernah salah, tetapi jangan terus menyesali kesalahan itu. Fokuslah pada masa depan. Aira sangat membutuhkan kamu."


Bima tak menyangka keturunan dari tuannya di masa lalu memiliki kehidupan menyedihkan seperti itu. Bima tak menyangka karena leluhur Rania merupakan orang terpandang, terkenal, kaya raya, dan sakti. Mengapa bisa Rania menyedihkan seperti ini?


"Iya, Bima. Aku akan fokus kepada Aira karena hanya dia yang aku miliki. Aira merupakan semangat yang Tuhan titipkan untukku agar tidak menyerah dengan kehidupan yang kejam ini."


"Rania, percayalah kalau roda kehidupan itu akan berputar dan suatu hari nanti kamu akan mendapatkan segala kemudahan dan kebahagiaan karena Aira merupakan jalan yang diberikan untuk mempermudah kehidupanmu. Jaga dia dan sayangi dia. Mungkin, cinta sejati memang belum terlihat di dalam kehidupanmu. Namun, Aira merupakan kebahagiaan sejati untuk hidupmu. Sampai nanti."


Bima ternyata sudah melihat masa depan apa yang mungkin terjadi pada kehidupan Rania. Takdir akan memberikan beberapa penawaran yang bisa dipilih oleh Rania dan akan membawa seperti apa kehidupan Rania di masa depan nanti. Semua gantung dengan pilihan Rania apakah mau bersabar terlebih dahulu dan tetap di jalan yang benar atau gegabah dalam berjalan. Bima melihat kalau Aira membawa rezeki dan kebahagiaan dalam kehidupan Rania hingga akhir waktu nanti.


"Iya, Bima. Aku sayang sekali dengan Aira. Aku hanya bisa berharap suatu hari nanti ketika Aira dewasa bisa berkata bangga memiliki Ibu sepertiku. Mungkin aku memang tidak sempurna, tetapi aku berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik," ucap Rania sambil meneteskan air mata karena tidak bisa menahan rasa sesak di dalam benak.


Rania dan Bima memang sering berbicara dan berjelajah di dalam alam mimpi. Hanya bersama dengan Bima, Rania merasakan kelegaan dan ada sandaran. Keluarga Rania tidak bisa diandalkan dan selalu saja mencemooh setelah upaya pekerjaan yang dilakukan oleh Rania dianggap mempermalukan keluarga dan Rania disingkirkan dari kehidupan keluarga. Rania sadar mungkin keluarganya malu dengan kondisi dirinya saat ini tetapi dia tidak mau menyerah begitu saja demi Aira.


Rania pun bersandar di bahu Bima. "Bima, izinkan aku bersandar sebentar saja dari segala luka dan kesedihan yang aku sembunyikan setiap harinya. Izinkan aku menangis sebentar saja, agar besok ketika aku bangun pagi hari bisa menjalani kenyataan hidup dengan baik-baik saja."

__ADS_1


Bima pun terdiam. Andai Bima bisa mengelus rambut panjang Rania. Andai Bima mampu. melakukannya untuk membuat Rania semakin tenang. Namun Bima menahan tangannya karena tidak mau ada perasaan lebih kepada Rania. Cukup masa lalu Bima yang begitu rumit bersama dengan Ningsih. Bima tidak mau mengulangi hal itu dan membuat Rania sakit hati karena mereka tidak mungkin bisa bersama. Tugas Bima hanya sebentar.


__ADS_2