
Sedangkan di perusahaannya sedang dilakukan pemeriksaan besar besaran terutama pada orang orang yang telah dicurigai oleh Kusnadi selama ini
"mulai sekarang kalian semua mampus, sudah sangat lama aku menunggu moment ini, akhirnya ku keluarkan tikus tikus itu" kata kusnadi sambil melihat pemandangan kota M dari ruangannya
.
.
.
Tak terasa waktu sudah sore, ryu dan supirnya kini sedang dalam perjalanan pulang menuju mansion ryu.
saat sedang perjalanan mobil ryu dicegat oleh beberapa orang memakai pakaian pakaian tertutup
"keluar kalian cepat, atau kita pecahkan kaca mobilnya" salah seorang dari mereka berkata sambil menodongkan potongan besi kearah mobil ryu
"tuan gimana ini, saya gabisa bela diri, ta-tapi tuan tenang saja tuan didalam saja saya yang akan bicara sama mereka" kata supirnya sambil gemetar, walau dia takut tapi keselamatan tuannya adalah yang terpenting, karena jika tuannya tak ada anak dan istrinya akan kelaparan nanti
tak mendapat jawaban dari ryu, pak yanto atau supirnya ryu langsung memantapkan diri keluar setegar mungkin
"apa yang kalian inginkan, kami mau pulang tolong minggir" tanya pak yanto
"serahkan mobil dan barang bawaan kalian, jika tidak akan kami rebut paksa sekarang juga" kata pembegal, yang membawa pisau
"kalian berani? akan saya laporkan polisi sekarang" kata pak yanto sambil buru buru mengambil ponselnya,
"hahaha percuma dinegara ini kalian perlu mengurus ini itu tak bakalan ada respon hahaha" kata mereka meremehkan
"jika mereka tak bisa mengurus, aku sendiri cukup untuk menghajar kalian" kata ryu sambil keluar dari mobil dengan sebatang rokok yang dihisap. dia berjalan kearah orang yang membawa pisau
"kau pikir, dengan benda kecil ini dapat melukai ku?" tanya ryu sambil menghembuskan asap rokok ke muka pembegal
"sialan jangan anggap remeh tai" kata orang yang bawa pisau, sambil mengayunkan pisau kearah atas, berharap mengenai badan ryu tapi yang mereka semua lihat termasuk pak yanto sendiri bukan sebuah tebasan pisau, tapi teriak orang kesakitan
"aaaggghhhh!!"
suara itu berasal dari pembegal yang tadi mengayunkan pisaunya, tangannya berputar arah 180°, tak ada yang tau bagaimana tangan itu berbalik
sebenarnya ryu cuma menghindar lalu memegang tangannya lalu diputar tangan itu sampai terlepas dari engselnya
"bre-brengsek apa yang kau lakukan pada tanganku sialan!!" raung pembegal
"kalian semua kenapa diam cepat hajar bajingan ini" tambahnya sambil teriak
"anjing kau" kata orang yang membawa potongan besi sambil berlari kearah ryu, disusul dengan teman teman nya. ryu menghindar kesana kemari lalu memukul bagian dan menendang dengan lincah.
sebenarnya saat ryu didalam mobil, ryu melakukan pemasangan hadiah yang diberikan system yaitu beladiri tingkat rendah.
setelah beberapa saat menghajar mereka akhirnya selesai, para pembegal mengalami patah tulang ada juga yang tepar tak bergerak karena ditendang kepalanya oleh ryu entah mati atau pingsan tak ada yang tau
"nah sekarang, kalian mau menyerahkan barang kalian apa mau mati disini? seperti teman kalian yang satu itu" tunjuk ryu keteman mereka yang terkapar, sebenarrnya ryu sendiri tak tahu dia mati atau tidak toh ryu tak peduli dengan keadaannya
__ADS_1
"a a ampuni saya tuan" kata orang yang membawa pisau tadi, cuma dia yang sudah berdamai dengan sakitnya, sedangkan yang lain masih meraung tak jelass
"kau mau diampuni? serahkan dulu ponsel ponsel kalian dan kunci motor kalian semua dan jangan lupa uang nya hehehe" kata ryu berjongkok kehadapan pembegal sambil menghidupkan rokoknya lagi
"ba baik tuan ini ambil saja" kata dia sambil merogoh sakunya mengambil ponsel dan uangnya
"untuk ku kunci motor nya masih tercantel di motor tuan"
"yah baiklah makasih, fuuhhh, hahaha nikmati tuh asap" kata ryu sambil tertawa. ryu melakukan hal yang sama kepada yang lain, ada yang menolak langsung ryu hantamkan kepala nya ke jalanan alhasil pingsan lalu dia mengambil barang orang itu sendiri
"sekarang kalian boleh pergi, jangan lagi kalian melakukan hal yang serupa jika aku mendapati kalian melakukan hal begini, berarti kuanggap kalian berani menanggung resiko, cepat pergi" kata ryu
"tapi tuan, kita pergi pakai apa?"
"itu urusan kalian, buat apa aku peduli? kalian mau pergi sekarang atau menunggu aku berubah pikiran?" ancam ryu
"baik tuan"
"jangan lupa bawa teman kalian itu"
setelah kepergian mereka, ryu menelfon roger untuk membawa mobil box yang kebetulan sudah ada dirumahnya untuk mengangkut motor motor itu kerumah
"anu tuan muda, ituu motornya buat apa?" tanya pak yanto
"oh itu, yahh untuk pak yanto dan lainnya, kebetulan mereka bawa motor matic jadi bisa dibagi bagi hehe" kata ryu cengengesan
'orang yang tadi dengan tega menghajar mereka sampai begitunya, sekarang malah bertingkah konyol' batin pak yanto sambil tersenyum masam
"ahh begitu, tapi apa tak beresiko tuan jika nanti dibawa keluar dianggap motor curian?" tanya pak yanto memastikan
"ah baiklah"
tak lama kemmudian roger datang, mereka bertiga mengangkat motor motornya keatas mobil box yang tadi dibawa roger
setelah selesai mengangkat motor motor itu, mereka bertiga pun pulang ke mansion ryu, sesampainnya dirumah, mereka disambut oleh pak didik yang sedang bersih bersih halaman depan dibantu oleh siti dan nur
"selamat sore tuan, ini kenapa anda bawa motor banyak?" sapa pak didik
"ah itu, motornya untuk kalian semua, lagian jumlahnya pas, untuk paman roger, didik, yanto, mbok sarmi, mbok siti dan mbak nur" balas ryu
"be benarkah tuan? ini untuk kami?" tanya mbak nur tiba tiba dengan mata berharap, pasalnya dia dari dulu menginginkan motor tapi harganya mahal jadi perlu nabung
"benar dong, tapi maaf jiika motornya bekas, apa kalian tak keberatan?" tanya ryu tak enak pada mereka yang ada disitu
"terima kasih tuan muda" kata mmereka serempak
"tak apa tuan, lagian masih bagus kinclong begini, jadi aku bisa jalan jalan deh tiap malem" kata mbak nur kegirangan
"hadeh nurrr seneng banget ya dapet motor" kata mbok siti
"iya lah, dari dulu aku udah ingin ini mbok" kata mbak nur sambil mengelus motor yang sudah dia pilih
__ADS_1
mbok siti hanya menggeleng geleng kepala sambil tersenyum, untuk pelayan ryu yang laki laki mereka sudah memilih motor yang mereka suka, sedangkan mbok siti menerima yang mana aja.
ryu saat ini sedang berjalan kearah dapur tempat mbok sarmi dan lainnya bekerja,
"misi" kata ryu
"e e e ayam, ahh kak ryu bikin kaget" kata vera, sedangkan sindi hanya tersenyum mengangguk
"ahh nak ryu, ada apa? mau dibikinin minum apa cemilan?" kata mbok sarmi
"ah bukan itu, saya cuma mau bilang, itu didepan ada sepeda motor buat mbok sarmi"
"benarkah tuan?tak perlu repot repot beli motor buat saya tuan, saya tak enak" kata mbok sarmi, walau dia menginginkan motor tapi dia juga tak enak jika diberikan cuma cuma oleh ryu
"ah mbok sarmi tak perlu sungkan, lagian itu cuma motor bekas, tak apa kan?" tanya ryu
"ahh mau bekas atau apa saya terima tuan muda, terima kasih tuan muda" kata mbok sarmi sambil menundukan kepalanya
"eh tak perlu menunduk juga mbok, yasudah saya ke kamar dulu, nanti makan malam nya buat nasi goreng aja ya mbok, sama minumnya esteh, buat yang banyak makan malam nya kita semua bareng lagi aja" pinta ryu
"siap tuan muda" kata mbok sarmi
"kak eh tuan, saya ga dikasih motor?" tanya vera blak blakan, alhasil langsung saja digetok sama mbok sarmi
"heh kamu ini, dikira motor itu murah, bekas aja masih jutaan, ngarang aja" omel mbok sarmi
"aduh sakitt bu, ya lagian tuan muda cuma beliin motor buat ibu" kata vera sambil monyong sindi sendiri cuma diam
"veraaa, kamu masih kecil belum boleh vawa motor nanti kalau sudah cukup umur kakak belikan motor terserah motor yang apa, yaa" hibur ryu
"janji?" pasti vera dengan menjulurkan jari kecilnya
ryu yang melihat itu merasa lucu
"iya janji" kata ryu sambil menautkan jarinya ke jari vera
"kalau aku tuan?" tanya sindi tiba tiba,
"heh kamu juga ikut ikutan kaya vera sekarang?" tanya mbok sarmi sambil menatapnya tajam
"nggak bu" kata sindi lesu
"sindi juga nanti kakak belikan kok, tapi nunggu cukup umur kaya vera ya, yasudah kakak ke kamar dulu, misi mbok"
"makasih tuan"
"iya sama sama" kata ryu sambil mengusap kepala sindi
.
.
__ADS_1
.
Makasih semuanya sudah mau baca, jangan lupa lik comment san voted😁😁