Kekasihku Iblis yang Baik Hati

Kekasihku Iblis yang Baik Hati
Pramayu Busuk


__ADS_3

Sepintar-pintarnya bangkai disembunyikan, pada akhirnya akan tercium juga. Pramayu yang selingkuh ketahuan Gavin karena kondisi saat ini lockdown. Mereka berdua terjebak di Semarang dan Gavin mengetahui kenyataan kalau Pramayu di Semarang bukan cuma untuk bernyanyi, tetapi juga untuk memainkan api panas dengan sugar Daddy.


"Gila lu, ya! Dasar nggak tahu diuntung! Pantes aja udah lockdown di sini masih aja alesan manggung! Gila!!"


Gavin pun marah kepada Pramayu dan memukul perempuan itu beberapa kali. Dia merasa berhak melakukan hal itu karena menjadi suami siri.


"Lu kira gue mau begini, huh? Gue gini demi duit. Lu nggak bisa kerja dan bisanya cuma ngeluh doang! Gue nyesel nikah sama lu! nyesel!!"


PLAK!! PLAK!!! PLAK!!!


Tamparan demi tamparan dari tangan Gavin melayang dan mendarat di pipi Pramayu. Karma yang bergulir begitu cepat bagi mereka berdua yang sudah membuat hidup Rania susah.


"Gue juga nyesel nikah siri sama lu! Gue nyesel ninggalin Rania demi lu! Dasar *****!! Harusnya gue tahu kalau tuh bayi pasti bukan anak gue! Anjirrr emang lu, ya! Harusnya gue masih sama Rania dan sekarang dia juga udah survive dan bisa kerja mandiri. Gue nyesel!!!"


Gavin secara tidak sadar sedang membanding-bandingkan antara Ayu dan Rania. Jelas saja Ayu tidak terima. Meski kenyataannya pahit dan saat ini mengalami kekerasan dalam rumah tangga, Ayu jelas saja tidak terima dibandingkan begitu saja.

__ADS_1


"Lu jahat benei! Gue udah masih semuanya buat lu, tapi ini balasannya. Gue jadi simpanan orang demi bisa kasih makan lu! Bukan karena gue mau. Gue udah pusing mau cari duit gimana karena usaha bangkrut!"


Pramayu mulai menangis dan memegang pipinya yang merah dan beberapa bekas memar di sekujur tubuhnya. Meski kelakuannya busuk, Ayu juga tidak mau disalahkan begitu saja karena Gavin juga sama busuknya..


Keduanya pun saling salah menyalahkan satu dengan yang lain. Begitu pertikaian mereka membuat saudara Pramayu pun muncul untuk melerai.


"Ada apa ini?!"


"Mas! Aku dianiaya sama dia!" Pramayu mencari pembelaan dari saudara sepupunya dan langsung lari dari Gavin.


"Beraninya sama cewek!!"


"Udah numpang di sini bisa-bisanya malah mukuli sepupu kita!!"


"Dasar cowok mokondo!!"

__ADS_1


BAK BUK BAK BUK!!


Suara pukulan itu membuat Pramayu merasa tidak tega juga dengan Gavin. Padahal tadi dia dipukuli oleh Gavin. Memang manusia bucin seperti itu sulit ditebak jalan pikirannya. Mau benci seperti apapun, Pramayu masih ada rasa cinta.


Gavin sudah babak belur dipukuli. Dia pun meminta ampun pada para sepupu Pramayu dan janji tidak akan memukul lagi kepada Ayu.


"Mas, Mas, udah, Stop. Kasihan suamiku kalau sampai mati."


"Lah, kamu aja tadi dipukuli diem aja. Sekarang mikir nyawa orang. Kalau cinta itu kedepankan logika!"


"Iya, Mas. Maafin aku. Udah, biar ini aku selesaikan baik-baik sama Gavin. Anakku juga di Jakarta. Kasihan, Mas. Kalau ada apa-apa, anakku ntar jadi yatim." Pramayu menangis karena takut Gavin mati dipukuli.


"Pancen susah ngandani kowe!"


Gavin pun terbaring tak berdaya dan penuh memar serta beberapa bagian tubuh mengeluarkan darah. Dia kesakitan dan merasa beruntung masih bisa bernapas. Meski saat ini, dia semakin membenci Pramayu.

__ADS_1


Begitu pula Pramayu yang busuk. Kasihan dengan Gavin, tetapi masih ada niatan buruk. Dia berpikir harus mempunyai cukup alibi untuk melancarkan aksinya.


__ADS_2