
Bagi Pramayu yang sudah pernah ditinggalkan dua kali, perceraian bukan merupakan sebuah solusi terbaik bagi kehidupannya yang sudah menjadi janda. Dia tidak mau mendapatkan predikat yang sama dengan kasus yang sama yaitu diceraikan atau perceraian apalagi saat ini sudah memiliki seorang anak. Dia akan kesulitan mendapatkan suami jika melakukan perceraian lagi.
Setan dalam hati berbisik dan menari-nari untuk mempengaruhi pemikiran perempuan itu karena sudah muak menghadapi sikap Gavin yang seenaknya. Pramayu kembali memikirkan tentang bisikan demi bisikan yang dia dengar.
"*Sudah, bunuh saja lelaki tak berguna itu."
"Dia ada sakit jantung, kan? Buat saja seolah sakitnya kambuh."
"Jangan mau bercerai, bunuh saja*."
Pramayu merasa tidak tahan lagi mendengar bisikan demi bisikan itu dan mencoba memikirkan jalan terbaik apa yang harus dia lakukan agar terbebas dari segala penderitaan yang diakibatkan oleh suami tidak berguna seperti Gavin.
"Aku harus bagaimana? Lagi pula, sebentar lagi aku juga harus mulai bekerja. Kasihan juga anakku kalau tahu bapaknya pengangguran dan juga ibunya jadi pemandu lagu serta penyanyi dangdut. Setelah mendapatkan uang lebih aku akan membuka usaha kembali."
Pramayu sedang memikirkan tentang masa depan tanpa membicarakan itu kepada Gavin karena tahu percuma saja mengatakan hal itu kepada suaminya yang tidak berguna. Padahal semua itu merupakan kesalahan dari kedua belah pihak. Gavin juga salah karena tidak mencari pekerjaan yang layak dan juga menggantungkan hidup kepada Ayu, sedangkan perempuan itu juga bersalah karena sudah mengguna-guna Gavin dan pernah mengirimkan santet kepada Rania.
Pramayu hari ini sudah mencari orang untuk mengurus bayinya tetapi ibunya justru melarang karena tahu kondisi perekonomiannya sedang buruk.
"Udah, Ayu. Biar Ibu saja yang jaga anakmu daripada harus menyewa orang dan membayar. Kamu bisa mencari pekerjaan dan mendapatkan uang untuk modal usaha lagi."
__ADS_1
"Tapi, Bu."
"Nggak usah gengsi-gengsian. Ibu tahu kalau kondisi saat ini keuanganmu morat-marit dan tidak karuan. Kalau kamu lanjutkan seperti ini bisa susah hidup anakmu nanti hanya karena menuruti lelaki tak berguna seperti suamimu itu."
Tekanan dan perkataan dari ibunya membuat Pramayu makin yakin harus berbuat hal apa. Dia menjadi stress memikirkan banyak hal sendirian. Sedangkan pernikahan Pramayu dan Gavin masih disembunyikan di hadapan keluarga Gavin. Pramayu merasa hanya sebagai simpanan saja yang tidak akan mendapatkan hak apapun jika suatu saat nanti ada sesuatu hal buruk terjadi kepada Gavin. Nikah siri akan sangat merugikan bagi perempuan karena anaknya juga tidak diakui dalam pernikahan sah secara hukum negara. Tidak akan mendapatkan hak waris apa-apa.
"Bu, sudah, jangan buat aku makin stress mikir semua ini. Kalau ibu mau urus anakku, ya, silakan. Aku mau berangkat kerja!"
Pramayu kesal karena perkataan dari ibunya yang ketus membuat Gavin tidak mau kembali ke rumah itu. Jelas saja hal itu tidak membuat Pramayu merasa senang. Dia harus mencari nafkah dan juga harus membujuk suaminya untuk pulang ke rumah agar bisa menjadi sosok seorang ayah bagi putrinya. Sebenarnya saat ini perempuan itu menyesal atas segala tindakan di masa lalu karena pada akhirnya dia tidak mensyukuri kehadiran Gavin dan justru merasa hal itu membebani.
Berita terkini, virus misterius yang menggemparkan dunia sekarang sudah mulai masuk ke negara Indonesia. Semua warga diharapkan waspada dan juga mengenakan masker. Jika mendapatkan tanda-tanda seperti informasi di bawah ini maka diharapkan langsung ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Terima kasih.
Bima menatap perempuan jahat itu dan sudah mengetahui pada akhirnya Gavin hanya akan mendapatkan kesialan dan kemalangan sepanjang hidup hingga akhir hayat. Bima sebenarnya tidak mau mempercepat semua proses ini tetapi daripada Gavin selalu mengganggu Rania dan menjadi batu sandungan Rania yang akan meraih kesuksesan, Bima akan mempercepat semua takdir yang akan ditanggung oleh Gavin dan Pramayu.
"Mungkin kemarin dan di masa lalu kalian berdua bisa lepas dari segala hukuman. Bahkan Gavin tidak mendapatkan hukuman sama sekali dari pihak keluarga maupun negara karena sudah menelantarkan istri dan anak, berselingkuh, mengambil kebahagiaan Rania, dan tidak mengakui bahwa Aira adalah anaknya. Namun saat ini aku akan mempercepat takdir itu dan membawa Gavin serta Pramayu dalam kehancuran. Bukan hanya itu, keluarga besar Gavin akan merasa malu ketika semua permasalahan terbongkar dan pada akhirnya semua orang mengetahui siapa Gavin sebenarnya. Nama baik Rania harus diselamatkan!"
Bima benar-benar marah dan tidak bisa lagi menahan untuk menghabisi orang yang sudah membuat hidup Rania susah. Bima yang mempengaruhi Pramayu untuk mempercepat takdir Gavin.
"Pa, lagi di mana?"
__ADS_1
"Napa telepon?"
"Mau nggak nemeni aku ada acara panggung di Semarang? Lumayan uangnya," kata Pramayu lewat telepon karena tahu Gavin pasti tidak akan menolak jika diajak pergi ke Semarang yaitu kota kelahiran Rania.
Pramayu memang sering mendapatkan job nyanyi di luar kota dan saat ini ada tawaran ke Semarang. Dia memilih untuk mengambil tawaran itu agar bisa melancarkan aksinya. Dia akan mengajak Gavin pergi ke Semarang dan mengeksekusi sesuai dengan pemikiran dalam dirinya.
"Wah, bagus kalau gitu. Oke. Kapan berangkat?"
"Tapi bawa mobil, ya? Capek nggak, Pa?"
"Oke nggak apa. Siap. Biar bisa leluasa pergi juga kalau bawa mobil sendiri."
"Ya, berangkat nanti malam, ya?" Pramayu tersenyum senang karena ini akan menjadi perjalanan dan liburan terakhir Gavin.
Gavin jelas saja merasa senang dan tersenyum saat diajak oleh istri sirinya pergi ke Semarang dalam rangka untuk menjalankan pekerjaan. Kalau Pramayu sibuk nyanyi, Gavin bisa diam-diam pergi bertemu Rania. Itu yang saat ini ada di dalam pikiran lelaki tersebut tanpa mengetahui kalau semua sudah direncanakan dan akan menjadi perjalanan terakhirnya.
"Rania, gue akan bertemu dengan lu. Gue mau lu sama gue lagi," gumam Gavin yang sangat tidak jelas apa yang dia inginkan.
Gavin masih memikirkan Rania dan penasaran apakah Rania memang benar-benar sudah berubah atau justru memilih lelaki lain? Biasanya Rania begitu bucin dan tidak bisa meninggalkan Gavin. Bahkan dilukai beribu-ribu kali pun, Rania selalu kembali ke dalam pelukan Gavin. Gavin berpikir kalau bertemu secara langsung, mungkin Rania akan memaafkan Gavin dan siapa tahu mendapatkan jackpot bisa menyentuh tibuh Rania lagi. Gavin selalu saja memikirkan hal duniawi dan tidak pernah menyesal atas tindakannya.
__ADS_1